UNIMMA Ikuti Pelatihan KKN MAs 2026, Perluas Dampak Pengabdian Masyarakat -->

UNIMMA Ikuti Pelatihan KKN MAs 2026, Perluas Dampak Pengabdian Masyarakat

29 Jan 2026, Kamis, Januari 29, 2026
UNIMMA Ikuti Pelatihan KKN MAs 2026, Perluas Dampak Pengabdian Masyarakat

JATENG.COM - Usaha Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terus dilakukan secara terus-menerus.

Komitmen tersebut salah satu bentuknya terlihat dari partisipasi UNIMMA dalam kegiatan Pelatihan Instruktur (ToT) KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) Tahun 2026 yang diadakan pada hari Selasa hingga Jumat (27–30/1/2026) di Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI), Lampung.

Kegiatan ini berfungsi sebagai bekal awal bagi perguruan tinggi dalam mempersiapkan KKN yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak yang nyata.

Pelaksanaan KKN MAs 2026 direncanakan berlangsung dari tanggal 31 Juli hingga 10 September 2026 di kawasan binaan Universitas Muhammadiyah Malang, yang melibatkan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

Untuk memperkuat persiapan, forum ToT juga menyampaikan potensi daerah serta program prioritas Pemerintah Kabupaten Malang yang diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pengabdian mahasiswa agar lebih sesuai dengan konteks dan arah yang jelas.

Pada kegiatan tersebut, UNIMMA diwakili oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Ns. Sumarno Adi Subrata, M.Kep., Ph.D., bersama Ns. Robiul Fitri Masithoh, M.Kep., dosen UNIMMA yang juga menjadi anggota panitia pusat.

Ketua LPPM UNIMMA mengatakan bahwa partisipasi UNIMMA dalam ToT KKN MAs 2026 memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pelaksanaan KKN di masa mendatang.

"KKN MAs ini sangat penting bagi LPPM UNIMMA dalam melakukan standarisasi pengelolaan KKN. Melalui kegiatan ini, UNIMMA mampu memperkuat keterkaitan dan kerja sama antara kegiatan pengabdian masyarakat dengan penelitian dosen yang berkaitan dengan isu-isu terkini nasional," katanya.

Selanjutnya, Adi menekankan bahwa hasil ToT diharapkan mampu mendorong pelaksanaan KKN yang lebih memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

"Harapan kami pelaksanaan KKN berikutnya benar-benar mampu menyelesaikan masalah masyarakat, khususnya melalui penerapan hasil penelitian yang dapat diterapkan di tengah masyarakat," tambahnya.

Selain memperkuat tata kelola KKN, forum ToT juga menjadi wadah kerja sama antar PTMA untuk memperkuat jaringan dan pertukaran metode terbaik.

"Forum PTMA ini memberikan akses jaringan kerja sama yang lebih luas serta pertukaran pengalaman terbaik. Manfaat utamanya adalah memperkuat identitas Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam pelayanan, di mana UNIMMA dapat bekerja sama dengan PTMA lain untuk menyelesaikan masalah lintas wilayah secara bersama, sekaligus meningkatkan pengakuan institusi pada tingkat nasional," katanya.

Sebagai tindak lanjut setelah mengikuti ToT, LPPM UNIMMA akan segera melaksanakan sosialisasi teknis kepada mahasiswa serta calon Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

"Di tahap awal, diharapkan sekitar 10 hingga 50 mahasiswa UNIMMA dapat ikut serta dalam program KKN MAs 2026," katanya.

Adi berharap pelaksanaan KKN MAs 2026 nantinya mampu menyelenggarakan program pengabdian yang kreatif dan berkelanjutan.

"Harapan utamanya adalah KKN MAs 2026 mampu menghasilkan inovasi untuk mengatasi masalah kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi di lokasi penempatan. Selain itu, diharapkan adanya kelanjutan program, sehingga kerja sama yang terjalin selama KKN tetap berlangsung meskipun masa pengabdian telah selesai," ujarnya. (***)

TerPopuler