
Bengkalispos.com.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 19% per tahun (year-on-year(YoY) pada akhir 2025. Di sisi lain, penyaluran kredit OK Bank selama periode yang sama meningkat sebesar 15% YoY.
Direktur OK Bank Efdinal Alamsyah menyampaikan bahwa kondisi likuiditas perbankan saat ini cukup longgar dan memberi kesempatan bagi bank untuk menyalurkan kredit tambahan. Namun, penyaluran kredit tetap sangat tergantung pada kualitas permintaan serta profil risiko nasabah yang bersangkutan.
"Ketersediaan likuiditas yang melimpah memang memberi ruang, namun penyaluran kredit tetap sangat tergantung pada kualitas permintaan kredit serta profil risiko debitur," kata Efdinal, Senin (26/1/2026).
Ia menuturkan, jika permintaan kredit masih cukup rendah, pengelolaan likuiditas harus dilakukan dengan disiplin agar tetap efektif dan tidak mengganggu keuntungan bank. Salah satu caranya adalah dengan tidak hanya memprioritaskan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga berdasarkan jumlahnya.
Menurut Efdinal, OK Bank akan lebih berfokus pada pengumpulan dana yang stabil dan biaya yang efisien, terutama dana murah ataucurrent account saving account (CASA).
Selain itu, bank juga akan mengendalikan penentuan harga deposito secara ketat agar tidak memberatkan margin bunga bersih ataunet interest margin (NIM).
"Likuiditas perlu dipertahankan pada tingkat yang ideal, bukan terlalu banyak. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga juga disesuaikan dengan jalur kredit yang tersedia," katanya.
Dengan mempertimbangkan situasi tersebut, OK Bank memprediksi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga pada tahun ini mencapai 10% per tahun, sedangkan kredit berada di kisaran 9,5% YoY.