
Ringkasan Berita:
- Whip pink (N2O) ditemukan di rumah Lula Lahfah, namun belum dapat dipastikan menjadi penyebab kematian karena tidak dilakukannya otopsi.
- Petugas mengamankan 16 bukti, termasuk noda darah, obat-obatan, serta bahan nikotin.
- Akun penjual whip pink tiba-tiba menghilang, memicu berbagai dugaan dari masyarakat.
- Lula memiliki riwayat kesehatan yang buruk selama ini, termasuk GERD dan infeksi.
- Buku catatan medis menyebutkan bahwa Lula meninggal karena berhentinya jantung dan pernapasan, serta isu mengenai overdosis tidak terbukti.
BENGKULU.COM -Kasus kematian Lula Lahfah semakin menarik perhatian setelah ditemukannya whip pink.
Whip pink sendiri adalah tabung gas yang selama ini akrab di dapur, alat pembuat whipped cream.
Tabung tersebut berisi nitrous oxide atau N2O, gas yang memang digunakan secara legal di dunia medis dan kuliner. Di dapur, gas ini berfungsi membuat krim mengembang dan menghasilkan busa yang lembut.
Di dunia kesehatan, N2O dikenal sebagai anestesi ringan dan penghilang rasa sakit. Namun, masalah timbul ketika gas ini digunakan di luar tujuan awalnya.
Dampak penggunaan berlebihan whip pink terhadap tubuh meliputi gangguan saraf seperti mati rasa, ketidakseimbangan, hingga kerusakan saraf. Pada kondisi tertentu, penyalahgunaan N2O juga bisa menyebabkan perubahan suasana hati, pingsan, dan hipoksia, yaitu keadaan di mana tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.
Kata kunci ngebalon whip pink menjadi viral di media sosial setelah Lula Lahfah ditemukan meninggal.
Saat ini keraguan para netizen mulai terbukti.
Bahwa benar adanya ditemukannya whip pink di rumah Lula Lahfah, khususnya disimpan di kamar asisten rumah tangganya.
Tabung whip berwarna pink yang ditemukan memiliki berat 2.050 gram.
Selain itu, Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri mengatakan ada beberapa barang bukti lainnya terdapat bercak darah.
Jumlah barang bukti yang ditemukan dan dianalisis sebanyak 16 item.
"Sebuah selimut berwarna putih diduga mengandung noda darah. Beberapa lembar tisu dan kapas bekas, diduga juga terdapat noda darah," kata Irfan dalam konferensi pers di Polres Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026), dilaporkan oleh Kompas.com.
"Kesimpulannya, noda darah pada seprai, kain kapas, dan tisu tersebut memiliki kemiripan DNA dengan LL (Lula), saudara kandungnya," ujar Irfan.
Selain itu, juga ditemukan sebuah kotak berwarna pink yang berisi puluhan butir obat beserta surat rujukan dari RSPI.
Obat-obatan yang ditemukan telah diperiksa dan terbukti efektif untuk mengobati penyakit yang sedang dialaminya.
Terakhir, cairan yang ditemukan adalah nikotin, bukan narkoba yang sering disangka.
Mengenai dugaan penyebab kematian Lula Lahfah akibat whip pink belum dapat dipastikan, karena pihak keluarga menolak untuk melakukan autopsi.
Maka tidak dapat diketahui apakah sebelum meninggal Lula Lahfah pernah menghirup whip pink atau tidak.
Namun whip pink tersebut ditemukan dalam keadaan kosong.
Akun Whip Pink Mendadak Hilang
Publik dikejutkan oleh hilangnya akun media sosial penjual produk whip pink yang mendadak tak lagi dapat diakses.
Peristiwa ini terjadi beriringan dengan pengungkapan sejumlah barang bukti dalam kasus kematian selebgram Lula Lahfah, kekasih YouTuber Reza Arap, yang ditemukan meninggal dunia di Apartemen Essence Darmawangsa, Jakarta Selatan.
Penutupan akun-akun tersebut langsung menarik perhatian besar dari netizen. Pasalnya, whip pink disebut sebagai salah satu alat bukti yang disita oleh aparat kepolisian dari tempat kejadian.
Penghilangan jejak digital dari produk tersebut memicu berbagai dugaan di kalangan masyarakat, meskipun pihak berwajib menyatakan bahwa proses hukum tetap berlangsung berdasarkan fakta dan bukti.
Riwayat Sakit Lula Lahfah
Lula mengakui bahwa ia telah mengalami sakit dalam jangka waktu yang lama, bahkan sejak tahun 2020.
Tadi tiba-tiba sulit sekali bernapas, dada terasa sakit parah sampai harus ke rumah sakit, rasanya seperti jantungku berdetak tidak normal, tapi setelah diperiksa alhamdulillah ternyata penyebabnya adalah asam lambung, meskipun masih sangat menyiksa, tapi syukur jantungku dalam kondisi sehat, tulis Lula pada 8 Februari 2020 di akun Twitter (X) @lullipop yang dikutip pada Sabtu, 24/1/2026.
Tidak hanya itu, beberapa waktu lalu, Lula juga pernah mengeluhkan bahwa kondisinya kembali tidak sehat.
Awalnya meriang dan badan terasa sakit, sendi terasa nyeri, bahkan saat dipegang pun terasa sakit, lalu mengalami demam tinggi, perutku sangat kram, bahkan bernapas saja terasa sakit, akhirnya saat ke rumah sakit diketahui aku terkena infeksi bakteri," kata Lula di akun Instagram pribadinya @lulalahfah.
"Terus setelah diperiksa, bakterinya berasal dari air seni, jadi aku mengidap ISK (Infeksi Saluran Kemih). Aku memang memiliki riwayat ISK karena dulu sering menahan buang air kecil. Nah, aku bingung kenapa aku tidak merasakan gejala sama sekali, ternyata karena aku kurang mengonsumsi air putih sehingga perutku menjadi kram," lanjut Lula.
Ia juga menceritakan bahwa selama ini memang jarang mengonsumsi air, meskipun itu dilakukan setelah makan.
"Aku tu entah kenapa selalu lupa untuk minum, aku takut kalo minum air banyak takut pengen pipis disaat yang tidak tepat, contoh dijalan aku tiba-tiba kebelet tapi ternyata malah bikin ISK,"
"Perutku masih sangat sakit, jadi tadi aku melakukan CT scan, semoga hasilnya baik-baik saja, aamiin," tutup Lula.
Tidak hanya sampai di sana, Lula juga kembali mengakui bahwa dirinya sedang sakit.
"Terlalu memikirkan hal-hal sampai mengakibatkan GERD, lalu semakin terlalu memikirkan karena takut mati," tulis Lula di akun Twitter-nya yang dikutip Bengkulu, Sabtu (24/1/2026).
Kronologi Lula Ditemukan
Kronologi kematian Lula Lahfah yang ditemukan di apartemen wilayah Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026).
Jenazah Lula ditemukan oleh petugas keamanan pada pukul 18.44 WIB.
Lula ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, berbaring di atas tempat tidur dengan selimut putih.
Kamar tersebut telah terkunci dari sisi dalam.
Kematian Lula pertama kali diketahui oleh ART, Asiah.
Ia merasa curiga karena Lula tidak memberikan tanggapan apa pun saat berada di dalam kamar.
Karena Lula juga sedang dalam keadaan tidak sehat.
Karena kekhawatiran tersebut, Asiah memohon bantuan dari empat orang manajer apartemen untuk membuka kamar.
Saat dibuka, Lula ditemukan dalam keadaan mulut terbuka dan berwarna biru.
"Tidak ada tanda-tanda penganiayaan," ujarnya.
Di dekat posisi Lula, juga ditemukan beberapa jenis obat-obatan.
"Obat-obatan ditemukan bersama surat perawatan jalan RSPI," katanya.
Temuan tersebut segera disampaikan kepada pihak yang berwenang guna dilakukan tindakan lebih lanjut.
Berdasarkan surat kematian yang dikeluarkan, Lula dikabarkan meninggal pada pukul 19.20 WIB.
Saat ini, Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap lebih lanjut tentang alur kejadian serta penyebab pasti kematian korban.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memberikan penjelasan mengenai informasi yang beredar tentang kondisi tubuh Lula saat ditemukan, termasuk laporan adanya perubahan warna di mulut dan lebam pada beberapa bagian tubuh.
"Lebam bisa saja berasal dari lebam kematian. Untuk memastikan penyebab kematian, harus dilakukan otopsi," ujar Budi saat dihubungi terpisah, malam Jumat.
Pernyataan ini menyatakan bahwa penyebab kematian belum bisa ditentukan tanpa pemeriksaan medis tambahan melalui prosedur otopsi.
Laporan Kesehatan Akhirnya Mengungkap Kebenaran Buku Medis Akhirnya Membuka Rahasia Arsip Kesehatan Akhirnya Mengungkap Fakta Bukti Medis Akhirnya Terungkap Kesaksian Kesehatan Akhirnya Terbongkar
Setelah beredarnya spekulasi yang tidak terkendali, dokumen medis resmi akhirnya diungkapkan kepada publik dan menjadi jawaban atas berbagai pernyataan yang beredar.
Surat Keterangan Kematian nomor 023/I/2026/SKK/MMC yang dikeluarkan oleh Mardhiyah Medical Clinic menyatakan penyebab kematian Lula Lahfah.
Di dalam dokumen tersebut, disampaikan bahwa Lula meninggal karena henti jantung (henti jantung dan henti pernapasan).
Fakta medis ini secara bersamaan menghilangkan ruang bagi berbagai isu yang sebelumnya ramai dibicarakan di media sosial.
Surat tersebut ditandatangani langsung oleh dr. Rizki Nirwandhi Putra dan menyebutkan bahwa Lula dikabarkan meninggal pada pukul 19.20 WIB.
Oleh karena itu, isu yang menghubungkan kepergian Lula dengan penggunaan obat-obatan, termasuk narasi "Lula Lahfah OD" dan "Lula Lahfah overdosis", telah terbukti tidak benar.