SORONG. COM, KUMURKEK - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-89 Peradaban Injil di Johromo-Aitinyo diselenggarakan di kawasan Tugu Peradaban Injil, Distrik Aitinyo, Maybrat, Papua Barat Daya, pada Sabtu (17/01/2015).
Acara mengusung tema "Namun, tempat yang akan dipilih Tuhan, Allahmu dari segala sukamu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya di sana, itulah yang harus kamu cari dan ke sana kamu harus pergi (Ulangan 12:5)."
Perayaan dimulai dengan potongan cerita yang menceritakan kembali awal mula Peradaban Injil masuk ke Johromo-Aitinyo, dilanjutkan dengan ibadah bersama.
Dua pendeta, Pdt. Yance Bosawer, S.Th dan EV. Zefanya Yewun memberikan pemaparan tentang Penyampaian Firman.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya Sellvyana Sangkek mewakili Gubernur Elisa Kambu menyampaikan bahwa perayaan merupakan saat yang sakral untuk mengingat karya Tuhan dalam sejarah kehidupan masyarakat Papua.
Selain itu, momen tersebut memperkuat kembali komitmen sebagai umat beriman, sebagai masyarakat, dan sebagai bangsa yang tinggal di atas tanah yang dikaruniai.
"89 tahun yang lalu, Injil datang dan disampaikan di Tanah Papua dengan penuh pengorbanan, kejujuran, serta keyakinan," kata Sellvyana.
Evangelium, selanjutnya, tidak datang dengan kekerasan, tetapi menawarkan dengan kasih atau tidak memaksa.
Evangelium tidak merusak kebudayaan, tetapi membersihkan nilai-nilai mulia yang telah ada dalam kehidupan masyarakat Papua.
Pemberitaan Injil membuka jalan menuju perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Papua, mulai dari aspek sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan kepribadian dan etika.
"Kitab Injil mengajarkan makna hidup dengan saling mencintai, menghargai martabat manusia, serta menjaga kehidupan bersama dalam semangat persaudaraan," ujar Sellvyana.
Sejarah, menurutnya, mencatat bahwa gereja menjadi tempat perlindungan, tempat pembelajaran, dan harapan bagi banyak generasi masyarakat Papua.
Oleh karena itu, perayaan HUT PI merupakan perayaan iman sekaligus perayaan tentang identitas dan kepribadian masyarakat Papua.
Selanjutnya, Sellvyana menyampaikan bahwa gereja memiliki peran penting dan mulia dalam membentuk manusia Papua secara utuh: tangguh dalam iman, cerdas dalam pikiran, serta tinggi budi pekertinya.
Gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat peribadatan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan moral, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
"Tidak boleh terjadi konflik sosial di tengah masyarakat akibat perbedaan tempat perayaan HU," kata Sellvyana.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Maybrat terus memperkuat hubungan masyarakat agar terhindar dari konflik sosial, mengingat Aitinyo dan Ikowowok merupakan satu yang tak dapat dipisahkan.
Sarana reflleksi
Kepala Inspektorat Maybrat Ensemy Stevy Mosso mewakili Bupati Karel Murafer menyampaikan bahwa pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai denominasi gereja dalam berbagai perayaan keagamaan seperti Injil masuk Bumi A3 (Aitinyo, Aifat, Ayamaru).
"Ini menjadi catatan tentang cara merefleksikan kebenaran di atas Bumi A3," katanya.
Ketua Panitia Perayaan HUT Ke-89 PI Andrison Sangkek menyampaikan bahwa persiapan acara memakan waktu sekitar tiga bulan.
Seri kegiatan yang meliputi Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) hingga doa perdamaian dan pertobatan diikuti oleh 17 kampung di Distrik Aitinyo.sorong.com/yunias kambuaya)