
MEDIA JABEJABE -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan penyelidikan terhadap barang bukti yang ditemukan saat penggeledahan di Kantor Wali Kota Madiun, Jawa Timur. Tindakan ini merupakan bagian dari proses penyidikan kasus dugaan korupsi yang menimpa Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi.
Penyelidikan dilakukan pada hari Kamis, 29 Januari 2026, sebagai tindak lanjut dari operasi penangkapan tangan (OTT) yang dilaksanakan oleh KPK beberapa hari sebelumnya. Dalam operasi OTT tersebut, para penyidik menahan beberapa orang dan uang tunai yang diduga terkait dengan tindakan pemerasan dan pemberian gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
Bukti Dokumen dan Elektronik yang Diamankan
Pada saat pemeriksaan di Gedung Pemkot Madiun, tim penyidik melakukan pengecekan beberapa ruang kerja guna menemukan dokumen yang berkaitan dengan kasus tersebut. Dari kegiatan tersebut, KPK berhasil menyita berbagai surat, dokumen administratif, serta bukti elektronik.
Kepala Biro Humas KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa barang bukti yang disita akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan perkara. "Tim penyidik akan melakukan pengambilan dan analisis terhadap beberapa barang bukti yang telah disita," kata Budi Prasetyo, sebagaimana dilaporkan dalam pernyataannya pada 29 Januari 2026.
Selain dokumen dan perangkat elektronik, penyidik juga menyita uang tunai senilai puluhan juta rupiah. Uang tersebut diduga terkait dengan aliran dana yang sedang diselidiki dalam kasus ini.
Rangkaian Penggeledahan Pasca OTT
Pemeriksaan di kantor Wali Kota Madiun tidak dilakukan secara mandiri. Sebelumnya, KPK juga melakukan pemeriksaan di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk kantor dinas pendidikan kota Madiun.
Menurut Budi Prasetyo, penggeledahan dilakukan guna melengkapi alat bukti dalam proses penyidikan. “Hari ini, tim terus melakukan penggeledahan di Kantor Wali Kota Madiun,” ujar Budi Prasetyo kepada wartawan pada hari yang sama.
KPK mengira ada tindakan pemerasan, pengelolaan dana tertentu, serta penerimaan hadiah yang melibatkan pejabat setempat. Dugaan ini saat ini sedang diteliti melalui pemeriksaan saksi dan analisis barang bukti yang telah diamankan.
Sampai saat ini, KPK belum memberikan pengumuman mengenai perkembangan terkini terkait penambahan tersangka. Para penyidik masih berkonsentrasi pada pemeriksaan bukti-bukti lebih lanjut sebelum melanjutkan ke tahap penyidikan berikutnya.