
Ringkasan Berita:
- Tema renungan harian Katolik "menjadi pribadi yang menyebarkan perdamaian".
- Renungan harian Katolik tersedia di bagian akhir artikel ini.
- Renungan harian Katolik pada hari Senin, Perayaan Wajib Santo Timotius dan Titus, Uskup, Santa Paula, Janda, Santo Stefanus Harding, Pengaku Iman, Santo Robertus Molesmes dkk: Alberik dan Stephan Harding, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.
FLORES.COM, MAUMERE - Mari kita ikuti renungan harian Katolik pada hari Senin, 26 Januari 2026.
Tema renungan harian Katolik "menjadi seseorang yang membawa perdamaian".
Renungan harian Katolik tersedia di bagian akhir artikel ini.
Renungan Katolik harian untuk hari Senin, Perayaan Wajib Santo Timotius dan Titus, Uskup, Santa Paula, Janda, Santo Stefanus Harding, Pengaku Iman, Santo Robertus Molesmes dkk: Alberik dan Stephan Harding, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.
Berikut adalah bacaan liturgi Katolik untuk hari Senin, 26 Januari 2026:
Bacaan Pertama 2 Timotius 1:1-8
Aku teringat kepercayaanmu yang tulus dan ikhlas.
Dari Paulus, utusan Kristus Yesus berdasarkan kehendak Allah untuk menyampaikan kabar gembira mengenai kehidupan dalam Kristus Yesus, kepada Timotius, anakku yang tercinta: kasih karunia, belas kasihan, dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai engkau.
Aku bersyukur kepada Tuhan, yang kuserahkan jiwa dan raga dengan tulus sebagaimana dilakukan leluhurku. Dan aku selalu menyebutmu dalam doaku, baik siang maupun malam.
Dan bila aku teringat akan air mata yang kau tuangkan, aku ingin melihatmu kembali agar kebahagiaanku menjadi sempurna. Karena aku mengingat imanmu yang tulus dan ikhlas, yaitu iman yang pertama kali muncul dalam diri nenekmu Lois dan ibumu Eunike, dan aku percaya bahwa iman itu juga hidup di dalam dirimu.
Maka itu aku mengingatkan engkau untuk membangkitkan bakat yang dianugerahkan Allah kepadamu melalui penumpangan tanganku atas dirimu. Karena Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, tetapi roh yang menghidupkan kekuatan, kasih, dan kesopanan.
Maka janganlah takut memberikan kesaksian tentang Tuhan kita, dan janganlah malu karena Aku, seorang yang ditahan demi-Nya, tetapi ikutilah menderita untuk Injil-Nya dengan kekuatan Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1-2a.2b-3.7-8.9-10a.c
Rujukan: Aku menyampaikan karya besar-Mu, Tuhan, karya besar-Mu yaitu karya keselamatan
Nyanyikanlah lagu yang baru kepada Tuhan, bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh dunia! Bernyanyilah bagi Tuhan, puji nama-Nya.
Sampaikanlah tentang keselamatan yang datang dari-Nya setiap hari. Ceritakanlah kebesaran-Nya di antara umat manusia, di seluruh suku bangsa.
Kepada Tuhan, hai orang-orang suku bangsa, hanya kepada Tuhanlah kehormatan dan kekuatan! Berikanlah kehormatan kepada Tuhan, bawalah persembahan dan masuklah ke halaman-Nya.
Bersembahlah kepada Tuhan dengan penuh kesucian, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh dunia! Ucapkanlah di antara umat manusia, "Tuhan adalah Raja! Ia akan memerintah bangsa-bangsa dengan keadilan."
Bait Pengantar Injil: Alleluya
Ref. Alleluya
Berbahagialah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena rahasia kerajaan-Mu telah dinyatakan kepada orang-orang yang sederhana.
Bacaan Injil Lukas 10:1-9
Pada suatu hari, Tuhan mengangkat tujuh puluh murid-Nya dan mengutus mereka berpasangan terlebih dahulu ke setiap kota dan tempat yang akan Ia kunjungi. Ia berkata kepada mereka, "Tuaian memang besar jumlahnya, tetapi jumlah pekerja sangat sedikit."
Maka mintalah kepada Tuhan yang memiliki penggilingan, agar Ia mengirimkan pekerja untuk penggilingan itu. Pergilah! Ingatlah, Aku mengutus kalian seperti anak domba di tengah-tengah serigala.
Janganlah membawa dompet, persediaan, atau sepatu, dan janganlah menyapa siapa pun selama perjalanan. Jika kamu masuk ke dalam sebuah rumah, ucapkan terlebih dahulu, 'Damai sejahtera bagi rumah ini'.
Dan jika di tempat itu ada seseorang yang pantas menerima damai sejahtera, maka damai sejahtera itu akan tinggal bersamanya. Namun, jika tidak, damai sejahtera itu akan kembali kepadamu.
Tinggallah di dalam rumah tersebut, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, karena seorang pekerja layak menerima upahnya.
Janganlah pindah-pindah tempat tinggal. Jika kamu masuk ke suatu kota dan diterima di sana, makanlah apa yang disajikan kepada kamu, serta sembuhkanlah orang-orang yang sakit di sana, lalu katakanlah kepada mereka, 'Kerajaan Allah sudah dekat dengan kalian.' Demikianlah Injil Tuhan.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Menjadi Orang yang Membawa Ketenangan
Faith That Was Never Intended to Remain Silent
Banyak orang mengira iman adalah urusan pribadi semata. Sesuatu yang disimpan rapi di hati, dijalani diam-diam, cukup antara aku dan Tuhan. Padahal sejak awal, iman Kristiani selalu bersifat mengutus. Yesus tidak membentuk murid-murid untuk menjadi penonton rohani, tetapi menjadi pembawa kabar baik.
Injil hari ini menggambarkan momen yang sangat penting: Yesus mengutus tujuh puluh dua murid, dua demi dua, ke setiap kota dan tempat yang hendak Ia kunjungi.
Dalam renungan Katolik harian mengenai Lukas 10:1–9, kita diingatkan bahwa setiap orang yang dibaptis tidak hanya dimanggil untuk beriman, tetapi juga untuk pergi, menyebarkan kabar baik, dan membawa perdamaian.
Yesus Mengirimkan Lebih Banyak Murid
Sebelumnya Yesus telah memilih Dua Belas. Kini, Ia mengirimkan tujuh puluh dua murid. Hal ini menunjukkan bahwa tugas pemberitaan tidak hanya diperuntukkan bagi sekelompok orang "terpilih," tetapi juga bagi komunitas yang lebih luas.
Maknanya, pemberitaan tidak hanya menjadi hak istimewa para imam, biarawan, atau aktivis Gereja. Setiap murid juga memiliki peran masing-masing.
Remaja yang menjalani kehidupan sekolah dengan tulus dan jujur.
Orang tua yang menciptakan suasana doa di dalam rumah.
Mahasiswa yang berani menolak tindakan tidak benar.
Karyawan yang bekerja dengan integritas.
Dalam renungan Katolik tentang perutusan ini, kita diingatkan bahwa dunia tidak diubah hanya lewat mimbar, tetapi lewat kehidupan sehari-hari.
“Tuaian Banyak, Penuai Sedikit”
Yesus memulai dengan pernyataan yang sangat relevan hingga saat ini:
Panen memang melimpah, tetapi para petani sedikit.
Dunia penuh dengan luka, kebingungan, kesepian, dan rasa ingin tahu akan makna. Namun tidak banyak orang yang bersedia terlibat. Banyak orang lebih merasa nyaman sebagai penonton daripada menjadi pelayan.
Yesus tidak memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengeluh. Ia menyarankan mereka berdoa agar Tuhan mengutus pekerja. Ini penting: misi selalu muncul dari doa, bukan dari keinginan pribadi.
Dalam konteks renungan Katolik bagi remaja, pertanyaan ini mengajak kita untuk merenung: apakah aku melihat dunia hanya sebagai tempat bersenang-senang, atau juga sebagai medan kerja Tuhan?
Dikirim Dua-dua: Keyakinan yang Berkembang dalam Hubungan
Yesus tidak mengutus murid secara terpisah, melainkan berpasangan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberitaan bukan dimaksudkan sebagai tindakan individualistik, tetapi sebagai perjalanan bersama.
Dua-dua berarti:
saling menguatkan,
saling mengoreksi,
saling mendoakan,
saling menjaga.
Dalam kehidupan beriman, kita tidak diundang untuk menjadi "super hero rohani." Kita diajak menjadi saudara.
Renungan Katolik keluarga hari ini sangat penting: iman berkembang lebih baik dalam hubungan. Di dalam keluarga, komunitas, OMK, atau kelompok kecil, kita belajar bahwa Tuhan sering berbicara melalui sesama.
Pergi dengan Ringan: Kebebasan Jiwa Seorang Murid
Yesus memberikan perintah yang terdengar aneh: jangan membawa dompet, persediaan makanan, atau sepatu.
Maksudnya bukan melarang persiapan, tetapi menanamkan sikap dasar yaitu kepercayaan.
Seorang siswa tidak dikirim untuk mempercayai fasilitas, melainkan mempercayai Allah. Ia tidak membawa banyak jaminan, agar hatinya merasa bebas. Ia datang bukan sebagai penguasa, tetapi sebagai tamu.
Di tengah dunia yang penuh dengan perhitungan, Injil hari ini mengingatkan kita:
apakah aku melayani Tuhan dengan hati yang tulus, atau dengan niat tersembunyi?
Membawa Perdamaian sebagai Ucapan Pertama
Yesus tidak memerintahkan murid-murid untuk membawa perdebatan, tetapi perdamaian.
Jika kamu memasuki sebuah rumah, ucapkanlah: Ketenangan dan damai bagi rumah ini.
Ketenangan merupakan tanda pertama kedatangan Kerajaan Allah.
Ketenangan tidak berarti tidak ada kesulitan, melainkan kehadiran Tuhan dalam situasi yang dihadapi. Ketenangan membuat seseorang merasa diperhatikan, dihargai, dan tidak merasa sendirian.
Dalam renungan Katolik mengenai perdamaian, kita diajak untuk menyadari bahwa menjadi murid Yesus bukanlah tentang menang dalam perdebatan, melainkan menciptakan suasana yang harmonis.
Apakah kehadiranku membawa damai atau justru ketegangan?
Apakah kata-katamu membawa ketenangan atau menyakiti?
Apakah keluargaku menjadi tempat yang memberi kekuatan atau justru menyebabkan kelelahan?
Menerima dan Tinggal: Rendah Hati Seorang Perwakilan
Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya agar tinggal di tempat yang menerima mereka, mengonsumsi apa yang disediakan, dan tidak pindah-pindah.
Ini merupakan pelajaran tentang rendah hati. Siswa tidak memilih-pilih. Ia belajar menerima, bersyukur, dan menghormati.
Kerajaan Tuhan tidak didirikan melalui sikap mengharapkan, tetapi melalui sikap hadir.
Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat berarti:
menghargai hal kecil,
setia dalam tugas sederhana,
melayani tanpa harus terlihat.
Membangkitkan dan Menyebarluaskan: Keyakinan yang Mengubah Kehidupan
Yesus memberi dua perintah: menyembuhkan orang yang sakit serta menyampaikan bahwa Kerajaan Surga sudah tiba.
Ini menunjukkan keseimbangan iman, yaitu perkataan dan perbuatan.
Kabarkan Injil, namun juga berikan perhatian pada luka.
Berbicara tentang Tuhan, tetapi juga peduli pada manusia.
Dalam renungan harian, hal ini menjadi arahan yang menarik: iman Katolik tidak berhenti pada aspek spiritual, tetapi berubah menjadi perhatian dan kepedulian.
Refleksi Pribadi
Sisihkan waktu hari ini untuk merenung:
Bagaimana cara Tuhan mengutus aku hari ini?
Apakah aku membawa ketenangan di sekitar lingkungan saya?
Siapa rekan seperjalanan imanku?
Apakah aku lebih sering berdoa agar Tuhan bertindak, atau agar aku diberi tugas?
Doa Penutup
Yesus Tuhan, Engkau telah memanggil dan mengutus murid-Mu. Ajarkan kami untuk menjadi pekerja setia, pembawa perdamaian, serta saksi kasih-Mu. Bebaskan kami dari ketakutan, kesombongan, dan kenyamanan yang membuat kami tidak bergerak. Kirimkanlah kami ke dalam keluarga, sekolah, dunia maya, dan masyarakat sebagai tanda bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Amin.
Penutup: Gereja yang Benar-benar Hidup adalah Gereja yang Selalu Bergerak
Gereja yang setia terhadap Injil tidak hanya sekadar Gereja yang berdoa, tetapi juga Gereja yang bertindak. Bukan hanya yang berkumpul, tetapi yang diberi tugas.
Semoga renungan Katolik harian dari Lukas 10:1–9 ini memperkuat kita semua, baik remaja, keluarga, maupun komunitas, untuk berani menjadi murid yang membawa perdamaian di tengah dunia. (Sumber the katolik.com/kgg)
Berita Lainnya di FLORES.COM pada Google News