Rektor UIN Jakarta ingatkan petugas haji: Jangan bawa mental dilayani -->

Rektor UIN Jakarta ingatkan petugas haji: Jangan bawa mental dilayani

19 Jan 2026, Senin, Januari 19, 2026
Rektor UIN Jakarta ingatkan petugas haji: Jangan bawa mental dilayani

Suara Flores- Prof Abdul Mujib, Guru Besar Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengingatkan bahwa petugas haji bukanlah pejabat atau tokoh masyarakat yang datang untuk dihormati, melainkan pelayan bagi tamu Tuhan. Ia menekankan bahwa pola pikir "dilayani" harus dijauhkan karena tugas utama mereka adalah memastikan jemaah dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk. Pernyataan ini disampaikan saat ia menjadi pembicara dalam pelatihan dan pendidikan (diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (19/1).

Abdul Mujib menekankan bahwa kesiapan mental merupakan hal yang sangat penting. Petugas haji akan menghadapi ribuan jemaah yang memiliki latar belakang berbeda, kondisi fisik dan psikologis yang beragam. Oleh karena itu, mereka diharapkan memiliki rasa empati, kesabaran, serta kemampuan berkomunikasi yang baik. Ia menambahkan, psikologi dalam pelayanan bukan hanya terkait dengan menangani orang yang mengalami gangguan jiwa, tetapi juga bagaimana menciptakan suasana yang nyaman sehingga jemaah merasa aman dan tenang.

Kementerian Agama Republik Indonesia merancang pelatihan PPIH tahun ini dengan pendekatan semi-militer. Komponen TNI dan Polri turut serta sebagai instruktur guna memperkuat disiplin, kebugaran, dan mental para calon petugas. Pendekatan ini dinilai sesuai mengingat beratnya tantangan di lapangan, mulai dari kondisi cuaca yang ekstrem di Arab Saudi hingga pergerakan jumlah jemaah yang sangat besar.

Selain itu, aspek kesehatan juga menjadi fokus utama. Petugas haji diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama, memahami prosedur evakuasi, serta tanggap dalam menghadapi keadaan darurat. Hal ini sangat penting karena banyak jemaah yang berusia lanjut dan rentan mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan selama menjalani ibadah.

Pada kesempatan itu, Abdul Mujib juga menegaskan bahwa para petugas perlu menjaga kejujuran. Mereka tidak boleh memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi, melainkan harus berfokus pada pelayanan kepada masyarakat. Sikap rendah hati dan tulus menjadi kunci agar pekerjaan yang dilakukan benar-benar bernilai sebagai ibadah.

Pelatihan yang berlangsung hingga akhir Januari ini diikuti oleh ratusan calon petugas haji dari berbagai wilayah. Mereka mendapatkan pembekalan meliputi materi teknis, simulasi lapangan, serta penguatan karakter. Tujuannya adalah agar setiap petugas memiliki standar pelayanan yang seragam, profesional, dan berfokus pada kepuasan jemaah.

Dengan berbagai pelatihan yang diberikan, diharapkan petugas haji Indonesia pada tahun 2026 mampu memberikan pelayanan terbaik. Pemerintah menetapkan tujuan peningkatan kualitas layanan secara signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga jemaah dapat menjalani ibadah dengan lebih teratur, aman, dan nyaman.

Pesan Abdul Mujib mengingatkan bahwa tugas para petugas haji bukan hanya kegiatan rutin, tetapi sebuah tanggung jawab yang besar. Mereka diharuskan hadir sebagai pelayan yang sejati, siap bekerja keras demi kelancaran ibadah jutaan umat Islam dari Indonesia.

Penulis : Malik Hasim

TerPopuler