:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/penyandang-disabilities-kemensos.jpg)
NEWS.COM- Kementerian Sosial memberikan kesempatan dan pelatihan keterampilan kepada para penyandang disabilitas, salah satunya melalui program vokasional di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat.
Salah satu peserta program tersebut, yakni Andry Prayogo (35). Penderita disabilitas penglihatan ini mendapatkan manfaat dari pelatihan vokasional ATENSI di STPL Bekasi, salah satu Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial.
Ia kini bekerja sebagai terapis pijat kesehatan di Kokuo Family Massage and Reflexology sejak tahun 2023.
“Perasaan saya merasa bangga bisa bekerja di Kokuo. Saya mampu memperoleh penghasilan tetap sekitar Rp4 juta setiap bulan. Harapan saya di masa depan dapat terus berkembang dan mengajak teman-teman disabilitas lainnya untuk ikut bergabung,” ujar Andry, Sabtu (17/1/2026).
Awal karier Andry dimulai pada Juli 2023. Dalam proses perekrutan yang sangat ketat, dari sekitar 50 peserta, hanya 11 orang yang berhasil lolos, termasuk Andry.
Peserta yang terpilih mendapatkan pelatihan, termasuk materi profesional, uang transportasi, dan makan. Selanjutnya, mereka melakukan praktik di unit Huangje dengan langsung menghadapi pelanggan. Hingga tanggal 11 Oktober 2023, Andry dinyatakan memenuhi syarat dan secara resmi bergabung sebagai terapis.
"Terima kasih kepada Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Kementerian Sosial, dan Kokuo yang telah menerima kami," tambah Andry dengan antusias.
Wakil Kokuo, Danny Boy Mahulete yang dikenal dengan panggilan Debo, menjelaskan bahwa partisipasi Kokuo dalam pemberdayaan orang dengan disabilitas bermula dari rasa peduli pendirinya.
"Pada awalnya kami menyadari bahwa bantuan tidak hanya terbatas pada donasi uang. Yang lebih penting adalah memberikan kesempatan kerja kepada penyandang disabilitas, serta memberi mereka alat untuk mandiri, bukan hanya sekadar memberi sesuatu. Dari sana kami memilih teman-teman disabilitas untuk bergabung dan dilatih menjadi terapis yang berkualitas," jelas Debo.
Selain keterampilan teknis, mereka berkomitmen untuk memberikan pelatihan tambahan seperti kemampuan berbicara di depan umum, penguatan kemandirian, pembentukan kepribadian, serta pengelolaan perasaan.
Kokuo berharap para binaan Kementerian Sosial terus berkontribusi dan berkembang, baik bersama Kokuo maupun di lingkungan kerja lainnya.
Cerita Andry Prayogo menunjukkan bahwa dengan bantuan pelatihan, kesempatan kerja, serta kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta, penyandang disabilitas dapat menjadi mandiri, berdaya, dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.