Longsor Cisarua Tewaskan Puluhan, Apakah Bandung Barat Rawan Bencana? -->

Longsor Cisarua Tewaskan Puluhan, Apakah Bandung Barat Rawan Bencana?

26 Jan 2026, Senin, Januari 26, 2026
Longsor Cisarua Tewaskan Puluhan, Apakah Bandung Barat Rawan Bencana?

Bengkalispos.com– Saat ini perhatian masyarakat, khususnya penduduk di Jawa Barat, tertuju pada bencana tanah longsor di Kampung Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dalam kejadian tersebut, 16 korban meninggal berhasil dievakuasi dan sekitar 80 warga masih hilang akibat tanah longsor yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 3.00 dini hari.

Bentuk wilayah di Kabupaten Bandung Barat memang banyak dipengaruhi oleh dataran tinggi yang terdapat di kawasan Cililin, Padalarang, hingga Lembang. Pertanyaannya adalah apakah wilayah KBB termasuk daerah yang memiliki risiko bencana yang cukup besar?

Berdasarkan laporan World Risk Report 2025 yang telah dirilis secara internasional, Indonesia tercatat sebagai negara dengan risiko bencana tertinggi nomor tiga, setelah Filipina yang berada di peringkat pertama dan India di posisi kedua. Posisi ini mengalami penurunan dibanding tahun 2024, ketika Indonesia berada di urutan kedua.

Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama tahun 2025, yaitu dari tanggal 1 Januari hingga 17 Desember 2025, tercatat sebanyak 3.116 peristiwa bencana yang terjadi di berbagai daerah di Nusantara.

Laporan BNPB menyebutkan bahwa sebagian besar bencana yang terjadi sepanjang tahun 2025 dipengaruhi oleh peristiwa hidrometeorologi, seperti banjir, cuaca ekstrem, serta kebakaran hutan dan lahan.

Dari 3.116 peristiwa bencana yang tercatat, sekitar 99 persen di antaranya adalah bencana hidrometeorologi, sedangkan sisanya termasuk bencana geologis seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan gelombang tsunami.

Jumlah bencana yang terjadi sepanjang tahun 2025, banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan total 1.584 peristiwa. Diikuti oleh bencana akibat cuaca ekstrem sebanyak 673 kejadian. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat sebanyak 546 peristiwa. Sementara itu, tanah longsor terjadi sebanyak 225 kali, dan kekeringan terjadi sebanyak 36 kali.

Untuk bencana geologis, tercatat 23 peristiwa gempa bumi, 7 letusan gunung berapi, dan 1 kejadian tsunami sepanjang tahun 2025.

BNPB melaporkan, dalam peristiwa bencana yang terjadi sepanjang tahun 2025 atau hingga tanggal 17 Desember 2025, telah menyebabkan kematian sebanyak 1.498 orang, 264 orang hilang, serta 7.751 orang mengalami cedera.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, yaitu sebanyak 184.344 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 49.294 rumah yang rusak parah, 37.524 rumah rusak sedang, dan 97.526 rumah rusak ringan.

Di sisi lain, 2.271 fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk 1.334 unit pendidikan, 668 tempat ibadah, serta 269 fasilitas kesehatan.

Wilayah di Jawa Barat yang Berisiko Tinggi

Sementara itu, menurut laporan yang diterbitkan di situs inarisk tahun 2025, sebenarnya Jawa Barat tidak termasuk wilayah dengan risiko bencana tinggi. Wilayah di Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, merupakan daerah dengan risiko bencana yang cukup tinggi.

Di Jawa Barat, berdasarkan laporan yang terdapat di situs inarisk BNPB, wilayah selatan Jawa Barat menjadi daerah yang paling banyak memiliki risiko tinggi. Wilayah Kabupaten Bandung Barat termasuk dalam kategori kuning atau kategori risiko sedang.

KBB berada di peringkat 16 sebagai wilayah di Jabar terkait tingkat risiko bencana pada tahun 2025. Dari sepuluh besar daerah dengan risiko bencana tinggi, sebagian besar wilayah tersebut berada di bagian selatan Jabar, yaitu Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Garut, dan Pangandaran.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan bahwa pada awal tahun 2026 atau periode 1 hingga 13 Januari 2026, tercatat sebanyak 18 peristiwa bencana terjadi di wilayah Jawa Barat.

Data BPBD Jawa Barat mencatat, 18 peristiwa bencana tersebut terdiri dari banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Serangkaian bencana ini menyebabkan 4 rumah rusak parah, 9 rumah rusak sedang, 38 rumah rusak ringan, serta 5.843 bangunan terendam air. Selain itu, terdapat 11 rumah ibadah yang terkena dampak, satu fasilitas kesehatan, dan tiga fasilitas pendidikan.

Angka ini belum mencakup tanah longsor yang baru saja terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Berikut adalah peringkat daerah berisiko bencana di Jawa Barat tahun 2025 berdasarkan data Inarisk BNPB:

1.Kabupaten Sukabumi

2.Kabupaten Cianjur

3.Kabupaten Tasikmalaya

4.Kabupaten Karawang

5.Kabupaten Kuningan

6.Kabupaten Garut

7.Kabupaten Subang

8.Kabupaten Pangandaran

9.Kabupaten Cirebon

10.Kabupaten Sumedang

Berikut adalah daftar peringkat wilayah di Jawa Barat berdasarkan tingkat risiko bencana, dan Kabupaten Bandung Barat menempati posisi ke-16. ***

TerPopuler