Ribuan Pengikut Buddha Diberkati Avalokiteshvara oleh YM Chamgon Kenting Tai Situpa -->

Ribuan Pengikut Buddha Diberkati Avalokiteshvara oleh YM Chamgon Kenting Tai Situpa

18 Jan 2026, Minggu, Januari 18, 2026
Ringkasan Berita:
  • YM Chamgon Kenting Tai Situpa memimpin upacara pemberkatan Avalokiteshvara pada hari terakhir rangkaian Dharma Teaching and Empowerment.
  • Selama perjalanannya di Indonesia, Tai Situpa menyampaikan ajaran mengenai kebijaksanaan dan kasih sayang, yang menurut Majelis Palpung Indonesia memiliki akar kuat dari tradisi Dharma yang juga berasal dari Nusantara.
  • Prajna Murdaya bersama Kementerian Agama menekankan arti pentingnya kegiatan ini dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat perkembangan agama Buddha di kawasan Asia Tenggara.

JATENG.COM, JAKARTA – Suasana penuh ketenangan mengisi Hall JIExpo Kemayoran pada hari Minggu (18/1/2026).

Ratusan umat Buddha, baik yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara maupun luar negeri, berkumpul dengan tujuan satu: mendapatkan berkah Avalokiteshvara langsung dari salah satu guru paling tinggi dalam tradisi Karma Kagyu, Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Tai Situpa.

Acara ini menjadi puncak sekaligus penutup dari rangkaian kegiatanDharma Teaching and Empowerment yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan Majelis Palpung Indonesia.

Mulai pukul 09.00 WIB, antrian umat terus memanjang, menunjukkan semangat yang luar biasa untuk bertemu dengan sosok yang menjadi simbol kebijaksanaan dan kasih sayang.

Kembalinya ajaran ke tanah leluhur menyimpan pesan mendalam di balik kunjungan maraton yang dimulai dari Magelang (8-11 Januari) hingga berakhir di Jakarta (16-18 Januari).

Ketua Majelis Palpung Indonesia, Prajna Murdaya, menyampaikan bahwa ajaran yang dibawa Yang Mulia sebenarnya memiliki hubungan sejarah yang kuat dengan Indonesia.

Banyak ajaran yang disampaikan hari ini kemungkinan besar memiliki akar sejarah dari Indonesia, melalui tokoh penting seperti Atisha Dipankara. Oleh karena itu, umat di sini sebenarnya sedang mengalami kembali ajaran yang berasal dari tanah air mereka sendiri," kata Prajna.

Selain sekadar ritual, Prajna memiliki visi besar agar Indonesia tidak hanya menjadi "cabang", tetapi pusat pembelajaran Buddha di Asia Tenggara.

"Kami berharap Indonesia menjadi pusat pendidikan yang bernilai, seperti kantor pusat regional bagi para pencari kebijaksanaan," lanjutnya.

Sejalan dengan harapan tersebut, Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha Kementerian Agama, Nyoman Suriadarma, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif Walubi dan Majelis Palpung.

"Kegiatan ini sesuai dengan misi Kementerian Agama, yaitu mendekatkan umat pada agamanya, menumbuhkan rasa kasih sayang, serta memperkuat interaksi sosial yang harmonis," ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Guru Vajradhara memberikan pandangan spiritual yang lengkap bagi umat di Nusantara.

"Kehadirannya sangat diperlukan. Kami di Kementerian Agama selalu mendorong agar umat Buddha dekat dengan agamanya, memahami Dharma secara baik, dan yang paling penting: menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui kasih sayang dan sikap saling membantu," kata Nyoman.

Prosesi yang Menyentuh Hati 

Pukul 11.00 WIB, ketika Guru Vajradhara tiba di tempat tersebut, suasana menjadi penuh perasaan haru.

Setiap orang secara berurutan antri dengan tertib untuk menerima berkat Avalokiteshvara—wujud dari Bodhisattva yang melambangkan kasih sayang yang tak terbatas.

Bagi banyak orang, momen ini bukan hanya pertemuan secara fisik, tetapi pengalaman kejiwaan yang memperbaharui semangat mereka dalam menjalani kehidupan dengan lebih cerdas.

Setelah melakukan perjalanan dari Jawa Tengah hingga Jakarta, Sang Guru Vajradhara menutup kunjungannya, meninggalkan kesan damai di hati ribuan pengikutnya di Indonesia.

TerPopuler