Mengapa Dion Markx Diboyong Persib Bandung, Pernah Dianggap Kompetitif di Eropa -->

Mengapa Dion Markx Diboyong Persib Bandung, Pernah Dianggap Kompetitif di Eropa

26 Jan 2026, Senin, Januari 26, 2026
Mengapa Dion Markx Diboyong Persib Bandung, Pernah Dianggap Kompetitif di Eropa

NEWSSULTRA.COM - Persib Bandung menunjukkan komitmen serius dalam menghadapi paruh kedua musim dengan menghadirkan dua pemain baru dalam ajang Super League 2025-2026.

2 nama resmi yang bergabung dengan skuad Maung Bandung adalah Layvin Kurzawa dan Dion Markx, latar belakang serta sifat yang sangat berbeda.

Layvin Kurzawa tiba dengan status yang menonjol sebagai bek mantan klub besar Prancis, Paris Saint-Germain (PSG).

Sementara Dion Markx hadir sebagai bentuk investasi untuk masa depan, bek muda yang telah naturalisasi dan kini menjadi bagian dari tim nasional Indonesia di level usia muda.

Kehadiran dua pemain ini tidak tanpa alasan. Persib sedang menghadapi musim yang sibuk, membutuhkan kedalaman tim yang cukup mumpuni.

Maung Bandung masih berada dalam persaingan sengit di papan atas Super League 2025-2026, dengan status sebagai salah satu kandidat kuat meraih gelar juara.

Di sisi lain, perjuangan Persib dalam Liga Champions Asia Two (ACL Two) masih berlangsung hingga babak eliminasi.

Keadaan ini menjadikan perputaran pemain dan kualitas cadangan sebagai hal penting bagi tim yang dilatih oleh Bojan Hodak.

Melalui akun media sosial resmi klub, Persib mengenalkan Layvin Kurzawa dengan nuansa khas Kota Kembang.

"Ia mengenal Paris, tapi sekarang berada di rumahnya di Paris van Java. Selamat datang di Bandung, Layvin Kurzawa," tulis akun Instagram resmi @persib.

Tidak lama kemudian, pengumuman kedatangan Dion Markx dilakukan melalui pesan yang penuh dengan emosi.

"Selamat datang, Dion Markx. Inilah tempatmu berada. Siapkah kamu bertarung untuk Biru," demikian pernyataan Persib.

Kedua pemain diumumkan langsung di Stadion Bandung Lautan Api, menjelang pertandingan Persib melawan PSBS pada malam Minggu (25/1/2025).

Khusus untuk Dion Markx, perekrutan ini merupakan langkah strategis bagi Persib dalam membangun dasar yang kuat untuk jangka menengah hingga panjang.

Dion sebelumnya bermain untuk Top Oss, klub di kasta kedua Liga Belanda, yang dikenal memiliki kompetisi yang ketat dan mengharuskan disiplin taktis.

Sebelumnya, Dion juga mengikuti pelatihan di akademi dua klub Eredivisie, Vitesse Arnhem dan NEC Nijmegen.

Pengalaman itu membuat Dion terbiasa dengan suasana sepak bola Eropa sejak usia dini.

Persib kemudian menandatangani Dion Markx, dengan kontrak hingga 2,5 musim, sebuah tanda kepercayaan besar terhadap kemampuannya.

Di level internasional, Dion Markx telah mengenakan seragam Timnas Indonesia U20 hingga U23.

Posisi sebagai bek muda yang telah naturalisasi memberikan keuntungan khusus bagi Maung Bandung.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, sebelumnya memang pernah menyebutkan mengenai berkurangnya kedalaman pemain di skuad.

Kejadian itu terjadi setelah Persib mengakhiri kontrak Rezaldi Hehanussa dan Hamra Hehanussa dengan Persik Kediri agar mereka bisa mendapatkan kesempatan tampil lebih banyak.

Situasi ini menyebabkan Persib memerlukan penambahan pemain di lini belakang, khususnya untuk menjaga stabilitas dalam dua kompetisi.

Bojan Hodak juga mengonfirmasi bahwa perekrutan Kurzawa dan Dion merupakan respons terhadap kebutuhan tersebut.

"Bagus, kami mendapatkan 2 pemain tambahan dan ini sangat baik. Karena kekuatan kami sedikit berkurang setelah Rezaldi dan Hamra pergi," kata Hodak.

Pelatih asal Kroasia itu menegaskan, lini belakang menjadi prioritas utama dalam bursa transfer kali ini.

"Kami sedikit kekurangan pemain di lini belakang, sehingga kami mengontrak satu bek kiri dan satu bek tengah," katanya.

Dion Markx dianggap sebagai bek tengah yang modern, yang mampu berkembang seiring berjalannya waktu.

Selain kemampuan teknis, Dion juga dianggap sebagai aset berharga bagi Persib di masa depan.

Faktor usia menjadi hal yang sangat penting, karena Dion masih berada di masa emasnya untuk berkembang.

Ia juga tercatat sebagai anggota dari tim nasional U23 Indonesia, yang menjadi nilai tambah dalam konteks perkembangan pemain lokal.

Bersama Rudianto dan Robi Darwis, Dion Markx mampu membantu Persib memenuhi aturan pemain U23.

Bojan Hodak mengungkapkan alasan utama Persib mengincar pemain muda bernama Dion.

"Dion seperti Kakang dan Robi yang masuk dalam kuota pemain U23, kami mencari pemain muda karena mereka masih memiliki potensi untuk berkembang dan menggali kemampuan mereka," kata Hodak.

Bukan hanya Dion, Persib juga memiliki beberapa bakat muda lain yang berada dalam perhatian pengembangan tim utama.

Nama-nama seperti Nazriel Alfaro, Zulkifli Lukmansyah, serta kiper Fitrah Maulana, merupakan contoh regenerasi tengah yang dipersiapkan.

"Sebelumnya sudah ada Nazriel, Zul, Fitrah, jadi bagus karena akan muncul pemain muda lainnya," ujar Hodak.

Pelatih berusia 53 tahun menganggap latihan bersama tim utama sebagai langkah penting bagi pemain muda.

Mereka harus berlatih bersama kami dan berupaya memperoleh kesempatan.

"Mungkin pada masa depan, dia mampu menjadi pemain inti di tim kami," katanya.

Rekrutan Dion Markx ternyata mengejutkan banyak orang, termasuk para Bobotoh.

Ternyata, Persib sebelumnya dikaitkan dengan beberapa nama pemain naturalisasi lain seperti Joey Pelupessy dan Maarten Paes.

Meski demikian, Dion Markx bukan orang asing bagi penggemar sepak bola nasional.

Ia diangkat sebagai warga negara setelah bersamaan dengan Ole Romeny dan Tim Geypens, dan sekarang menjadi bagian penting dari proyek masa depan Persib Bandung. (*)

TerPopuler