
Ringkasan Berita:
- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat secara resmi menggelar Retret PWI Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran para jurnalis dalam menjaga ketersediaan informasi, demokrasi, dan keamanan nasional.
- Pada kesempatan itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dalam upaya menciptakan jurnalis yang memiliki integritas.
Liputan Jurnalis Gayo Bustami | Bogor
Gayo.com, BOGOR -Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat secara resmi menggelar Retret PWI Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran para jurnalis dalam menjaga ketersediaan informasi, demokrasi, dan keamanan nasional.
Kegiatan ini secara resmi diluncurkan di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada hari Kamis (29/1/2026).
Upacara pembukaan dipimpin oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemhan RI, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, yang hadir mewakili Menteri Pertahanan.
Bersama dalam upacara tersebut adalah Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir serta Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang.
Mengenai agenda utama, panitia telah memastikan perubahan jadwal kehadiran Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin.
Meski awalnya dijadwalkan hadir pada Jumat (30/1/2026), Menteri Pertahanan dipastikan akan hadir langsung pada Sabtu (31/1/2026) pagi untuk memberikan materi utama kepada 160 peserta retret.
Rencana tersebut akan dilanjutkan dengan makan siang bersama yang menggunakan menu khusus dari Dapur Umum Kemhan.
Selain itu, Menteri Pertahanan juga direncanakan akan menambah sesi khusus "Menembak Bersama" sebagai wujud memperkuat sinergi dan kecepatan para jurnalis, dengan jadwal teknis yang akan disesuaikan pada hari Sabtu atau Minggu.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir menyatakan bahwa retret ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dalam rangka membentuk jurnalis yang memiliki integritas.
Ia menekankan kepentingan menciptakan jurnalis yang tidak hanya tangguh secara profesional dan etis.
Namun, ia juga memiliki kesadaran nasional yang kuat ketika menghadapi tantangan penyebaran informasi palsu serta perubahan dinamis informasi global.
Mitra Strategis Negara
Dalam rangka dengan visi tersebut, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam pidato tertulis yang disampaikan oleh Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyatakan bahwa pers merupakan mitra strategis negara.
Pengaturan informasi dan pembentukan pandangan masyarakat dianggap sebagai komponen penting dalam keamanan nasional.
Di manakah pers yang memiliki wawasan kebangsaan berperan memperkuat persatuan sambil tetap menghormati kemandirian konstitusional.
Retret yang berlangsung selama empat hari hingga tanggal 1 Februari 2026 diikuti oleh perwakilan PWI dari berbagai daerah di Indonesia.
Setelah acara pembukaan, peserta langsung mendapatkan materi tentang Building Learning Commitment (BLC) dan Pengantar Nilai Dasar Bela Negara.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Ferry Trisnaputra, para pejabat Eselon II Kemhan, serta jajaran pengurus PWI Pusat.(*)