
Bengkalispos.com.CO.ID, DAVOS -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump menyebut teknologi Iron Dome saat berbicara dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Rabu (21/1/2026) waktu setempat. Ia juga membahas rencana pembangunan "Kubah Emas" untuk melindungi wilayah AS di Amerika Utara, dengan menyatakan bahwa teknologi di balik Iron Dome Israel "sepenuhnya diciptakan oleh Amerika".
Saya sudah menyampaikan kepada Bibi (Presiden Israel Benjamin Netanyahu) agar berhenti mengambil pujian terkait kubah itu," katanya menambahkan, "Itu adalah teknologi kami, itu milik kami.
"Apa yang telah kita lakukan untuk Israel sangat luar biasa, tetapi hal itu tidak sebanding dengan apa yang telah kita rencanakan untuk Amerika Serikat, Kanada, dan seluruh dunia," kata Trump dilaporkan dariThe Jerusalem Post.
"Kami akan membangun kubah yang berbeda dari yang lain. Kami melakukan ini demi Israel," kata Trump melanjutkan.
"Mereka melakukan pekerjaan yang baik, dan mereka menghilangkan ancaman nuklir Iran seperti yang tidak pernah dibayangkan oleh siapa pun," tambahnya.
Trump mengumumkan Golden Dome pada Mei 2025, menyatakan bahwa saat itu Amerika Serikat membantu Israel dengan sistem Iron Dome. Namun, ia menekankan bahwa Washington memiliki teknologi yang lebih canggih dibandingkan Israel.
Sistem tersebut diperkirakan memerlukan dana sebesar 175 miliar dolar AS atau kira-kira Rp 2.959 triliun, menurut laporan tersebut.Reuters pada Agustus 2025. Reutersmenyaksikan presentasi slide administrasi Trump mengenai proyek tersebut berdasarkan dua sumber yang memiliki pengetahuan tentang isu tersebut.
Angkatan Luar Angkasa militer Amerika Serikat memberikan sekitar enam kontrak kecil kepada Northrop Grumman, True Anomaly, Lockheed Martin, dan Anduril dalam rangka membangun prototipe pertahanan rudal yang saling bersaing. Selain itu, Trump menyatakan, diketahui dalam waktu tiga minggu apakah Hamas akan setuju untuk menyerahkan senjata mereka.
Ia juga mengancam akan mengambil langkah jika kelompok perlawanan di Gaza tidak melakukan hal tersebut. "Itu yang mereka setujui. Mereka harus melakukannya. Dan kita akan tahu... dalam dua atau tiga hari ke depan, tentu saja dalam tiga minggu ke depan – apakah mereka akan melakukannya atau tidak," ujar Trump dalam sesi tanya jawab setelah pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos.
Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan segera hancur. Mereka akan hancur.