Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penertiban Hutan Saat Berkunjung ke Inggris -->

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penertiban Hutan Saat Berkunjung ke Inggris

20 Jan 2026, Selasa, Januari 20, 2026
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penertiban Hutan Saat Berkunjung ke Inggris

Bengkalispos.com, JAKARTA -Presiden Prabowo Subianto yang sedang melakukan kunjungan resmi ke Inggris, memimpin rapat terbatas secara virtual guna membahas perkembangan penertiban wilayah hutan nasional.

Pertemuan yang berlangsung pada Senin (19/1/2026) diadakan saat Presiden Prabowo sedang melakukan kunjungan kerja di London, Inggris, demikian dilaporkan oleh situs web Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Selasa (20/1/2026).

Kepala Sekretariat Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam pernyataan resmi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut dihadiri oleh beberapa anggota Kabinet Merah Putih yang berada di Jakarta.

"Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas melalui konferensi video dengan beberapa anggota Kabinet Merah Putih yang berada di Jakarta, seperti Jaksa Agung, Menteri Pertahanan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Menteri Hukum, Menteri Sekretaris Negara serta Kepala BPKP, pada Senin, 19 Januari 2026," tulis Seskab.

Pada pertemuan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Pertemuan khusus mengupas perkembangan pekerjaan Tim Penertiban Wilayah Hutan.

"Rapat membahas perkembangan Tim Tugas Penertiban Wilayah Hutan yang dibentuk oleh Presiden Prabowo sejak Januari 2025, atau dua bulan setelah beliau dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia," kata Sekretaris Kabinet.

Tindakan Presiden Prabowo yang memimpin rapat strategis dari luar negeri menunjukkan bahwa isu pengelolaan kawasan hutan menjadi fokus utama nasional, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kepastian hukum, perbaikan lingkungan, serta pengaturan aset negara di bidang kehutanan.

Diplomasi Kelas Atas di Inggris

Sehari sebelumnya, pada hari Minggu (18/1/2026), Presiden Prabowo tiba di Bandara Stansted London, dalam rangka kunjungan kerja untuk memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris.

Kedatangannya diapresiasi dengan antusias oleh pejabat Inggris dan perwakilan diplomatik dari kedua negara.

Kedatangan Presiden di bandara Inggris disambut oleh Deputy Lieutenant of Essex Mark Bevan, Perwakilan Khusus Menteri Luar Negeri Adele Taylor MBE, Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, serta Atase Militer RI di Inggris Kolonel Inf. Wiyata S. Aji.

Selama kunjungan ke Inggris, Presiden Prabowo akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer.

Rencananya pertemuan ini akan diadakan di kantor Perdana Menteri Inggris dan menjadi kesempatan penting untuk memperkuat dialog serta kerja sama bilateral dalam berbagai bidang strategis.

Selain bertemu dengan PM Starmer, Presiden Prabowo juga direncanakan akan mengadakan pertemuan dengan Raja Inggris Charles III.

Pertemuan dengan pemimpin negara Inggris akan diadakan di St. James’s Palace sebagai bagian dari rangkaian kegiatan diplomasi tingkat tinggi antara kedua negara.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Inggris telah berlangsung sejak bulan Desember 1949 dan terus berkembang secara stabil.

Seiring berjalannya waktu, hubungan antara kedua negara berkembang menjadi kemitraan yang semakin strategis dan saling menguntungkan.

Kolaborasi antara Indonesia dan Inggris saat ini meliputi berbagai sektor prioritas yang bersifat menyeluruh, mulai dari bidang ekonomi hingga isu-isu global yang menjadi perhatian bersama.

Kedua negara tetap berkomitmen untuk memperluas area kerja sama demi menghadapi tantangan bersama di masa depan.

Kerja sama strategis yang baru terjalin antara Indonesia dan Inggris berlandaskan empat pilar utama, yaitu pertumbuhan ekonomi; iklim, energi, dan lingkungan; pertahanan serta keamanan; serta manusia dan masyarakat.

Kunjungan Presiden ini menunjukkan tekad Pemerintah Indonesia dalam menjalankan diplomasi yang aktif serta memperluas kerja sama internasional yang memberikan dampak nyata terhadap kepentingan negara.(*)

TerPopuler