Bengkalispos.comPemerintah Kota Cirebon mulai melakukan perbaikan terhadap Sungai Sukalila bukan hanya sebagai proyek penyederhanaan, tetapi juga sebagai langkah dalam menciptakan identitas baru kota yang berlandaskan sejarah dan budaya setempat. Salah satu strategi yang akan diambil adalah melibatkan tokoh budaya lokal dalam menentukan nama area Sungai Sukalila yang diharapkan menjadi simbol baru Kota Cirebon.Rencana tersebut muncul dalam penyampaian rencana kerja normalisasi dan penataan Sungai Sukalila oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung kepada Pemkot Cirebon. Pertemuan diadakan di kantor BBWS Cimanuk Cisanggarung dan membahas rancangan menyeluruh tentang penataan sungai dengan target selesai pada akhir 2026.
Wali Kota Cirebon mengapresiasi konsep perencanaan yang menggabungkan fungsi teknis sungai dengan keindahan ruang publik. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah ini merupakan inovasi penting dalam merubah tampilan Sungai Sukalila agar lebih fungsional sekaligus menarik secara visual dan sosial.
"Penataan ini tidak hanya terkait teknis sungai, tetapi juga bagaimana mengembangkan ruang publik yang membanggakan dan bermakna bagi masyarakat," katanya.
Dari segi konsep wilayah, Pemkot Cirebon menganggap penamaan area sebagai komponen penting dalam menciptakan ciri khas dan kesan bagi masyarakat. Oleh karena itu, para budayawan setempat akan dilibatkan dalam merancang nama wilayah yang menarik namun tetap berakar pada sejarah Sungai Sukalila. Beberapa usulan awal sepertiTeras Sukalila atau Lebak Sukalilamulai muncul sebagai wakil dari nilai sejarah dan budaya wilayah tersebut.
Selain mengandalkan dana pemerintah, proyek perbaikan ini juga memberikan kesempatan partisipasi dari sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kontribusi CSR direncanakan digunakan untuk menutupi biaya fasilitas pendukung yang belum termasuk dalam anggaran utama, seperti pembangunan jembatan penghubung antara kawasan Kalibaru dan Sukalila, serta perawatan tempat ibadah di sekitar aliran sungai.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, Pemkot Cirebon sedang meninjau ulang sistem lalu lintas satu arah di sekitar area tersebut serta menyusun rencana pengadaan tempat parkir yang layak.
Merespons tantangan operasional di lapangan, khususnya keterbatasan armada pengangkut material, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat bantuan teknis. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan memaksimalkan penggunaan dump truck yang ada agar proses normalisasi berjalan sesuai rencana.
"Sungai Sukalila memiliki makna sejarah yang penting bagi Kota Cirebon. Dengan normalisasi dan pengelolaan ini, kita tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga menghadirkan ruang sosial baru yang menjadi sumber kebanggaan masyarakat," ujar Wali Kota.