
bengkalispos.comSaat Anda mendengar kabar menyenangkan—seperti naik jabatan, diterima di kampus idaman, bisnis berkembang, atau keinginan pribadi tercapai—reaksi orang lain sering kali lebih keras daripada ucapan selamat yang mereka berikan.
Berdasarkan psikologi hubungan, khususnya konsep active constructive responding yang diperkenalkan oleh psikolog seperti Shelly Gable, cara seseorang merespons kabar baik
Anda dapat menjadi tanda yang kuat untuk mengetahui apakah mereka benar-benar mendukung dan tulus merasa senang atas keberhasilan Anda.
Dikutip dari Geediting pada Sabtu (14/2), terdapat 6 hal yang dapat Anda pelajari dari respons seseorang ketika Anda menyampaikan berita baik.
1. Mereka Merayakan dengan Semangat (Bukan Hanya Sekadar Kewajiban)
Seseorang yang benar-benar mendukung akan menunjukkan kegembiraan yang jelas. Mereka tersenyum lebar, suara mereka lebih tinggi, dan mungkin berkata, "Serius? Ceritakan semuanya!"
Dalam psikologi, hal ini dikenal sebagai respons aktif-konstruktif—sebuah reaksi yang penuh semangat dan antusias. Mereka tidak hanya mengucapkan "selamat ya," tetapi juga turut merasakan kebahagiaan Anda.
Sebaliknya, jika tanggapannya datar atau hanya sekadar ucapan formal, mungkin mereka tidak benar-benar merasa bahagia bersama Anda.
Maknanya: dukungan yang tulus ditandai dengan keterlibatan emosional.
2. Mereka mengajukan pertanyaan dan ingin mengetahui informasi lebih lanjut
Orang yang tulus akan ingin tahu lebih banyak. Mereka bertanya:
Bagaimana cara prosesnya bisa berhasil?
“Apa langkah selanjutnya?”
“Kapan kamu mulai?”
Pertanyaan-pertanyaan ini mencerminkan keterlibatan emosional dan minat yang tulus. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berusaha memahami perjalanan Anda.
Maknanya: Minat terhadap detail adalah tanda mereka menghargai usaha dan proses Anda, bukan hanya hasil akhirnya.
3. Mereka Tidak Mengalihkan Fokus ke Diri Sendiri
Salah satu tanda kurangnya dukungan adalah ketika seseorang langsung membandingkan atau mengalihkan cerita ke dirinya. Misalnya:
Oh ya, aku juga pernah dulu...
Atasanmu masih bagus, dulu aku lebih sulit...
Ini dikenal sebagai respons aktif-destruktif atau pasif-destruktif dalam teori respons interpersonal. Alih-alih memperkuat kebahagiaan Anda, mereka justru mengalihkannya.
Pihak yang mendukung akan membiarkan momen tersebut menjadi milik Anda.
Maknanya: Dukungan yang tulus memberikan kesempatan bagi Anda untuk bercahaya tanpa merasa khawatir.
4. Mereka Tidak Mengurangi atau Mencari Sisi Buruk
Beberapa orang mungkin berkata:
Apakah kamu yakin mampu bertahan di posisi yang baru?
“Wah, beban tanggung jawabnya pasti sangat berat.”
“Perusahaannya kan terkenal keras.”
Meskipun terdengar masuk akal, respons semacam ini dapat mengurangi kebahagiaan Anda. Dalam psikologi, hal ini dikenal sebagai respons peredam—reaksi yang secara tidak sadar mengurangi emosi positif.
Seseorang yang benar-benar mendukung akan membantu Anda menikmati momen tersebut sebelum menghadapi tantangan.
Maknanya: Dukungan berarti memperkuat perasaan baik, bukan langsung menghilangkannya.
5. Mereka Selalu Mendukung, Meskipun Rasa Antusiasme Telah Meredup
Mudah untuk mengucapkan selamat di awal. Namun, orang yang benar-benar mendukung akan tetap berada di samping Anda setelahnya. Mereka mungkin:
Memperbarui informasi Anda beberapa minggu setelahnya
Menawarkan bantuan konkret
Memberikan semangat ketika Anda menghadapi tantangan yang baru
Penelitian di bidang psikologi positif mengungkapkan bahwa hubungan yang baik tidak hanya diuji ketika menghadapi tantangan, tetapi juga saat mencapai keberhasilan.
Maknanya: Bantuan yang nyata bersifat terus-menerus, bukan hanya sementara.
6. Mereka Merasa Bangga, Bukan Merasa Terancam
Keberhasilan Anda terkadang menjadi contoh bagi orang lain. Jika seseorang merasa tidak nyaman, ia mungkin menunjukkan tanda-tanda cemburu, sinis, atau menghina prestasi Anda.
Namun, orang yang benar-benar mendukung akan merasa bangga seolah keberhasilan Anda adalah bagian dari kebahagiaan bersama. Mereka tidak memandang pencapaian Anda sebagai ancaman terhadap harga diri mereka.
Berdasarkan teori perbandingan sosial yang diajukan oleh Leon Festinger, manusia secara alami melakukan perbandingan terhadap sesama. Namun, orang yang memiliki rasa percaya diri tinggi dapat mengapresiasi keberhasilan orang lain tanpa merasa terancam.
Maknanya: Bantuan yang tulus muncul dari rasa aman dan kepercayaan diri yang baik.
Mengapa Tanggapan terhadap Berita Baik Itu Penting?
Menariknya, penelitian mengungkapkan bahwa hubungan sering kali lebih dipengaruhi oleh cara pasangan atau teman merespons kabar baik daripada bagaimana mereka memberikan dukungan saat menghadapi kesulitan.
Menghadapi kabar baik merupakan hal yang berkaitan dengan membagikan kegembiraan—dan kegembiraan yang dibagikan mampu memperkuat hubungan emosional.
Jika seseorang:
Antusias,
Terlibat,
Tidak iri,
Tidak mengecilkan,
Dan tetap mendukung setelahnya,
kemungkinan besar mereka memang berada di pihak Anda.
Sebaliknya, jika Anda sering merasa perlu membatasi pencapaian agar tidak membuat mereka merasa tidak nyaman, mungkin terdapat dinamika yang perlu Anda pertimbangkan kembali.
Kesimpulan
Reaksi seseorang ketika Anda menerima kabar baik bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Tanggapan tersebut memberikan wawasan mengenai tingkat kematangan emosional, rasa aman, serta kualitas hubungan yang dimiliki.
Orang yang benar-benar mendukung Anda:
Merayakan tanpa syarat
Mendengarkan dengan tulus
Tidak merasa terancam
Dan tetap hadir dalam perjalanan Anda
Pada akhirnya, hubungan yang baik tidak hanya terletak pada seseorang yang menemani Anda saat Anda terjatuh—namun juga pada orang yang benar-benar bersorak saat Anda berhasil.