
Bengkalispos.comPengelolaan lalu lintas di kawasan Kerobokan Kelod menunjukkan dampak yang nyata.
Berdasarkan hasil simulasi lalu lintas dengan menggunakan PTV VISUM oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Badung untuk skenario penerapan rekayasa lalu lintas satu arah, diperoleh waktu tempuh rata-rata sebelum penerapan rekayasa lalu lintas sekitar 19,8 menit.
Sementara setelah pengaturan lalu lintas, waktu menjadi 4,93 menit.
Selain itu, kecepatan rata-rata sebelum pengaturan lalu lintas adalah 7,35 km/jam, sedangkan setelahnya kecepatan rata-rata meningkat menjadi 39,9 km/jam.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang diwawancarai di Kantor Bupati, Puspem Badung, Senin (19/1), memberikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Badung yang telah melaksanakan pengaturan lalu lintas ini.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa seperti yang telah disampaikan sebelumnya, pengaturan lalu lintas di kawasan Kerobokan Kelod akan terus berlangsung hingga tanggal 14 Februari mendatang.
"Secara keseluruhan, penerapan sistem lalu lintas satu arah di wilayah Kerobokan Kelod menunjukkan peningkatan kinerja jaringan jalan yang cukup signifikan, terutama dalam hal efisiensi waktu perjalanan dan peningkatan kecepatan berkendara, meskipun terjadi penurunan tingkat aksesibilitas yang harus diperhatikan pada tahap evaluasi berikutnya," katanya.
"Ini merupakan bentuk komitmen serius kami, Pemkab Badung, dalam menangani masalah kemacetan ini. Saya berharap masyarakat dapat mengikuti dan mulai terbiasa dengan sistem ini, demi kenyamanan dan ketertiban bersama," tambah Adi Arnawa.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma menyampaikan bahwa Pemodelan jaringan lalu lintas dengan menggunakan PTV VISUM merupakan proses perencanaan, analisis, dan simulasi transportasi secara makroskopis (skala luas seperti kota atau wilayah).
Dijelaskan lebih lanjut bahwa durasi perjalanan dalam skenario rekayasa satu arah mengalami penurunan yang besar, dengan persentase pengurangan sebesar 78,33% jika dibandingkan dengan kondisi sebelum adanya rekayasa.
"Kecepatan rata-rata perjalanan dalam skenario rekayasa satu arah mengalami kenaikan yang sangat besar, yaitu sebesar 442,86% dibandingkan dengan keadaan sebelum adanya rekayasa. Aksesibilitas jaringan pada skenario tersebut mengalami penurunan sebesar 14,06% dibandingkan kondisi sebelumnya, yang menunjukkan bahwa jarak tempuh semakin bertambah," ujarnya. ***