Wamendikdasmen: Pembelajaran di Aceh, Sumut, dan Sumbar Berjalan Penuh Pasca-Bencana -->

Wamendikdasmen: Pembelajaran di Aceh, Sumut, dan Sumbar Berjalan Penuh Pasca-Bencana

26 Jan 2026, Senin, Januari 26, 2026

JAKARTA, Bengkalispos.com- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan bahwa proses belajar mengajar di daerah yang terkena bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali berjalan normal.

Hal ini diungkapkan Atip dalam pertemuan lintas kementerian mengenai penanggulangan bencana di wilayah Sumatera, Senin (26/1/2026).

"Alhamdulillah hingga saat ini, proses pembelajaran di ketiga provinsi tersebut telah selesai 100 persen," kata Atip dilaporkan dari tayangan tersebut.Kompas TV, Senin.

Secara keseluruhan, jumlah sekolah yang terkena dampak di tiga provinsi tersebut mencapai 4.859 sekolah. Tantangan yang masih ada, menurutnya, adalah perbaikan fasilitas dan infrastruktur pendidikan yang mengalami kerusakan.

"Yang masih tersisa dan perlu segera dilakukan adalah perbaikan fasilitas fisiknya," kata Atip.

Di Provinsi Aceh, jelas Atip, sebanyak 2.966 sekolah telah kembali melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing karena kerusakannya hanya ringan dan cukup dibersihkan.

Namun, sekitar 82 sekolah masih melaksanakan proses pembelajaran di dalam tenda dan ruang kelas darurat.

"Dan ini yang membutuhkan dan akan segera diperbaiki, semoga pada bulan Februari ini sudah selesai untuk sekolah di tenda dan sekolah darurat," katanya.

Selain itu, terdapat 25 lembaga pendidikan di Aceh yang sementara waktu menggunakan bangunan lain akibat kerusakan parah.

Lembaga pendidikan tersebut dianggap tidak layak untuk dibangun kembali di lokasi sebelumnya, sehingga memerlukan pemindahan ke area yang lebih aman.

"Kami membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah dalam proses relokasi serta dari BNPB untuk memastikan keamanan di lokasi baru tersebut," katanya.

Pembiayaan untuk pemindahan dan perbaikan fisik sekolah, menurut Atip, akan memanfaatkan dana revitalisasi dalam anggaran tahun 2026.

Di sisi lain, di Sumatera Barat terdapat 21 sekolah yang masih melakukan pembelajaran di tenda dan kelas darurat serta dua sekolah yang mengalami kerusakan parah dan sedang menumpang.

Sementara di Sumatera Utara, Atip menyatakan tidak ada sekolah yang memiliki status menumpang.

TerPopuler