
Bengkalispos.com- Setelah peluit akhir pertandingan antara Real Madrid dan Levante ditiup, Vinicius Jr. tidak ikut berada di lapangan bersama rekan-rekannya untuk menyapa para penggemar. Berdasarkan laporan Defensa Central, setelah 90 menit penuh tekanan, di mana pemain asal Brasil itu terus-menerus menerima ejekan, pemain dengan nomor punggung tujuh itu langsung bergegas menuju ruang ganti tanpa menoleh ke arah Santiago Bernabéu pada malam Sabtu.
Vinicius pergi dari Bernabéu tanpa menyampaikan salam perpisahan kepada para penggemar. Keputusan ini semakin memperkuat adanya jarak yang semakin terasa antara dirinya dan publik stadion.
Sementara sebagian besar pemain Real Madrid tetap berada di lapangan untuk memberikan tepuk tangan dan menghormati para penggemar, Vinicius memilih jalur yang berbeda.
Pada pertandingan tersebut, Vinicius menjadi sasaran utama kemarahan para penggemar. Tekanan ini muncul akibat tersingkirnya Real Madrid secara tak terduga dari Copa del Rey melawan Albacete, serta serangkaian hasil negatif yang berujung pada pemecatan pelatih sebelumnya.
Selama pertandingan, ejekan terus-menerus datang. Vinicius berusaha bertahan secara mental, tetapi setelah pertandingan selesai, emosinya tidak lagi bisa dikendalikan.
Saat sedang berjalan menuju ruang ganti, Vinicius sempat bertemu dengan Asensio dan Huijsen. Keduanya berusaha memberikan dukungan dan menenangkan sang pemain sayap.
Namun, Vinicius terlihat sudah memutuskan dengan tegas. Ia hampir tidak merespons ucapan selamat dari rekan satu timnya dan enggan berbicara dengan siapa pun, meskipun mereka berusaha menenangkannya setelah kejadian di Bernabéu.
Percakapan Florentino dengan Vinicius
Keadaan tersebut akhirnya memaksa Florentino Pérez untuk turun tangan. Presiden Real Madrid ikut masuk ke ruang ganti setelah pertandingan guna berkomunikasi dengan para pemain, dengan perhatian utama tertuju pada Vinicius.
Di tengah suasana yang penuh perasaan, Florentino berusaha menenangkan pemain tersebut, mengajaknya untuk tetap sabar dan memahami kondisi yang sedang dihadapi.
Florentino menekankan bahwa ekspektasi tinggi dari para penggemar muncul karena mereka yakin Vinicius adalah pemain yang mampu memengaruhi hasil pertandingan.
Ia diharapkan tetap tenang, menunjukkan kematangan, serta percaya bahwa dukungan masyarakat akan kembali seiring berjalannya waktu.
Vinicius kini sedang mengalami masa yang sulit. Hubungannya dengan para penggemar yang selama ini menjadi sumber kekuatannya kini tampak mulai renggang.
Jarak emosional yang semakin melebar mulai memunculkan keraguan tentang masa depannya di Real Madrid, sesuatu yang hampir tidak terbayangkan beberapa musim sebelumnya.
Florentino menyadari sepenuhnya kondisi mental pemain Brasil tersebut. Oleh karena itu, ia memilih pendekatan yang lebih personal dan penuh perhatian, berjanji bahwa kasih sayang dari publik Bernabéu akan kembali.
Sejarah membuktikan bahwa nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane juga pernah mengalami ejekan di stadion yang sama. Vinicius kini harus melewati masa ini dengan kepala tegak.