:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Florenciassd.jpg)
-MEDAN.com -Berikut ini adalah sosok Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari yang terlibat dalam penerbangan ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar dan termasuk dalam daftar korban, pada Sabtu (17/1/2026) kemarin.
Florencia belum ditemukan setelah pesawat jatuh di Gunung Bulusaurung yang berada di perbatasan Pangkep dan Maros.
Florencia adalah perempuan yang menawan berasal dari Kabupaten Minahasa.
Yanti, keluarga Florencia menyatakan bahwa Florencia telah merencanakan pernikahannya.
Ia juga baru bekerja selama 3 bulan sebagai stewardess.
"Kami mendengar telah ada rencana pernikahan, tetapi belum tahu kapan. Rencananya secepat mungkin," kata Yanti, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, calon pasangan Florencia atau Olen, panggilan akrabnya, dikenal sebagai seorang pilot di salah satu perusahaan penerbangan.
Namun, keluarga masih menantikan perkembangan informasi resmi mengenai keberadaan Olen, seiring dengan terus berlangsungnya proses pencarian.
"Kami masih berharap Olen segera ditemukan," kata Yanti.
Diketahui bahwa Florencia Lolita Wibisono kini berusia 32 tahun.
Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dalam keluarganya.
Baru Tiga Bulan Bekerja
Figur Florencia Lolita Wibisono, salah satu pramugari pada pesawat ATR 42-500 yang terjadi insiden jatuh dalam penerbangan dari Yogyakarta ke Makassar.
Ollen dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia penerbangan.
Florencia atau Olen, sapaan akrabnya, diketahui baru sekitar tiga bulan bertugas di pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport.
Informasi tersebut disampaikan oleh Ramos, anggota keluarga Florencia, saat ditemui di rumah orang tua korban di Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Minggu (19/1/2026).
Kira-kira baru tiga bulan dia kerja di pesawat itu,” ujar Ramos saat diwawancarai.
Sebelum memperkuat Air Indonesia Transport, Florencia dikenal telah menghabiskan sebagian besar masa karier sebagai stewardess di Lion Air.
Sekitar 13 tahun ia bekerja di Lion Air," kata Ramos.
Selain memiliki pengalaman sebagai stewardess, Olen juga diandalkan dalam mengelola pelatihan awak kabin yang baru bergabung.
Peran mereka sering dikaitkan dengan pembinaan dan pendampingan anggota tim pemula.
Ia juga bertugas sebagai pelatih bagi pramugari yang baru. Bisa dikatakan seperti bagian HRD," tambahnya.
Detik-detik pesawat jatuh
Pada hari Sabtu (17/1/2026), pesawat ATR 42-500 yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilaporkan mengalami kecelakaan di wilayah Pegunungan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Menunjukkan lokasi di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, posisi terakhir pesawat berdasarkan data AirNav Indonesia.
Terletak di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung, lokasi hilangnya pesawat yang dikemudikan oleh kapten senior, Andy Dahananto (53 tahun) tahun ini.
Dua pendaki yang sedang berada di puncak gunung menjadi saksi dari kejadian yang diperkirakan terjadi pada pukul 13.00 WITA.
Reski (20), seorang pendaki, menyaksikan sebuah pesawat terbang rendah sebelum akhirnya menabrak lereng gunung dan mengalami ledakan.
"Meledak dan ada api. Saya mendapatkan serpihan yang terbang," kata Reski, dikutip dari -Timur.com.
Ia langsung mengambil ponselnya untuk merekam kejadian tersebut sebagai bukti awal.
"Cepat sekali (kejadiannya)," tuturnya.
Reski beserta temannya langsung memutuskan untuk turun dari gunung sambil membawa berita duka.
Pesawat Sempat Ada Masalah
Sehari sebelum kejadian jatuhnya pesawat, pesawat ATR 42-500 yang membawa 11 penumpang mengalami gangguan pada bagian mesin.
Pemimpin IAT yang menjabat sebagai Direktur Operasional, Capt Edwin mengonfirmasi hal tersebut.
Pihak IAT menyatakan bahwa masalah telah berhasil diperbaiki pada hari pertama ditemukannya.
Namun, Kapten Edwin tidak secara terang-terangan mengungkapkan masalah mesin tersebut.
Memang terdapat kendala dalam bidang teknik kami, tetapi kami telah melakukan pengujian.
"Masalah kecil, tetapi kami telah memperbaikinya pada hari Jumat," kata Edwin, dilansir dari -Timur.com.
Daftar korban
Pesawat yang berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar disewa oleh KKP untuk melakukan patroli udara di wilayah Pengelolaan Perikanan RI 712 serta membawa tujuh awak dan tiga penumpang.
Berikut daftar korbannya:
1. Capt Andy Dahananto
2. SIC FO M Farhan Gunawan
3. FOO Hariadi
4. EOB Restu Adi P
5. EOB Dwi Murdiono
6. Pramugari Florencia Lolita
7. Pramugari Esther Aprilitas
8. Deden dari KKP
9. Ferry dari KKP
10. Yoga dari KKP
(*/-medan.com)