Uston Nawawi Tak Lagi Jadi Asisten Pelatih! Ini Daftar Staf Persebaya Era Bernardo Tavares -->

Uston Nawawi Tak Lagi Jadi Asisten Pelatih! Ini Daftar Staf Persebaya Era Bernardo Tavares

26 Jan 2026, Senin, Januari 26, 2026

Bengkalispos.com—Uston Nawawi tidak lagi menjabat sebagai asisten pelatih Persebaya Surabaya. Perubahan posisi legenda Green Force ini menjadi perhatian utama selama masa kepelatihan Bernardo Tavares yang mulai menunjukkan arah yang jelas.

Nama Uston Nawawi kini terdaftar sebagai direktur teknik dalam tim. Posisi ini telah tercatat secara resmi dalam dokumen DSP I.League sebelum pertandingan PSIM Yogyakarta melawan Persebaya Surabaya dilaksanakan.

Perubahan susunan tim ini terjadi seiring dengan hasil positif Persebaya Surabaya pada pekan ke-18. Green Force memperoleh kemenangan yang meyakinkan dengan skor 3-0 melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Bantul, pada hari Minggu sore (25/1/2026).

Tiga gol yang dicetak oleh Persebaya Surabaya dihasilkan oleh Gali Freitas, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto. Hingga wasit meniup peluit akhir, keunggulan tiga gol tanpa balas tetap terjaga.

Kemenangan ini mengantarkan Persebaya Surabaya membawa tiga poin penting dari Bantul. Kondisi Green Force tetap berada di posisi keenam dalam klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan total 31 poin.

Namun, perhatian masyarakat tidak hanya berfokus pada hasil akhir pertandingan. Perubahan jabatan Uston Nawawi menjadi direktur teknik justru memicu perdebatan panas di kalangan penggemar Bonek.

Uston selama ini dianggap sebagai tokoh utama dalam tim pelatih. Kini, perannya berubah untuk menitikberatkan pada aspek teknis dan perkembangan tim secara keseluruhan.

Dengan struktur yang baru, Bernardo Tavares tetap berada di posisi sebagai pelatih utama. Pelatih asal Portugal ini memimpin Persebaya Surabaya dengan bantuan tim yang semakin lengkap.

Jabatan manajer tim diisi oleh Sidiq Maulana Tualeka. Andri Suyoko melaksanakan tugas sebagai sekretaris tim Persebaya Surabaya.

Dalam hal teknis di lapangan, Bernardo Tavares didampingi oleh Paulo Renato Goncalves Duarte dan Shin Sanggyu sebagai asisten pelatih. Di sisi lain, Felipe Martins Goncalves ditunjuk sebagai pelatih kiper.

Tim medis juga didukung oleh Ahmad Ridhoi sebagai dokter tim. Yogha Rasta Aditya Chasantana dan Dani Maulana Nugraha menjabat sebagai fisioterapis.

Tugas logistik tim diemban oleh Sutrisno sebagai manajer tim. Susunan staf ini menjadi tanda awal era baru Persebaya Surabaya di bawah pimpinan Bernardo Tavares.

Hasil yang diraih di Bantul menjadi bukti awal kuatnya kinerja tim tersebut. Bernardo Tavares menganggap para pemainnya tampil jauh lebih baik pada babak kedua.

"Saya pikir tim kami di babak kedua mengalami perkembangan yang signifikan, demikian pula para pemain yang mampu turun dan bermain," ujar Tavares setelah pertandingan. Ia melihat reaksi positif dari para pemain yang tampil disiplin serta penuh semangat.

Pelatih berusia 45 tahun tersebut menganggap kemenangan Persebaya Surabaya memang pantas diraih. dominasi permainan dan banyaknya peluang menjadi faktor utama dalam pertandingan tersebut.

"Dan saya pikir di babak kedua, kami layak menang karena kami menghasilkan banyak kesempatan," tegas mantan pelatih PSM Makassar. Ia menyebut bahwa permainan tim semakin dewasa setelah jeda.

Persebaya Surabaya sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencetak lebih banyak gol. Beberapa peluang bagus tercipta tetapi tidak semua diubah menjadi gol tambahan.

"Kami memiliki peluang lebih besar untuk mencetak gol yang lebih banyak, jadi saya sangat puas dengan para pemain," ujar Tavares. Ia mengapresiasi usaha keras dan semangat bermain tim Green Force.

Walaupun meraih kemenangan besar, Bernardo Tavares tetap menekankan pentingnya menjaga sikap. Ia mengingatkan timnya agar tidak terlalu larut dalam kegembiraan kemenangan.

"Tetapi kita perlu bersikap rendah hati, karena ketika kita menang, bukan berarti segalanya sempurna, dan ketika kita kalah, bukan berarti semuanya buruk," tegasnya. Prinsip ini menjadi dasar kerja tim dalam era barunya.

Kemenangan melawan PSIM Yogyakarta menjadi bekal berharga bagi Persebaya Surabaya. Konsistensi dalam meraih hasil positif diperlukan agar tetap bertahan di puncak klasemen.

Di sisi lain, perubahan posisi Uston Nawawi memberikan ciri khas tersendiri. Tugas sebagai direktur teknik diharapkan memperkuat kelanjutan filosofi bermain Persebaya Surabaya.

Uston memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klub dan para pemain. Pengalaman yang dimilikinya dianggap dapat mendukung proses perkembangan tim dalam jangka panjang.

Masa kerja Bernardo Tavares bersama tim staf baru mulai menemukan ritmenya. Kombinasi hasil di lapangan dan perbaikan struktur menjadi tanda positif bagi Persebaya Surabaya.

Dengan kemenangan di Bantul dan tim yang kuat, Persebaya Surabaya menyambut pertandingan-pertandingan berikutnya dengan penuh harapan.

Green Force mulai memperkuat dasar untuk bersaing secara lebih konsisten di Super League 2025/2026.

TerPopuler