
Bengkalispos.comBanyak orang menganggap kebahagiaan akan berkurang seiring bertambahnya usia.
Tubuh kini tidak sekuat dahulu, lingkungan sosial mengalami perubahan, dan berbagai bentuk kehilangan dapat terjadi.
Namun, psikologi justru menunjukkan hal yang menarik: banyak orang yang berusia 60-an, 70-an, bahkan lebih masih merasa bahagia, tenang, dan puas dengan kehidupan mereka.
Kebahagiaan pada usia tua tidak hanya terkait dengan keberuntungan atau kondisi tubuh.
Lebih sering, kebahagiaan itu berkaitan dengan sikap dan cara berpikir yang mereka tinggalkan seiring bertambahnya usia.
Dikutip dari Geediting pada Senin (26/1), terdapat sembilan kebiasaan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang tetap merasa bahagia di usia 60-an dan lebih tua, berdasarkan pandangan psikologi.
1. Terlalu Khawatir akan Pendapat Orang Lain
Pada masa muda, banyak orang mengalami keinginan kuat untuk diterima dan dihargai. Namun, orang yang bahagia di usia tua umumnya telah berhenti membiarkan hidupnya dipengaruhi oleh pendapat orang lain.
Psikologi mengistilahkan hal ini sebagai peningkatan penerimaan diri. Mereka memahami siapa diri mereka, apa nilai-nilai yang mereka pegang, dan tidak lagi merasa harus menjelaskan keputusan hidup kepada semua orang. Akibatnya, muncul perasaan rileks dan kebebasan emosional yang besar.
2. Memperbandingkan Diri dengan Orang Lain
Perbandingan sosial sering menjadi sumber ketidakpuasan. Orang yang tetap bahagia pada usia 60-an atau lebih cenderung menghentikan kebiasaan membandingkan kehidupan, prestasi, atau situasi mereka dengan orang lain.
Alih-alih bertanya, "Mengapa hidupku tidak sebagaimana mereka?", mereka lebih memperhatikan pertanyaan, "Apa yang membuat hidupku bermakna saat ini?" Psikologi positif menunjukkan bahwa fokus pada rasa puas (contentment) memiliki peran penting dalam kebahagiaan jangka panjang.
3. Menyimpan Perasaan Benci Terlalu Lama
Salah satu perubahan emosional yang positif pada usia tua adalah kemampuan untuk melupakan rasa benci. Orang-orang yang bahagia memahami bahwa menyimpan marah hanya akan menghabiskan energi mental dan emosional.
Psikologi mengungkapkan bahwa pengampunan—bukan demi orang lain, melainkan untuk diri sendiri—berkaitan erat dengan kesehatan mental, tekanan darah yang lebih stabil, dan tingkat stres yang lebih rendah.
4. Merasa Wajib Selalu Menghasilkan Sesuatu
Di masa kerja aktif, produktivitas sering menjadi ukuran nilai diri. Namun, orang-orang yang tetap gembira di usia 60-an ke atas biasanya telah meninggalkan keyakinan bahwa mereka hanya berharga jika terus “berguna” secara ekonomi.
Mereka belajar menikmati waktu istirahat tanpa rasa bersalah, menikmati hobi, percakapan santai, dan momen sederhana. Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa pergeseran ini penting untuk kesejahteraan emosional di usia lanjut.
5. Menghindari Perubahan
Banyak orang menjadi kaku terhadap perubahan seiring bertambahnya usia. Namun, mereka yang bahagia justru meninggalkan sikap “pokoknya harus seperti dulu”.
Mereka lebih siap menerima fakta bahwa kehidupan terus berubah—baik dalam hal kesehatan, hubungan, maupun posisi sosial. Penerimaan ini mengurangi perasaan batin yang tidak nyaman dan memudahkan mereka untuk beradaptasi dengan tenang.
6. Terlalu Tegas terhadap Diri Sendiri
Perasaan bersalah terhadap kesalahan di masa lalu sering kali mengganggu banyak orang. Namun, orang-orang yang bahagia pada usia tua biasanya sudah tidak lagi menyalahkan diri sendiri atas keputusan yang telah mereka ambil sebelumnya.
Psikologi mengistilahkan hal ini sebagai kepedulian terhadap diri sendiri. Mereka menyadari bahwa di masa lalu, tindakan mereka dilakukan berdasarkan pengetahuan dan situasi yang mereka miliki pada saat itu. Sikap ini menciptakan ketenangan batin yang mendalam.
7. Hubungan yang Menghabiskan Energi
Orang yang tetap bahagia di usia 60 tahun atau lebih cenderung lebih memilih hubungan yang sehat. Mereka menghindari ikatan yang penuh dengan konflik, pengaruh negatif, atau beban emosional.
Bukan berarti mereka bersifat tidak sosial, tetapi mereka lebih mengutamakan hubungan yang hangat, saling menghormati, dan tulus. Psikologi sosial menyatakan bahwa kualitas hubungan lebih penting daripada jumlahnya.
8. Takut Sendiri
Banyak orang merasa takut akan kesendirian. Namun, orang yang bahagia di usia tua umumnya telah melepaskan rasa takut tersebut dan mulai menikmati waktu yang dihabiskan sendiri.
Mereka memanfaatkan waktu sendirian untuk merenung, membaca, berdoa, berkebun, atau hanya sekadar menikmati ketenangan. Psikologi menyebutkan bahwa kemampuan menikmati kesendirian merupakan tanda dari kematangan emosional.
9. Mengejar Kebahagiaan dengan Berlebihan
Tetapi, orang-orang yang paling bahagia sering kali berhenti "mencari" kebahagiaan. Mereka tidak lagi terpikat untuk selalu merasa gembira atau terbebas dari kesulitan.
Sebaliknya, mereka mengakui bahwa kehidupan terdiri dari suka dan duka. Dengan menerima perasaan apa adanya, kebahagiaan justru timbul secara alami dan lebih stabil, menurut berbagai penelitian psikologi.
Penutup
Kebahagiaan pada usia 60 tahun atau lebih bukanlah hasil dari kehidupan yang bebas dari masalah, melainkan dari kebijaksanaan dalam melepaskan hal-hal yang tidak lagi penting.
Dengan meninggalkan sembilan kebiasaan ini, banyak orang menemukan ketenangan, rasa terima kasih, dan kebahagiaan yang lebih mendalam dibandingkan sebelumnya.
Usia mungkin semakin bertambah, namun kebahagiaan tetap bisa berkembang—jika kita berani melepaskan beban lama dan memberi tempat bagi kehidupan yang lebih sederhana serta bermakna.