
Bengkalispos.com- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pernyataan terbuka setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan pesan pribadi mereka melalui media sosial. Meski tidak menyebut nama Trump secara langsung, pidato Macron dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada Selasa (20/1) penuh dengan kritik tajam terhadap arah kebijakan Washington, termasuk ambisi AS untuk memperoleh Greenland dari Denmark.
Pidato Macron dalam acara Davos berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan hubungan diplomatik antar Atlantik. Sebelumnya, Trump membagikan tangkapan layar pesan pribadi kepada Macron di platform Truth Social, yang menunjukkan kebingungan Presiden Prancis terhadap sikap Amerika Serikat mengenai Greenland serta usulan untuk menyelenggarakan pertemuan G7 di Paris dengan melibatkan Rusia selama agenda resmi.
Dalam pidatinya di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku ekonomi global, Macron menekankan bahwa Eropa tidak boleh ragu dalam memanfaatkan seluruh alat yang dimilikinya untuk menjaga kepentingan sendiri.
"Uni Eropa seharusnya tidak ragu dalam menggunakan seluruh sumber daya yang dimilikinya untuk menjaga kepentingannya," kata Macron, di tengah dampak diplomatis dari bocornya pesan pribadi tersebut dan ancaman tarif dagang yang terus dilemparkan oleh Trump.
Kritik Terbuka Mengenai Kepemimpinan Amerika Serikat
Menggunakan kacamata aviator khasnya, Macron menyampaikan pernyataan tegas mengenai persaingan global yang menurutnya mulai menuju upaya pengurungan Eropa.
Ia mengkritik cara kompetisi Amerika Serikat yang dianggap berusaha menjadikan Eropa berada dalam posisi yang tidak kuat.
"Persaingan yang kita hadapi saat ini bertujuan untuk mengurangi peran Eropa," kata Macron, sambil menekankan bahwa benua ini perlu segera memperbaiki masalah internalnya.
Macron mendorong Eropa untuk mempercepat perkembangan inovasi dan meningkatkan dana swasta di bidang-bidang penting, sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap kekuatan luar negeri, termasuk Amerika Serikat.
Meski mengutamakan isu ekonomi, Macron beberapa kali menyisipkan pernyataan yang memiliki nuansa politik dan geopolitik. Ia memulai pidatonya dengan kalimat yang mendapat tawa dari penonton.
"Ini seharusnya menjadi masa yang tenang, stabil, dan penuh dengan kepastian," kata Macron, kemudian menambahkan bahwa dunia justru bergerak ke arah yang berlawanan, yaitu ketidakstabilan dan ketidakseimbangan yang semakin terlihat.
Ia menganggap konflik kini telah menjadi hal yang 'diterima' secara global. Dengan sindiran yang tidak langsung yang dianggap ditujukan kepada Trump, Macron menyebut bahwa meskipun tahun 2025 dipenuhi oleh puluhan perang bersenjata, ada pihak yang mengklaim sebagian dari konflik tersebut telah 'selesai'. Pernyataan paling tajam muncul di akhir pidatonya.
"Ini bukan saatnya untuk imperialisme baru atau kolonialisme baru. Ini adalah saatnya kerja sama guna mengatasi tantangan global bagi rakyat kita," tegas Macron.
Ia menutup dengan pernyataan yang kembali dianggap sebagai kritik langsung terhadap gaya kepemimpinan Trump.
"Kami lebih mengutamakan rasa hormat daripada intimidasi. Kami lebih memilih kekuasaan hukum daripada kekerasan," tegas Macron.