Jakarta, IDN Times – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mendorong percepatan pemindahan penduduk serta penguatan pengaturan tata ruang di wilayah rentan bencana sebagai upaya pencegahan jangka panjang, setelah melakukan inspeksi ke lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), pada hari Minggu (25/1/2026). Ia menyampaikan rasa prihatinnya terhadap peristiwa tersebut yang menimbulkan korban jiwa dan masih adanya warga yang dalam pencarian.
"(Saya ikut berbelasungkawa) terhadap peristiwa ini, ada yang meninggal, lalu juga ada yang masih hilang dalam pencarian," katanya.
1. Fokus pada faktor hujan lebat dan struktur tanah
Ia menjelaskan, selain hujan lebat, kondisi tanah di daerah tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya tanah longsor. Menurutnya, tanah di kawasan tersebut bersifat lunak sehingga tidak cukup kuat menahan beban.
Tito juga menyoroti perubahan peran tumbuhan di daerah dataran tinggi yang dianggap memperburuk potensi bencana. Banyak tanaman pelindung dengan akar kuat digantikan oleh tanaman hortikultura.
"Tanaman pelindung yang akarnya menembus ke dalam tanah, yang mampu memperkuat struktur tanah tersebut, banyak berubah menjadi tanaman hortikultura, seperti sayuran dan jenis lainnya. Nah, hal ini membuatnya sangat rentan jika terjadi hujan lebat," katanya.
Korban Longsor di Bandung Barat Mencapai 17 Orang, 11 Jenazah Sudah Dikenali2. Pengelolaan jangka pendek dan panjang
Mengenai penanganan, Tito mengatakan, langkah sementara fokus pada pencarian korban yang masih hilang serta memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak. Selain itu, dia memberikan apresiasi terhadap keterlibatan berbagai pihak dalam penanggulangan darurat, mulai dari pemerintah daerah (Pemda), TNI, Polri, relawan, hingga pemerintah pusat.
"Dari Pak Gubernur, kemudian dari Pak Bupati, jajaran, TNI, Polri, relawan, pemerintah pusat, semuanya bergerak untuk memberikan bantuan," katanya.
Dalam jangka panjang, Tito menekankan bahwa pemindahan penduduk dari daerah yang rentan longsor sangat penting untuk menjaga keselamatan. Menurutnya, area tersebut sudah tidak layak lagi sebagai tempat tinggal. Selain itu, dia juga mengajukan dukungan terhadap program reboisasi dengan menanam tanaman berakar kuat agar memperkuat struktur tanah.
"Ini perlu ditanami kembali, ditanam. Tanaman-tanaman yang akarnya kuat, agar struktur tanah bisa pulih kembali. Jika tidak, nanti akan terjadi longsor lagi," katanya.
3. Pelajaran krusial dalam memperkuat tata ruang serta peta daerah yang rentan bencana
Tito menekankan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi daerah lain di Indonesia, khususnya dalam memperkuat pengaturan tata ruang dan peta wilayah yang rentan terhadap bencana.
Ini juga menjadi pelajaran bagi kami untuk daerah-daerah lain, dalam memperkuat pengaturan tata ruang. Wilayah-wilayah yang rentan seperti ini perlu kita peta," katanya.
Ia menyatakan, peta tersebut harus dilakukan secara nasional oleh seluruh kepala daerah untuk menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi.
"Setiap Bupati, Wali Kota, Gubernur, perlu kami susun secara nasional. Untuk kami mempertimbangkan kemungkinan jika terjadi ancaman hidrometeorologi seperti ini, hujan lebat, hujan deras," kata Tito.
Pencarian Hari Ketiga Korban Longsor di Pasirlangu, Tim SAR Fokus pada Dua Lokasi

