CENTCOM Pamer F-18 di Kapal Induk Abraham Lincoln, Israel Tandai Serangan ke Iran -->

CENTCOM Pamer F-18 di Kapal Induk Abraham Lincoln, Israel Tandai Serangan ke Iran

19 Feb 2026, Kamis, Februari 19, 2026
CENTCOM Pamer F-18 di Kapal Induk Abraham Lincoln, Israel Tandai Serangan ke Iran

CENTCOM Menampilkan Pesawat F-18 Mendarat di Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Israel Memberi Isyarat Serangan terhadap Iran

NEWS.COM- Komando Pusat Amerika Serikat (AS) (CENTCOM) membagikan di akun platform X-nya gambar dan video yang menampilkan pesawat tempur F/A-18 Super Hornet dari Skuadron Serangan Tempur ke-14 mendarat di dek kapal induk "Abraham Lincoln" di Laut Arab.

Postingan ini muncul di tengah persiapan Amerika Serikat untuk menyerang Iran, sementara proses negosiasi antara kedua negara masih berlangsung.

Pusat Komando Amerika Serikat juga menyampaikan bahwa pesawat tempur "Super Hornet" mampu beralih dari keadaan diam sepenuhnya ke kondisi terbang dalam waktu kurang dari tiga detik ketika ditembakkan oleh sistem katapel dari kapal induk.

Ini, menurut mereka, mencerminkan kemampuan operasional cepat kapal induk Amerika di medan operasi laut.

Israel Mengisyaratkan Serangan Mendatang terhadap Iran

Di sisi lain, seorang pejabat Israel mengungkapkan kepada saluran Kan dalam bahasa Ibrani pada hari Rabu (18/2/2026) malam bahwa persiapan besar sedang dilakukan menghadapi kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap Iran dalam waktu dekat.

Pejabat Israel juga menekankan bahwa Presiden AS Donald Trump belum mengambil keputusan akhir.

Trump mengirimkan lebih banyak sumber daya militer Amerika Serikat ke sekitar Iran, termasuk pantai Teluk, Timur Tengah, dan Eropa, yang merupakan salah satu penempatan pasukan AS terbesar di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam konteks terkait, pada malam ini diumumkan bahwa rapat kabinet politik-keamanan Israel yang sebelumnya direncanakan digelar besok, Kamis, ditunda hingga hari Minggu.

Wall Street Journal merujuk pada sumber Iran yang menyatakan, meskipun ada harapan yang disampaikan kemarin oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, masih terdapat kekhawatiran bahwa perbedaan pendapat antara Teheran dan Washington mengenai masalah nuklir sulit untuk diatasi.

Jika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran, maka Teheran telah menentukan Israel sebagai negara yang akan menjadi tempat balasan.

Terkait hal tersebut, hari ini, Komite Urusan Luar Negeri dan Keamanan Knesset Israel mengadakan rapat keamanan bersama kepala Komando Pertahanan Dalam Negeri, Mayor Jenderal Shay Kalber.

Pada sesi itu, Kalber menyampaikan:

Kami saat ini sedang menyiapkan kemungkinan peluncuran (rudal) dari Iran, dan kami akan memperbarui penilaian berdasarkan informasi yang akan diperoleh.

"Keputusan untuk memberikan peringatan sekitar sepuluh menit sebelum peluncuran rudal merupakan langkah yang sangat tepat. Mereka yang berada di dalam tempat perlindungan, kecuali jika menghadapi serangan langsung, berada dalam kondisi yang aman," katanya.

Ketua Komite, anggota legislatif dari partai Likud, Boaz Bismuth, menyatakan setelah sesi tersebut:

Setiap warga negara Israel pasti pernah bertanya-tanya beberapa kali dalam sehari kapan konfrontasi dengan Iran akan terjadi. Masyarakat sedang bersiap, pihak berwenang juga sedang bersiap. Dan kami di Knesset juga memastikan bahwa masyarakat dalam negeri siap menghadapi berbagai kemungkinan. Perang juga ditentukan di dalam masyarakat, bukan hanya di garis depan.

   

 (oln/khbrn/*)

TerPopuler