Ringkasan Berita:
- Asap tebal berasal dari rumah warga RT 3 Sebengkok, Tarakan, diduga disebabkan oleh panci yang terbakar di atas kompor gas.
- Penghuni rumah, Zaenal, mengatakan lupa mematikan kompor saat memasak ikan lalu pergi ke acara tetangga.
- Warga yang cepat tanggap memecahkan kaca jendela agar bisa masuk dan mengatasi kobaran api, sehingga rumah terhindar dari kebakaran besar.
KALTARA.COM, TARAKAN - Setelah asap tebal muncul dari rumah warga RT 3, Kelurahan Sebengkok, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Minggu (26/12/2026) malam lalu, kejadian tersebut ditangani, namun masih tersimpan berbagai versi penyebab kebakaran yang menghancurkan panci milik pemilik atau penyewa rumah.
Awal mula cerita beredar tentang penyewa rumah bernama Zaenal yang memasak ikan mulai pukul 17.00 WITA.
Kemudian pergi dari rumah menuju tempat acara tetangga yang berjarak sekitar 50 meter.
Versi lainnya, istri Zaenal yang memasak lalu pergi meninggalkan rumah.
Cerita ini berkembang dan pada akhirnya diklarifikasi dan ditengahi oleh Bhabinkamtibmas di lokasi.
Petugas Bhabinkamtibmas Sebengkok, Aipda Samsudin, segera menuju rumah penyewa tempat kejadian perkara panci yang terbakar kemarin malam.
Tiba di lokasi, tampak jendela sudah terbuka lebar di bagian samping rumah.
Tampak potongan kaca masih menempel.
Di bawah jendela, pecahan kaca berserakan berjatuhan usai dipecahkan.
Masuk ke dalam rumah melalui pintu yang telah terbuka, berjalan menuju dapur yang terlihat bersih tanpa adanya sisa asap hitam yang menempel di dinding.
Bagian kompor juga bersih.
Kompor inilah yang semula digunakan memasak ikan menggunakan panci serta penutupnya.
Kompor ini terhubung ke tabung gas LPG 12 kg.
Penampakan panci tampak gosong.
Dimungkinkan ini yang memicu asap semakin melebar kluar celah pintu rumah.
Kompor terletak di atas meja kayu, terlihat bersih tanpa jejak asap hitam di dinding dapur.
Di luar rumah terdengar beberapa kali panggilan, dengan nada emosional yang memastikan bahwa cerita memasak ikan pukul 17.00 WITA tidak benar.
Bhabinkamtibmas Sebengkok memverifikasi langsung penghuni rumah.
Terlihat Zaenal, berpakaian hitam, ditanya mengenai kejadian sebenarnya yang menyebabkan asap muncul dari pintu rumahnya.
Menurut Zaenal, orang yang memasak bukanlah istrinya melainkan dirinya sendiri.
Istri itu sedang tidak berada di rumah karena membantu acara hajatan tetangga yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat tinggal mereka.
"Saya berada di luar rumah setelah memanaskan ikan," kata Zaenal.
Ia bangun di siang hari menjelang waktu Magrib.
Lalu pergi memasak ikan.
Dan meninggalkan kompor, menuju pintu rumah.
Kemudian saat sedang menunggu ikan matang, ia menerima telepon dari istrinya yang berada di lokasi acara pernikahan untuk segera pergi makan.
Itulah saat Zaenal langsung pergi dan lupa bahwa ia sedang memasak ikan.
Di sisi lain, di sudut rumah yang berbeda, istri Zaenal terlihat duduk lemah dan tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.
Beberapa tetangga juga menyarankan kepada istrinya untuk minum agar keadaan menjadi lebih tenang.
Jurnalis belum berhasil mewawancarai sang istri karena masih terlihat kaget dengan kejadian yang hampir menghancurkan rumah yang ia sewa.
Di lokasi yang sama, pemilik acara, Mirfa juga berada di tempat kejadian.
Mirfa turut memberikan penjelasan dan memperbaiki kekeliruan mengenai kejadian yang sebenarnya.
Mirfa menyampaikan bahwa istrinya sudah berada di rumahnya yang sedang mengadakan acara pernikahan, serta membantu di tempat penyelenggaraan acara tersebut.
Maka tidak benar apabila istri tersebut disebut telah memasak pada pukul 17.00 WITA dan kemudian meninggalkan rumah.
Mirfa mengatakan, istrinya memanggil suaminya ke rumahnya yang sedang mengadakan pesta makanan.
Jadi, suaminya dia diajak istrinya makan ke rumahku.
Suami ini tampaknya sedang memasak.
Tapi istrinya meneleponnya dan mengatakan ke rumah makan.
Nah ke sanalah mereka.
Mungkin dia lupa, tidak ingat, ke sana mereka," kata Mirfa.
Saat suami pergi ke rumah pengantin, seorang tetangga menelepon mengatakan bahwa rumah penyewa sudah mengeluarkan asap.
Tetangga langsung hancurkan jendela.
Rumah memang dalam keadaan terkunci.
Ia lupa memasak karena berada di dekat rumahnya.
Jadi pembelajaran juga.
Tidak ada kaca yang pecah," katanya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah
Baca Berita Terkini Kaltara di Google News