Profil Bupati Pati Sudewo yang Tertangkap OTT KPK, Kebijakannya Tuai Protes -->

Profil Bupati Pati Sudewo yang Tertangkap OTT KPK, Kebijakannya Tuai Protes

21 Jan 2026, Rabu, Januari 21, 2026

Bengkalispos.com- Profil Bupati Pati Sudewo kembali menjadi perhatian masyarakat setelah kepala daerah di Kabupaten Pati tersebut tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan ini terjadi pada hari Senin, 19 Januari 2026, dan telah dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

OTT ini mendapat perhatian luas karena Sudewo baru saja dilantik sebagai Bupati Pati untuk masa jabatan 2025–2030. Sampai saat ini, KPK belum memberikan penjelasan rinci mengenai perkara yang menimpa Sudewo dalam operasi tindak lanjut tersebut.

Proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan terus berlangsung dengan giat. Kasus ini juga menarik perhatian terhadap latar belakang Bupati Pati Sudewo, termasuk pengalamannya yang panjang dalam dunia politik dan pemerintahan.

Profil Bupati Pati Sudewo

Sudewo adalah seorang tokoh politik yang lahir di Pati pada tanggal 11 Oktober 1968. Pendidikannya dimulai dari Sekolah Dasar Negeri 1 Slungkep, kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kayen, dan akhirnya menyelesaikan pendidikan menengah atasnya di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pati.

Dilansir dari Kompas.com, Rabu (21/1/2026), Sudewo kemudian melanjutkan studi tinggi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan memperoleh gelar Sarjana Teknik Sipil pada tahun 1993. Pendidikan pasca sarjana dilanjutkannya di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dengan gelar S2 Teknik Pembangunan.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Sudewo memulai karier di bidang konstruksi sebagai karyawan PT Jaya Construction antara tahun 1993 hingga 1994. Selanjutnya, ia beralih ke jalur pemerintahan dengan menjadi tenaga kontrak di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Kanwil Bali pada periode 1994 hingga 1995.

Pengalaman itu memperluas jaringan dan pemahamannya tentang birokrasi serta pembangunan infrastruktur. Dari sini, minatnya terhadap dunia politik mulai berkembang.

Langkah politik Sudewo mulai terlihat pada tahun 2002 ketika ia maju sebagai Bupati Karanganyar bersama Juliyatmono, meskipun usaha tersebut belum berhasil memperoleh kemenangan. Selanjutnya, ia semakin giat dalam berbagai kegiatan politik dan terlibat sebagai koordinator tim pemenangan Pilkada Jawa Timur 2005 serta Pilgubernur Jawa Tengah 2008.

Posisi tersebut memperkuat kedudukannya di dalam partai dan lingkaran politik nasional. Karier politiknya kemudian berjalan bersama Partai Gerindra. Pada tahun 2019, Sudewo ditunjuk sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra.

Selama perjalanan kariernya di bidang legislatif, Sudewo tercatat sebagai anggota DPR RI selama dua periode, yaitu periode 2009–2013 dan 2019–2024. Pengalaman di Senayan memperkuat pengaruh politiknya, baik di tingkat nasional maupun daerah.

 

Puncak karier politiknya tercapai pada Pemilu 2024 ketika Sudewo terpilih menjadi Bupati Pati untuk masa jabatan 2025–2030. Ia memimpin Kabupaten Pati bersama Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra. Kemenangan ini menjadi awal baru dalam perjalanan kariernya sebagai pemimpin daerah.

Namun, sejak awal menjabat, kepemimpinan Sudewo di Pati sering mendapat berbagai tanggapan positif dan negatif. Beberapa kebijakan yang diambilnya menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan masyarakat.

Di antaranya, sebagaimana dilaporkan dalam Video, adalah pemangkasan pegawai honorer di RSUD, larangan penggunaan sound horeg, serta kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diklaim mencapai 250 persen. Kebijakan-kebijakan ini memicu berbagai tanggapan, mulai dari dukungan hingga penolakan yang sangat keras.

Kena OTT KPK

Bupati Pati Sudewo diketahui menjadi salah satu orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, "Benar, salah satu pihak yang ditangkap dalam kejadian tertangkap tangan di Pati adalah Saudara SDW."

Namun demikian, KPK belum mengungkapkan informasi lengkap mengenai perkara yang membuat Sudewo tertangkap dalam operasi tangkap tangan. Saat ini, penyidik KPK sedang melakukan pemeriksaan terhadap Sudewo di Polres Kudus, dan mungkin akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.

Selain Sudewo, beberapa pihak lain juga dilaporkan turut ditangkap. Namun, identitas serta peran mereka belum diungkapkan kepada masyarakat.

Penggeledahan KPK terhadap Sudewo semakin meningkatkan perhatian masyarakat terhadap jejak karier dan kebijakan politiknya. Profil Bupati Pati Sudewo kini berada di tengah-tengah antara perjalanan panjang kariernya dalam dunia politik dan proses hukum yang sedang berlangsung. (*)

TerPopuler