
Tiongkok memperluas kebijakan bebas visa kepada sejumlah besar negara di Asia, Amerika Latin, Timur Tengah, dan sebagian besar Eropa. Salah satu yang terbaru adalah Swedia. Negara tersebut kini mendapatkan akses bebas visa keCinapada 10 November 2025, dan berlaku sampai dengan 31 Desember 2026.
Berdasarkan laporan Administrasi Imigrasi Nasional Tiongkok, tercatat 178 juta keberangkatan dan kedatangan hanya dalam kuartal ketiga tahun 2025, serta jumlah pendatang asing yang tidak memilikivisa meningkat sebesar 48,3 persen.
Lebih dari 20 juta pengunjung asing memasuki negara tersebut tanpa perlu visa pada tahun 2024, angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah setempat terus memperluas kebijakan bebas visa dengan tujuan meningkatkan sektor pariwisata, perekonomian, serta pengaruh budaya.
Dampak positif bebas visa
Warga Georgia bernama Giorgi Shavadze menyambut baik kebijakan bebas visa ke Tiongkok. "Ini sangat membantu orang-orang dalam melakukan perjalanan karena proses pengajuan visa dan pengurusan dokumen terasa sangat merepotkan," katanya sebagaimana dilaporkan dariEuronews.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Oystein Sporsheim, yang berasal dari Norwegia. Dengan kebijakan bebas visa, dia tidak perlu lagi melakukan dua kali perjalanan pulang pergi ke kedutaan Tiongkok di Oslo. "Kantor kedutaan tidak selalu buka, sehingga prosesnya jauh lebih rumit," ujarnya.
Bagi para agen wisata, kebijakan tersebut juga memberikan dampak positif. Jenny Chao, Direktur Eksekutif WildChina, menyatakan bahwa bisnisnya naik 50 persen dibandingkan sebelum wabah pandemi. Ia cukup optimis bahwa kebijakan ini dapat berlangsung dalam jangka panjang. "Kebijakan visa baru ini sepenuhnya menguntungkan kami," katanya.
Daftar negara yang tidak memerlukan visa
Kebijakan bebas visa bagi sejumlah warga Eropa yang berkunjung ke Tiongkok dimulai pada Desember 2023. Khususnya untuk warga negara Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, dan Malaysia. Daftar negara tersebut terus bertambah, hingga bulan lalu lima negara Amerika Latin serta Uzbekistan memenuhi syarat untuk mendapatkan akses bebas visa. Ditambahkan pula empat negara di kawasan Timur Tengah, yaitu Bahrain, Kuwait, Oman, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Sekitar 75 negara diberikan izin masuk tanpa visa, termasuk penambahan Azerbaijan.
Negara-negara Eropa yang memiliki akses visa bebas ke Tiongkok meliputiAustria, Andorra, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Irlandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Luksemburg, Malta, Monako, Montenegro, Belanda, Makedonia Utara, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania,San Marino, Slovakia, Slovenia, Spanyol dan Swiss.
Dilansir dari Travel and Leisure Asia, warga Rusia juga memperoleh izin masuk tanpa visa ke Tiongkok selama 30 hari mulai tanggal 15 September 2025. Aturan ini berlaku hingga 14 September 2026.
Di sisi lain, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan bahwa Kanada juga akan mendapatkan akses tanpa visa ke Republik Rakyat Tiongkok. Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi maupun ketentuan terkait perjanjian bebas visa tersebut.
Namun, negara-negara besar yang tidak tercantum dalam daftar bebas visa Tiongkok, seperti Ceko, Lithuania, Inggris Raya, Ukraina, Indonesia, Amerika Serikat, dan Meksiko. Pemegang paspor dari negara-negara tersebut dapat menggunakan kebijakan transit, yang memungkinkan tinggal selama maksimal 10 hari.