
Bengkalispos.com.CO.ID, JAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan, banjir masih menutupi sembilan wilayah rukun tetangga (RT) pada hari Minggu (1/2/2026) pagi. Selain itu, satu ruas jalan di Jakarta Barat dan Jakarta Utara masih terendam air.
"Ketinggian air sekitar 10-20 sentimeter (cm)," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Jakarta, Mohamad Yohan, saat dihubungi pada hari Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, hujan yang terjadi di kawasan Jakarta serta meluapnya Kali Semongol memicu kembali terjadinya banjir. Kejadian meluapnya sungai tersebut terjadi di dua RT yang berada di Jakarta Barat.
Selain tujuh RT lainnya yang hingga saat ini masih terkena dampak banjir, berada di Jakarta Utara akibat curah hujan tinggi, meluapnya Kali Angke dan Kali Nagrak. Yohan menyampaikan, ketinggian air banjir mencapai sekitar 10 cm.
"Untuk jalur banjir berada di Jalan Kamal Raya, Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat dengan ketinggian 15 cm," katanya.
Ia menambahkan, banjir yang terjadi juga menyebabkan 350 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, yaitu di Masjid Nurul Jannah dengan jumlah 125 jiwa dan SD Robiatul Adawiyah sebanyak 225 jiwa.
Berikut data PDB DKI Jakarta hingga hari Minggu pagi untuk sembilan RT yang terendam:
Di Jakarta Barat terdapat dua RT yang berada di Kelurahan Tegal Alur (tinggi permukaan air banjir: 20 cm).
Jakarta Utara memiliki tujuh RT yang mengalami ketinggian air banjir sebesar 10 cm. Tujuh RT tersebut terdiri dari:
Kelurahan Marunda (6 RT)
Kelurahan Kapuk Muara (1 RW)
Sebelumnya, pada hari Sabtu (31/1/2026) pagi, terdapat 30 RT di Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan yang masih terendam banjir. Tinggi air rata-rata mencapai maksimal 50 cm.
"Penyebab banjir di Jakarta Timur dan Selatan disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta meluapnya Sungai Ciliwung, sedangkan di Jakarta Utara akibat meluapnya Kali Angke dan Kali Nagrak," ujar Yohan pada Sabtu.