
WARTA PONTIANAK – Kegiatan Self Healing dan Pembersihan Emosi diadakan oleh Polres Singkawang yang dihadiri seluruh personel Polres Singkawang beserta Bhayangkari Cabang Singkawang, pada hari Rabu tanggal 28 Januari 2026.
Kegiatan ini dihasilkan dari kerja sama dengan Thanks Institute Indonesia sebagai upaya memperkuat kesehatan mental dan emosional anggota Polri serta keluarganya.
Acara berlangsung dengan penuh kesan dan makna, menjadi tempat untuk merenung sekaligus merefresh pikiran di tengah tuntutan tugas polisi yang dinamis dan penuh tekanan.
Program ini dibuat untuk mendukung personel Polres Singkawang dalam melaksanakan kegiatan Self Healing and Emotional Cleansing yang dihadiri oleh seluruh anggota Polres Singkawang beserta Bhayangkari Cabang Singkawang.
Kegiatan ini diadakan bekerja sama dengan Thanks Institute Indonesia sebagai upaya memperkuat kesehatan mental dan emosional anggota Polri serta keluarganya.
Kepala Kepolisian Resor Singkawang, AKBP Dody Yudianto Arruan, S.I.K., menyatakan kegiatan ini merupakan wujud perhatian pimpinan terhadap kondisi mental anggota di tengah beban dan perubahan tugas dalam dunia kepolisian.
"Tugas polisi tidak hanya memerlukan kesiapan fisik dan intelektual, tetapi juga ketahanan emosional. Dengan kegiatan self healing dan emotional cleansing ini, kami berharap memberikan ruang bagi anggota dan Bhayangkari untuk menyusun kembali pikiran serta hati agar dapat bertugas dengan lebih fokus, tulus, dan manusiawi," kata AKBP Dody.
Ia menegaskan, keseimbangan antara tugas dinas dan kehidupan rumah tangga menjadi hal penting dalam mempertahankan kinerja yang berkelanjutan.
"Ketika jiwa dan pikiran tenang, pelayanan kepada masyarakat akan muncul dari kejujuran. Ini yang ingin kita bentuk, profesionalisme yang didasarkan pada empati dan kemanusiaan," tambahnya.
Acara ini mengundang motivator nasional Dr. Ketut Abid Halimi, S.Pd.I., M.Pd., C.Ht., pendiri Thanks Institute Indonesia. Pada sesinya, Dr. Abid menekankan betapa pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tekanan pekerjaan dan perubahan dalam kehidupan pribadi.
"Penyembuhan diri bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kecerdasan emosional. Ketika seseorang mampu berdamai dengan dirinya sendiri, maka ia akan menjadi lebih tangguh, jernih, dan bijaksana dalam mengambil keputusan," kata Dr. Abid.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi dan pembersihan emosional menggunakan metode senam otak dan senam hati sebagai simbol melepaskan beban emosional sepanjang tahun sebelumnya serta menanamkan niat dan resolusi positif menuju tahun 2026.
Beberapa peserta menyatakan merasakan ketenangan batin dan semangat baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Polres Singkawang berharap program ini menjadi langkah yang berkelanjutan dalam membangun sumber daya manusia Polri yang sehat secara mental, kuat secara emosional, serta humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ***