Ressa Minta Diakui Sebagai Anak, Denada Dikatakan Tidak Pernah Menyangkal Anak Itu, Sebut Memenuhi Seluruh Kebutuhan
Ringkasan Berita:
- Denada menjadi perbincangan setelah Ressa Rizky Rossano mengungkap bahwa dirinya adalah anak kandungnya.
- Munculnya Ressa bertujuan untuk memperoleh pengakuan dari Denada bahwa dia adalah anak kandungnya.
- Dengan perwakilan hukumnya, Denada dikabarkan tidak pernah menganggap Ressa sebagai anak tiri.
NEWS.COM, JAKARTA - Masalah keluarga Denada yang muncul dengan kehadiran seorang pemuda bernama Ressa Rizky Rossano belum selesai. Terbaru, kuasa hukum menyatakan bahwa artis tersebut tidak berkhianat.
Nama Denada menjadi perbincangan setelah Ressa Rizky Rossano mengungkapkan bahwa dirinya adalah putri kandungnya.
Ressa merasa ditinggalkan oleh Denada selama 24 tahun karena sejak usia 10 hari, ia diserahkan kepada bibi Denada, Ratih dan pamannya, Dino Rossano Hansa yang juga merupakan adik kandung Emilia Contessa, ibu Denada.
Munculnya Ressa bertujuan untuk memperoleh pengakuan dari Denada bahwa dia adalah anak kandungnya.
Pihak Ressa telah mengajukan tuntutan perdata di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, dengan nilai sebesar Rp7 miliar.
Denada Tidak Menyangkal Pengakuan Ressa
Wakil hukum Denada, Muhammad Iqbal, menyatakan bahwa selama ini kliennya tidak pernah menganggap Ressa sebagai bukan anak kandungnya.
Iqbal menekankan bahwa selama ini penyanyi dengan nama asli Denada Tambunan ini tidak pernah menyangkal status Reza sebagai anak.
Bahkan, menurutnya, semua kebutuhan Reza telah terpenuhi oleh Denada sejak lama, mulai dari pengeluaran sehari-hari hingga pendidikan.
"Kami tekankan, Denada tidak pernah menganggap Reza sebagai anak yang tidak penting. Ini tidak benar," kata Iqbal.
Iqbal juga menyangkal bahwa kliennya mengabaikan Ressa.
Sebagai bukti, segala kebutuhan Ressa terpenuhi.
"Segala kebutuhan terpenuhi, termasuk pendidikan. Intinya, sebenarnya tidak ada kendala dari pihak Denada," tambahnya.
Ia menyampaikan, bahwa selama ini kebutuhan dari Ressa selalu dipenuhi oleh Denada, termasuk biaya sekolah.
"Semua itu dipenuhi, sekolah juga dipenuhi, sudah semua," ungkapnya.
Menurutnya, isu ini tidak perlu diangkat secara berlebihan oleh media.
Hal ini karena sejak awal tidak ada masalah antara Denada dan Ressa.
"Intinya tidak ada masalah apa pun sebenarnya," kata Iqbal.
Pengakuan Hati Ressa kepada Denada
Isu ini mendapat perhatian masyarakat luas, mengingat nama Denada sebelumnya dianggap sebagai seorang ibu yang tangguh dan penuh pengorbanan.
Ressa menyatakan bahwa gugatan itu muncul dari perasaan yang telah lama ia simpan.
Ia merasa ada ketidakadilan dalam perlakuan Denada terhadap Aisha, putri Denada dari pernikahannya dengan Jerry Aurum, dibandingkan dengan dirinya yang mengklaim tidak pernah diakui sebagai anak.
Di mata masyarakat, Denada dianggap sebagai seorang ibu yang berjuang keras untuk kesembuhan Aisha yang pernah menderita kanker darah.
Namun, bagi Ressa, perjuangan tersebut justru menyisakan luka yang khusus.
Ia mengakui hatinya terluka melihat perbedaan perlakuan itu.
Perasaan tersebut akhirnya ia sampaikan ketika menjadi tamu dalam podcast YouTube milik Denny Sumargo.
Pada kesempatan itu, Ressa secara terang-terangan menyampaikan pesan yang ditujukan langsung kepada Denada.
"Ibu (Denada), ini masalahnya agar tidak semakin panjang, Ressa memintanya segera diakui," kata Ressa, dikutip news, Selasa (27/1/2026).
Denada ketika diwawancarai di salah satu pusat kebugaran di Aeon Mall BSD, Tangerang, Senin (19/2/2024).
Mediasi Buntu
Proses mediasi dalam perkara dugaan penelantaran anak antara Ressa dan Denada telah dilaksanakan di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, pada hari Kamis (29/1/2026).
Pembicaraan antara Ressa Rizky Rossano dan Denada ternyata tidak menghasilkan kesepakatan atau titik temu, sehingga persidangan dilanjutkan dengan pembacaan gugatan atau memasuki inti perkara.
Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal menyatakan bahwa proses mediasi tidak menghasilkan kesepakatan, karena pihak Ressa Rizky Rossano masih mempertahankan tuntutan yang sama seperti dalam gugatan, yaitu permintaan uang sebesar Rp7 miliar.
Iqbal mengakui dalam proses negosiasi, Denada tidak dapat hadir karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan.
"Dalam berkas mediasi, permintaan penggugat sama dengan isi gugatan, intinya meminta sebesar Rp7 miliar. Oleh karena itu kami menyampaikan keberatan dan mediasi dianggap gagal," ujar Muhammad Iqbal dalam wawancara virtual, malam Kamis.
Meskipun mediasi tidak berhasil, Iqbal menegaskan bahwa Denada tetap membuka jalan perdamaian dengan Reza.
"Tidak menutup kemungkinan jika pada suatu saat nanti terjadi perdamaian, kami tetap akan berusaha," kata Iqbal.
(Wartakota/Ari) ((news.com/ Bayu Indra Permana)