Aksi Brutal ICE di Panggung Grammy 2026 -->

Aksi Brutal ICE di Panggung Grammy 2026

3 Feb 2026, Selasa, Februari 03, 2026

AJANG penghargaan musik bergengsi Grammy Awards 2026yang dihelat pada hari Minggu, 1 Februari 2026 di Crypto.com Arena, Los Angeles, bukan hanya menjadi perayaan prestasi para musisi global tetapi juga menjadi panggung protes terhadap kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump. Beberapa seniman memanfaatkan kesempatan kemenangan mereka untuk mengajak "ICE Out", sebuah kritik tajam terhadap U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang semakin mendapat pengaruh negatif karena tindakan kerasnya.

Bad Bunny dan Ajakan "ICE Out" di Panggung Grammy Awards 2026

Dilansir dari Variety dan People, salah satu momen paling mengejutkan malam itu datang dari Bad Bunny, rapper asal Puerto Rico yang memenangkan Grammy untuk kategori Album Musik Urban Terbaik denganDeBÍ TiRAR MáS FOToS. Saat naik ke panggung, dia memulai pidatonya dengan seruan, “ICE Out”, yang disambutstanding ovation ramai hadirin. "Kita bukan orang yang tidak beradab, bukan hewan, bukan makhluk asing. Kita adalah manusia dan kita orang Amerika," sambil memanggil untuk merespons kebencian dengan kasih sayang.

Bad Bunny, vokal mengkritik kekejaman ICE. Sebelumnya, rapper berusia 31 tahun itu mengatakan bahwa ia sengaja menghindari pertunjukan di Amerika Serikat selama tur karena takut akan penangkapan oleh ICE. Kini, Bad Bunny menjadi objek kritik dari Trump dan pendukungnya setelah pengumumannya sebagai bintang tamu utama dalam Super Bowl Halftime Show yang akan datang.

Pernyataan Bad Bunny mencerminkan pergerakan yang lebih besar dalam acara Grammy malam itu. Cincin dengan tulisan “ICE Out” dipakai oleh beberapa seniman di karpet merah dan selama acara, termasuk Billie Eilish, Kehlani, Justin dan Hailey Bieber, serta musisi lainnya yang menunjukkan dukungan terhadap para imigran.

Protes terhadap tindakan brutal ICEsetelah tindakan mereka yang menyebabkan kematian dua warga negara Amerika Serikat. Pada 7 Januari 2026, petugas ICE, Jonathan Ross membunuhRenee Nicole Good tinggal di Minneapolis, Minnesota. Pada 24 Januari 2026, juga di Minneapolis, perawat Alex Prettiyang bekerja di Departemen Urusan Veteran Amerika Serikat, menerima beberapa tembakan dan tewas dibunuh oleh petugas ICE.

Seniman Lain Berbicara: Billie Eilish, Kehlani, dan Bon Iver

Selain Bad Bunny, beberapa pemenang penghargaan Grammy juga memanfaatkan kesempatan mereka untuk menyuarakan isu imigrasi. Dilaporkan dariAP News, Billie Eilish pemenang penghargaan Lagu Terbaik Tahun Ini untuk “Wildflower”, dalam pidatinya mengatakan, “Tidak ada yang ilegal di tanah yang direbut,” serta meminta untuk terus berjuang dan bersuara sebelum akhirnya menyampaikan kritik yang disensor terhadap ICE. Eilish dan saudara laki-lakinya yang juga menjadi kolaboratornya, Finneas O’Connell, juga menggunakan pin protes di atas panggung, menurut laporanUSA Today.

Sementara itu, penyanyi Kehlani, memanfaatkan momen menerima penghargaan Grammy dalam kategori Penampilan R&B Terbaik untuk secara terbuka mengkritik ICE dalam pidatonya dan mendorong komunitas seniman agar bersuara menentang ketidakadilan. "Aku benar-benar ingin mengatakan persetan dengan ICE," ujar Kehlani kepada jurnalis.The Hollywood Reporter di karpet merah setelah mengucapkan hal yang sama selama pidato penerimaan penghargaan.

Tidak hanya itu, Justin Vernon dari Bon Iver, kepadaVarietymengungkapkan bahwa ia tampil dengan bros peluit sebagai tanda dukungan kepada para pengawas di Minneapolis yang selama berminggu-minggu meniup peluit untuk memberi peringatan warga saat agen (ICE) datang dan berusaha melindungi komunitas mereka. Kehadirannya di Grammy malam itu ia sebut sebagai bentuk penghormatan bagi mereka yang berjuang.

Grammy sebagai Panggung Aktivisme

Tradisi Grammy sebagai ajang penghargaan musik tampaknya berubah menjadi tempat ekspresi politik pada malam itu, dengan beberapa seniman menggabungkan penganugerahan dengan pesan sosial. Protes terhadap kebijakan pemerintahan Trump, khususnya operasi ICE yang menargetkan komunitas imigran, menjadi topik utama yang terdengar dalam pidato serta simbol-simbol yang dipakai oleh para nominasi dan pemenang.

Dilansir dari The Hollywood Reporter, Label “ICE OUT” dan “BE GOOD” adalah bagian dari kampanye bersama yang diinisiasi oleh American Civil Liberties Union, Maremoto, National Domestic Workers Alliance, dan Working Families Power. Kampanye ini dimulai pada acara Golden Globes pada 11 Januari lalu dan semakin berkembang seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap penegakan hukum imigrasi.

Gagasan cincin itu muncul hanya sekitar 36 jam sebelum Golden Globes. Nelini Stamp, Direktur Strategi Working Families Power mengatakan, setelah penembakan Good, kelompok aktivis memanfaatkan jaringan mereka di Hollywood hingga beberapa selebritas, termasukMark Ruffalo, Ariana Grande, dan Jean Smart menggunakannya dalam acara tersebut.

Kampanye ini terus berlanjut hingga ke Festival Film Sundance, berbagai acara penghargaan, dan akhirnya Grammy, yang sejak awal menjadi fokus utama karena musik dianggap sebagai alat perlawanan sosial. Menurut Stamp, para musisi telah "berada di garis depan dalam dunia hiburan" dalam menyampaikan kritik terhadap kebijakan imigrasi, khususnya selama masa jabatan kedua Trump.

IKFINA RAHMAH AULA

TerPopuler