
Bengkalispos.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan secara resmi membuka periode penawaran Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 mulai hari ini, 26 Januari hingga 19 Februari 2026.
Instrumen surat berharga negara (SBN) ritel pertama pada tahun 2026 ini menargetkan angka awal sekitar Rp25 triliun dengan penawaran bunga tetap.
Wakil Direktur Surat Utang Negara (SUN) DJPPR Kemenkeu Novi Puspita Wardani menyampaikan bahwa ORI029 tersedia dalam dua pilihan jangka waktu, yaitu jangka 3 tahun (ORI029T3) dan jangka 6 tahun (ORI029T6). Sementara itu, tingkat kupon ditentukan masing-masing sebesar 5,45% untuk jangka 3 tahun dan 5,80% untuk jangka 6 tahun.
"Maka para investor yang ingin membeli, dengan jangka waktu lebih lama, yang ingin mendapatkan kupon yang lebih tinggi, silakan, atau yang menginginkan jangka waktu pendek, juga silakan," katanya dalam Media Briefing ORI029 di Kantor Kemenkeu, Senin (26/1/2026).
Novi menjelaskan bahwa ORI029 dirancang sebagai alat 'pemicu' bagi investor pemula. Ia membandingkan investasi dalam SBN ritel seperti belajar berenang di kolam dangkal sebelum masuk ke lautan yang lebih luas.
Menurutnya, bagi masyarakat yang baru memulai investasi, instrumen dengan risiko yang dapat dikendalikan dan hampir tidak ada sangat penting untuk menghindari pengalaman buruk dalam berinvestasi. Alasannya, instrumen investasi ini dilindungi oleh dua kerangka hukum sekaligus, yaitu UU APBN dan UU Surat Utang Negara.
"Sebelum kita ingin berenang di laut yang dalam atau di kolam yang lebih dalam, kita belajar dulu di kolam yang dangkal, kita belajarnya di alat yang risikonya hampir nol," jelasnya.
Dari segi aksesibilitas, ORI029 bisa dipesan dengan mulai dari nominal Rp1 juta. Pemerintah menentukan batas maksimal pemesanan sebesar Rp5 miliar untuk jangka waktu 3 tahun dan Rp10 miliar untuk jangka waktu 6 tahun per investor.
Batasan ini diadopsi agar penyebaran SBN ritel dapat merata kepada para investor pribadi dan tidak dikuasai oleh investor besar.
Selanjutnya, Novi menjelaskan bahwa penerbitan ini merupakan bagian dari strategi inklusi keuangan serta pendanaan APBN. Selama tahun 2026, pemerintah rencananya akan menerbitkan sebanyak 8 seri SBN Ritel, yang terdiri dari ORI, Sukuk Ritel (SR), Savings Bond Ritel (SBR), dan Sukuk Tabungan (ST).
"Instumen ini tersedia sepanjang tahun," tambahnya.
Masyarakat bisa memesan ORI029 melalui 28 Mitra Distribusi yang telah ditunjuk oleh pemerintah, yang terdiri dari 18 bank umum, 6 perusahaan sekuritas, serta 4 perusahaan sekuritas khusus (fintech).
Sebagai informasi, ORI029 adalah instrumen yang bisa diperjualbelikan di pasar sekunder setelah masa holding period selesai. Artinya, peluang keuntungan capital bagi investor jika harga obligasi meningkat di pasar sekunder.