Virus Nipah Mewabah di India, Kemenkes RI Jelaskan Gejala dan Penularannya -->

Virus Nipah Mewabah di India, Kemenkes RI Jelaskan Gejala dan Penularannya

26 Jan 2026, Senin, Januari 26, 2026

Bengkalispos.com- Tiga kasus baru infeksi virus Nipah dikonfirmasi terjadi di India pada awal minggu ini.

Perkara ini menambahkan dua kasus pasien positif sebelumnya yang melibatkan tenaga perawat, seorang pria dan wanita. Mereka bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Barasat dekat ibu kota provinsi Kolkata.

Tiga pasien baru yang terkonfirmasi positif virus Nipah masih berasal dari kalangan tenaga kesehatan. Profesi mereka meliputi dokter, perawat, dan staf medis, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Press Trust of India.

Dengan demikian, total 5 warga di India terbukti positif terinfeksi virus Nipah. Catatan kasus ini memicu pemerintah India untuk segera mengambil tindakan mencegah penyebaran yang lebih luas.

Setidaknya hampir 100 warga India saat ini sedang dikarantina di rumah mereka guna mencegah penyebaran virus Nipah.

Sementara pasien yang terinfeksi baru-baru ini dirawat di rumah sakit penyakit menular di Belghata, Kolkata bagian timur.

Gejala virus Nipah

Virus Nipah bukanlah sesuatu yang asing dalam bidang virologi. Virus ini pertama kali ditemukan pada spesies kelelawar dan diidentifikasi pada tahun 1998 saat wabah penyakit menyerang peternak babi di Malaysia dan Singapura.

Pada tahun 2018, virus Nipah menewaskan puluhan orang di Kerala, sebuah provinsi yang terletak di pesisir barat daya India.

Sampai saat ini, para pakar di negara tersebut setiap tahun berjuang menghadapi penyebaran virus Nipah.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan(Kemenkes)mengeluarkan peringatan mengenai penyebaran virus Nipah pada tahun 2023 lalu.

Dilansir dari situs resmi Kemenkes, virus Nipah memiliki masa inkubasi selama 4 hingga 14 hari sebelum gejala mulai muncul.

Setelah sekitar dua minggu, pasien akan mengalami gejala yang bervariasi mulai dari ringan hingga parah, bahkan bisa membahayakan nyawa.

Berikut adalah tanda-tanda virus Nipah yang perlu diwaspadai:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Sesak napas
  • Muntah
  • Kesulitan menelan
  • Peradangan otak (ensefalitis).

Kondisi ensefalitis akibat virus Nipah dapat menyebabkan gejala berikut ini:

  • Kantuk berlebihan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Disorientasi
  • Perubahan mood yang signifikan.

Dalam kasus yang sangat parah, infeksi virus Nipah dapat berakibat fatal.

Jika menunjukkan gejala yang mengarah pada infeksi virus Nipah, masyarakat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Cara penularan virus Nipah

Berdasarkan informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang awalnya menularkan penyakit tersebut kepada babi.

Kelelawar merupakan reservoir alami virus Nipah sehingga virus tersebut tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar. Namun, virus Nipah bisa menyebar dari kelelawar ke hewan lainnya.

Penularan dari hewan ke hewan disebabkan lantaran penebangan hutan yang membuat kelelawar kehilangan habitat mereka. Sehingga, mamalia bersayap itu pindah ke permukiman manusia dan peternakan.

Dari hewan ke hewan, virus Nipah bisa menyebar ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti reservoir alami virus Nipah.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa seseorang dapat tertular virus Nipah melalui pengonsumsian daging hewan yang terinfeksi, khususnya jika daging tersebut tidak dimasak dengan sempurna.

Selain penyebaran dari hewan ke manusia, virus Nipah juga dapat menular antar sesama manusia.

Keadaan ini terjadi melalui kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, khususnya ketika pasien dalam keadaan menghasilkan banyak cairan tubuh, seperti air liur.

WHO menggolongkan virus Nipah sebagai patogen yang berisiko menyebabkan wabah. Selain itu, hingga kini belum ditemukan vaksin yang mampu melindungi dari infeksi ini.

Seberapa mematikan virus Nipah?

Dikutip dari The IndependentVirus Nipah terkait dengan tingkat kematian yang sangat tinggi, mencapai 40 hingga 75 persen, tergantung pada wabah dan jenis virus yang muncul.

Berdasarkan pendapat dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris, pasien mungkin mengalami dampak neurologis jangka panjang, seperti kejang yang berkelanjutan atau perubahan dalam sifat pribadi setelah tertular virus tersebut.

Namun, dalam kasus yang langka, ensefalitis dikatakan dapat kambuh setelah beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun dari infeksi awal, baik akibat kekambuhan maupun aktivasi ulang virus.

Dengan tingkat kematian yang tinggi, risiko wabah yang muncul, serta belum adanya vaksin, virus Nipah berpotensi memicu terjadinya wabah yang dapat mengakibatkan krisis global.

Cara menghindari penyebaran virus Nipah

Untuk menghindari penyebaran virus Nipah yang sedang mewabah, berikut beberapa tindakan yang dapat diambil:

  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang berpotensi berbahaya, seperti kelelawar dan hewan peliharaan.
  • Pastikan untuk mencuci sayur dan buah sebelum mengonsumsinya
  • Saat membersihkan kotoran atau air seni hewan yang berpotensi menularkan penyakit, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu bot, dan penutup wajah.
  • Menggunakan sabun dan air bersih untuk mencuci tangan sebelum serta setelah berhubungan dengan hewan atau seseorang yang sakit, khususnya yang menunjukkan tanda-tanda infeksi Nipah.
  • Pastikan hewan yang diolah dimasak dengan sempurna dan hindari mengonsumsi daging yang belum matang.

TerPopuler