
Ringkasan Berita:
- Petugas pemadam kebakaran Ciamis melakukan evakuasi sarang tawon vespa dengan ukuran diameter 30 cm di dalam rumah penduduk.
- Proses evakuasi berjalan dengan lancar dan aman, tanpa mengakibatkan luka atau korban jiwa.
- Warga diminta untuk tidak mengatasi hewan berbahaya sendirian, segera laporkan ke Damkar.
Liputan Jurnalis Priangan.com, Ai Sani Nuraini
PRIANGAN.COM, CIAMIS –Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis melakukan evakuasi sarang tawon vespa yang terletak di sebuah rumah warga di Jalan R.E. Martadinata, Kampung Lebak, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, pada malam Minggu (25/1/2026).
Evakuasi dilakukan setelah Badan Penanggulangan Bencana menerima laporan dari warga yang merasa khawatir terhadap keberadaan sarang lebah besar di bagian atap rumah.
Pemrosesan dimulai sekitar pukul 20.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 21.10 WIB.
Kepala Divisi Pencegahan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, mengungkapkan bahwa laporan datang dari pemilik rumah bernama Nana Supena (53).
Kehadiran sarang tawon vespa tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga yang sedang melakukan perbaikan rumah.
"Awalnya tetangga pelapor melihat banyak tawon terbang di area atap rumah saat sedang dalam proses perbaikan. Setelah diberitahu kepada pemilik rumah dan dilakukan pemeriksaan, ternyata ada sarang tawon yang menempel di bagian lisplang rumah," kata Budi Rahmat saat dimintai konfirmasi, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, pemilik rumah kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mako UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Ciamis karena khawatir sarang lebah akan semakin berkembang dan mengancam keselamatan warga sekitar lokasi.
Berdasarkan pengecekan yang dilakukan oleh petugas di lapangan, sarang tersebut adalah sarang lebah tawon vespa (Vespa affinis) dengan diameter sekitar 30 sentimeter dan tinggi atau panjang sekitar 50 sentimeter.
Jenis lebah ini terkenal dengan gigitan yang berbahaya dan sikapnya yang agresif jika merasa terancam, sehingga kehadirannya di daerah permukiman dianggap membahayakan.
Melanjutkan laporan tersebut, Damkar Ciamis mengirim tiga petugas ke lokasi, yaitu Andi Kuswandi, Iik Abdul Kholik, dan Bima Bayu Putra.
Sementara itu, petugas lain tetap berjaga di Mako UPTD Damkar guna menghadapi laporan darurat yang mungkin datang.
Pengungsian dilakukan dengan memanfaatkan satu kendaraan pemadam kebakaran, dengan tetap memprioritaskan keselamatan petugas dan masyarakat sekitar.
Petugas juga memverifikasi kondisi area sekitar lokasi tetap aman sebelum dan setelah proses evakuasi dilakukan.
"Alhamdulillah, proses penanganan sarang lebah berjalan dengan aman dan lancar. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini," ujar Budi Rahmat.
Setelah sarang lebah berhasil dipindahkan, petugas kembali ke Mako UPTD Damkar Kabupaten Ciamis untuk melanjutkan tugas pengawasan.
Budi Rahmat juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan tindakan sendiri jika menemukan sarang lebah atau hewan berbahaya lainnya di sekitar permukiman.
"Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan ke Damkar atau instansi terkait. Penanganan sendiri sangat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan," tutupnya.(*)