
BANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menyelenggarakan seminar dengan topik Pandangan Karier bagi Perawat di Jerman, Selasa (10/2/2026).
Acara ini dihadiri oleh pembicara Benedikt Schneider dan Adam Pamma, Direktur Malikal Zentrum Institute.
Program kuliah pakar ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, khususnya para perawat, secara virtual dan online serta oleh alumni sebagai upaya untuk memperluas wawasan mengenai peluang karier perawat di luar negeri, terutama di Jerman.
Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Ns. Endiyono, S.Kep., M.Kep., dalam pidatonya mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai tempat belajar dan berdiskusi.
"Semoga teman-teman dapat mengikuti kuliah pakar pada siang ini. Kita juga memiliki salah seorang mahasiswa yang diterima di Jerman, sehingga bisa menjadi acuan untuk bertanya mengenai administrasi. Kita perlu mampu mengubah pola pikir, karena dunia terus berkembang," kata Endiyono.
Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran narasumber serta partisipasi mahasiswa dalam acara tersebut.
Dalam penyampaian materinya, Benedikt Schneider menyampaikan bahwa kesempatan kerja bagi perawat di Jerman sangat luas. Namun, menurutnya, kemampuan berbahasa menjadi hal utama yang perlu dipersiapkan.
"Intinya adalah bahasa. Jika ingin bekerja di Jerman, kemampuan berbahasa harus benar-benar diasah," jelas Benedikt.
Ia menyampaikan bahwa kemampuan berbahasa bukan hanya menjadi persyaratan administratif, tetapi juga menjadi bekal yang sangat penting dalam menjalankan pekerjaan profesional serta menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja.
Di sisi lain, Adam Pamma menjelaskan aspek budaya kerja serta sistem profesional di Jerman.
Ia menekankan bahwa perawat yang bekerja di sana perlu mampu beradaptasi dengan budaya kerja yang disiplin dan berlandaskan standar.
Menurut Adam, menjadi seorang perawat di Jerman berarti mematuhi aturan dan standar kerja yang berlaku, termasuk sistem layanan kesehatan serta etika profesi.
Selain itu, ia juga menjelaskan berbagai fasilitas yang didapatkan oleh perawat yang bekerja di Jerman.
Salah satu yang menjadi perhatian peserta adalah tingkat upah yang menggunakan mata uang euro.
"Bagi perawat profesional, penghasilan bisa mencapai sekitar 4.000 euro. Selain itu, perawat yang bekerja di Jerman juga mendapatkan fasilitas sesuai dengan standar negara tersebut, termasuk jaminan asuransi," kata Adam.
Ia menyampaikan bahwa kesempatan kerja di Jerman tidak hanya menawarkan pekerjaan, tetapi juga menjamin kejelasan karier bagi tenaga kesehatan.
Program kuliah ini menjadi ruang dialog bagi mahasiswa yang berminat mengembangkan karier di luar negeri. Banyak mahasiswa memanfaatkan sesi tanya jawab untuk mencari informasi mengenai proses administratif, persyaratan, serta persiapan yang perlu dilakukan.
Melalui kegiatan ini, FIKES UMP berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan diri serta memiliki pandangan yang lebih luas dalam menghadapi dunia kerja di bidang keperawatan.