Siap Hadapi AS, Iran Miliki 1.000 Drone Baru yang Lebih Mematikan -->

Siap Hadapi AS, Iran Miliki 1.000 Drone Baru yang Lebih Mematikan

29 Jan 2026, Kamis, Januari 29, 2026

Bengkalispos.com.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 1.000drone telah diterima oleh berbagai cabang angkatan darat Iran. Seperti dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim pada hari Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Presiden AS Donald Trump yang mengingatkan akan adanya serangan jika Teheran menolak kesepakatan nuklir.

"Angkatan darat mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategisnya dalam pertempuran cepat serta memberikan tanggapan yang menghancurkan terhadap setiap pihak yang melakukan agresi," ujar Kepala Angkatan Darat Amir Hatami.

Laporan tersebut menyatakan bahwa penambahan terbaru diharapkan mampu meningkatkan kemampuan operasional dari empat cabang angkatan darat.

Ditambahkan bahwa droneyang dikembangkan oleh ahli infanteri bekerja sama dengan kementerian pertahanan. Pengembangandroneberdasarkan ancaman yang muncul dan pelajaran yang diperoleh dari perang 12 hari yang terjadi pada Juni 2025.

UAV (pesawat tanpa pilot) dikategorikan menjadi alat perusak, ofensif, pengintaian, dan perang elektronik, yang mampu menyerang target tetap maupun bergerak di area darat, laut, dan udara.

Sejak Iran mengambil tindakan terhadap protes yang diikuti dengan pemutusan akses internet, Presiden AS Donald Trump telah menunjukkan sinyal yang berbeda mengenai potensi campur tangan.

Washington ikut serta dalam perang 12 hari Israel pada bulan Juni yang bertujuan untuk melemahkan program nuklir dan rudal balistik Iran.

Pertimbangkan semua opsi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mempertimbangkan berbagai pilihan terkait situasi dengan Iran, termasuk melakukan serangan yang kuat dan tegas.

"Jika perintah serangan terhadap Iran dikeluarkan, Trump berharap bisa segera mengumumkan kemenangan," demikian laporan tersebut menyebutkan dengan merujuk pada sumber dan pejabat tak dikenal.

Namun, Trump menyadari serangan terhadap Iran jauh lebih rumit karena kemampuan militer negara tersebut. Ibu kota Teheran juga berada jauh dari garis pantai.

Perbedaan lainnya terletak pada jalur diplomasi. Sampai saat ini, pejabat Iran menolak untuk berkomunikasi dengan Amerika Serikat, sementara Venezuela diduga pernah menjalin kontak dengan pemerintahan Trump sebelum operasi militer dilakukan.

Trump pada hari Rabu menyatakan bahwa sebuah "armada besar" sedang bergerak menuju Iran dengan cepat. Ia memberi peringatan bahwa jika tidak ada kesepakatan yang tercapai, serangan Amerika Serikat di masa depan akan memiliki konsekuensi yang jauh lebih buruk.

Trump sebelumnya menyatakan dukungan kepada para demonstran di Iran dan mengancam akan melakukan serangan. Pernyataan tersebut mendapat kritik dari Iran, yang menyebutnya sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara tersebut.

TerPopuler