Pemerintah Pastikan Tidak Ada Insentif Motor Listrik 2026, Industri Harus Adaptif -->

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Insentif Motor Listrik 2026, Industri Harus Adaptif

30 Jan 2026, Jumat, Januari 30, 2026

Bengkalispos.com.CO.ID -BANDUNG.Pemerintah menegaskan bahwa tidak akan menyediakan insentif untuk pembelian sepeda motor listrik pada tahun 2026. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi keuangan negara serta analisis mengenai biaya dan manfaat terhadap perekonomian nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, insentif untuk kendaraan listrik tidak termasuk dalam usulan kebijakan insentif sektor otomotif yang diajukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk tahun mendatang.

"Motor listrik tidak mendapatkan insentif pada tahun ini. Pertimbangannya, kami memahami kondisi keuangan yang ada," kata Agus di Bandung, Kamis (29/1/2026).

Agus berharap kejelasan ini dapat mengakhiri berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Dengan demikian, pasar sepeda motor listrik bisa mulai berkembang sejak awal 2026 tanpa terhambat sikap menunggu dan melihat karena menunggu adanya subsidi atau insentif pemerintah.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menganggap tidak adanya insentif akan membuat pencapaian target penjualan menjadi lebih sulit. Meskipun demikian, Aismoli belum mengubah target penjualan sepeda motor listrik tahun ini sebesar 75.000 unit.

Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi menyampaikan bahwa pelaku industri memahami situasi keuangan pemerintah. Namun, ketidakpastian dan kelanjutan kebijakan tetap diperlukan agar pasar tetap stabil.

"Perhatian kami tidak hanya terbatas pada insentif fiskal, tetapi juga kebijakan non-fiskal yang konsisten agar industri dapat merasa aman," katanya, Kamis (29/1).

Menurut Budi, tanpa adanya insentif, industri harus lebih inovatif dalam merancang strategi penjualan dan pembiayaan, serta lebih giat dalam memberikan edukasi kepada konsumen dan memperkuat pelayanan setelah pembelian. Ia mengakui bahwa insentif selama ini berfungsi sebagai pemicu awal perkembangan pasar sepeda motor listrik.

"Tanpa insentif, pertumbuhan tetap terjadi, meskipun lebih perlahan," katanya.

Senada, Direktur Pemasaran Polytron Tekno Wibowo mengatakan bahwa tidak adanya insentif tidak langsung memengaruhi penjualan motor listrik perusahaan. Ia menilai kesadaran konsumen terhadap keuntungan motor listrik semakin meningkat.

"Prospek motor listrik masih menjanjikan. Terlebih, sejak 2025 sebenarnya tidak ada lagi subsidi untuk motor listrik," kata Tekno.

Meski tidak ada insentif fiskal, pelaku industri berharap pemerintah tetap mempertahankan konsistensi regulasi dan meningkatkan dukungan non-fiskal, termasuk penyelarasan kebijakan antara pusat dan daerah, agar menjaga keyakinan pasar terhadap kendaraan listrik nasional.

TerPopuler