Cara Shalat Sunnah Tarawih 20+3 Witir untuk Wanita di Rumah -->

Cara Shalat Sunnah Tarawih 20+3 Witir untuk Wanita di Rumah

24 Feb 2026, Selasa, Februari 24, 2026
Cara Shalat Sunnah Tarawih 20+3 Witir untuk Wanita di Rumah

PRIANGAN.COM- Bulan Ramadan dianggap sebagai bulan yang penuh dengan berkah.

Selain beribadah puasa selama 14-15 jam sehari selama sebulan penuh, umat Islam dianjurkan melaksanakan salat sunnah yang hanya terdapat di bulan tersebut, yaitu Salat Tarawih.

Selain itu, salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilakukan secara berjamaah atau sendirian di malam hari setelah salat Isya dan sebelum salat witir selama bulan Ramadhan.

Waktu shalat tarawih yaitu setelah salat Isya sebelum tidur di malam hari.

Dikutip dari situs NU Online, sebagian besar mazhab Syafi'i melaksanakan shalat tarawih sebanyak 20 rakaat dengan 10 kali salam.

Beberapa umat Islam yang melakukan shalat tarawih sebanyak 20 rakaat berpegang pada hadis Nabi yang disampaikan oleh al-Baihaqi melalui Ibnu Abbas.

Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasa shalat di bulan Ramadan secara sendirian sebanyak dua puluh rakaat dan witir.

Maknanya: Nabi Muhammad saw benar-benar melaksanakan shalat di bulan Ramadhan tanpa berjamaah sebanyak dua puluh rakaat dan (ditambah) shalat witir.

Lalu bagaimana petunjuk sunnah mengenai sholat khusus pada bulan Ramadhan tersebut?

Cara Pelaksanaan Salat Tarawih 23 Rakaat

Seperti salat sunnah lainnya, tata cara salat Tarawih tidak terlalu berbeda, namun perbedaannya hanya terletak pada niat yang digunakan.

Untuk pelaksanaan salat Tarawih sebanyak 23 rakaat, penjelasannya adalah 20 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat witir, yang dibagi menjadi 10 kali dengan masing-masing 2 rakaat. Berikut cara melakukannya :

1. Membaca Niat

Niat Imam:

Saya melaksanakan shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam bagi Allah Ta'ala

Saya melaksanakan shalat tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam kepada Allah Ta'ala.

Artinya: Saya niat saalat tarawih dua rakaat menghadap kiblat, menjadi imam karena Allah ta'âlâ.

Niat makmum:

Saya menunaikan sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum kepada Allah Ta'ala.

Saya melakukan shalat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum kepada Allah Ta'ala.

Maknanya: Saya berniat melakukan salat tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Ta'ala.

2. Taktakbiratul ihram

3. Membaca doa iftitah

4. Membaca surat Al-Fatihah

5. Membaca surat-surat pendek

6. Ruku'

7. I'tidal atau berdiri untuk melakukan sujud

8. Sujud

9. Iftirasy (duduk di antara dua ruku')

10. Sujud Kedua

11. Bangkitlah untuk melaksanakan rakaat yang kedua

12. Membaca surat Al-Fatihah

13. Membaca surat-surat pendek

14. Ruku'

15. I'tidal

16. Sujud

17. Iftirasy (duduk di antara dua sujud)

18. Sujud kedua

19. Salam, membaca dua kalimat syahadat, membaca shalawat Ibrahimi

20. Salam

Niat dan Cara Melakukan Salat Witir Dengan 3 Rakaat

Ada dua cara melaksanakan salat Witir tiga rakaat, yaitu:

Salat witir yang terdiri dari 3 rakaat, yaitu 2 rakaat diikuti 1 rakaat, dengan dua kali salam.

Sekaligus 3 rakaat, dengan satu kali salam dan tidak mengucapkan tahiyat awal.

Seperti salat lainnya, salat witir dimulai dengan niat. Berikut bunyinya.

1. Witir Satu Rakaat

Saya melaksanakan shalat sunnah witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum untuk Allah Ta'ala.

Saya melaksanakan shalat Witri dengan menghadap kiblat, secara makmum, karena Allah Ta'ala.

Maknanya: "Aku berniat sholat sunnah Witir satu rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah SWT."

2. Witir 2 Rakaat

Saya melaksanakan dua rakaat shalat sunnah witir karena Allah Ta'ala

Saya melakukan shalat sunnah witru dua rakaat karena Allah Ta'ala

Maknanya, "Aku berniat shalat sunnah witir dua rakaat karena Allah SWT."

3. Witir 3 Rakaat

Saya menunaikan shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, secara terang-terangan (sebagai imam/makmum) kepada Allah Ta'ala

Saya melaksanakan shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat secara sendirian (imam/makmum) untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala

Maknanya: "Aku secara sengaja melakukan shalat sunnah witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam/makmum karena Allah Ta'ala."

(*)

Lihat artikel lain dari Priangan.com di Google News

TerPopuler