Ringkasan Berita:
- Wilayah Klaogin dan Sembra dianggap akan menjadi ikon pariwisata daerah.
- Pengelolaan yang baik kedua daerah wisata tersebut akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan berdampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah Sorong Selatan.
- Wilayah mangrove di Sorong Selatan layak dikembangkan sebagai objek wisata alam.
- Pengembangan sektor wisata selama ini masih kurang maksimal dan keterbatasan dana menjadi hambatan utama.
- Beberapa kelompok usaha telah menunjukkan perkembangan, seperti Mama-Mama Noken.
SORONG.COM, TEMINABUAN -Wilayah Klaogin dan Sembra dianggap akan menjadi ikon pariwisata daerah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Petronela Krenak dalam Podcast bersama Sorong Edisi 1 Tahun Bupati dan Wakil Bupati Sorong Selatan, pada Jumat (20/2/2025).
"Kabupaten ini dibuat oleh Tuhan sangat sempurna, hingga mendapat julukan Seribu Satu Sungai," katanya.
Menurutnya, pengelolaan yang baik kedua daerah wisata tersebut akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan berdampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah Sorong Selatan.
"Tidak hanya Sembra, bahkan Kali Kohoin yang berada di tengah kota Teminabuan jika dikelola dengan baik akan sangat luar biasa," katanya.
Selain potensi sungai, ia menyebut kawasan hutan mangrove di wilayah Sorong Selatan layak dikembangkan sebagai destinasi wisata alam.
Petronela mengakui bahwa pengembangan sektor pariwisata selama ini masih kurang memadai, dengan keterbatasan dana menjadi hambatan utama.
Ia mengatakan bahwa selama ini dinas pariwisata belum optimal dalam memperkenalkan potensi wisata ke luar wilayah.
Kendala anggaran daerah menjadi hambatan utama dalam pengembangan infrastruktur pariwisata.
"Rekan-rekan di dinas harus menyiapkan data, dan kita bawa ke kementerian yang relevan, agar mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat," katanya.
Menurutnya, pengelolaan yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat sering kali menghadapi keterbatasan dana.
Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya membuka kesempatan investasi melalui skema kerja sama dengan masyarakat adat, di mana investor berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sesuai peraturan daerah yang berlaku di Sorong Selatan.
Selain sektor pariwisata, pertumbuhan ekonomi kreatif di Teminabuan juga mendapat perhatian.
Petronela menyebut beberapa kelompok usaha telah menunjukkan perkembangan, seperti Mama-Mama Noken di kawasan Wayer dan Imekko yang memproses kain rumput menjadi pakaian.
Bahkan, selanjutnya, terdapat inovasi produk yang berasal dari sagu yang telah diolah menjadi minuman teh, yang menurutnya memiliki nilai jual yang tinggi.
"Kami saat ini sedang berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ujarnya.(sorong.com/astri)