
Ringkasan Berita:
- Semua persiapan menyambut bulan penuh berkah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala sangat penting dilakukan saat masih di awal masa, termasuk amalan sebelum Ramadan yang sering diabaikan, serta kebutuhan iman dalam jiwa.
- Salah satu bentuk ibadah yang berkembang sebagai bagian dari kegiatan beragama serta kearifan masyarakat Muslim.
PRIANGAN.COM- Dua pantai yang berada di kawasan Tasikmalaya dan Garut akan menjadi tempat pemantauan hilal bulan Ramadan tahun 2026. Kedua pantai tersebut adalah Pantai Santolo dan Pantai Cipatujah. Kedua lokasi ini sering digunakan sebagai titik awal pengamatan untuk memulai puasa Ramadan.
Momen menyenangkan sahur, berbuka puasa, dan shalat tarawih akan segera tiba dalam waktu dekat.
Tentu saja, segala persiapan menyambut bulan penuh berkah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala di bulan yang bernama Ramadan ini, sangat penting dilakukan saat masih di awal masa waktu.
Selain persiapan fisik dan kebutuhan pokok, persiapan menyambut Ramadan juga melibatkan kesiapan jiwa yang tidak kalah penting, seperti yang kita ketahui.
Karena itu, mempersiapkan kebutuhan iman di dalam jiwa menjadi komponen utama pada kesempatan ini.
Salah satu bentuk aktivitas yang tumbuh sebagai bagian dari kegiatan beragama serta kebijaksanaan umat Islam.
Maka apa saja perbuatan yang dapat dilakukan pada detik-detik awal masuknya bulan Ramadan 2026 ini?
Berbagai Kegiatan Penting dalam Menyambut Bulan Puasa
1. Berniat dengan Niat yang Terbaik
Niat merupakan fondasi penting dalam setiap perbuatan, menjelang Ramadan, saat banyak umat Muslim memperkuat komitmen untuk beribadah.
Kegiatan seperti membaca Al-Qur'an bersama, beramal kebajikan, dan memohon pengampunan sering diatur sejak awal, guna memastikan kesabaran dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan.
2. Kesiapan fisik dan mental yang sudah seharusnya ada
Kondisi tubuh yang sehat merupakan hal krusial dalam menjalani puasa.
Persiapan pola makan, istirahat, dan kebugaran kerap dilakukan.
Kesiapan jiwa juga diperlukan agar ibadah dapat dilakukan dengan lebih fokus dan membantu menjaga keseimbangan emosi selama menjalani puasa.
3. Berdoa ketika bulan sabit mulai terlihat sepanjang Ramadan
Menyaksikan bulan sabit menjadi tanda dimulainya bulan puasa dalam kalender Hijriah. Saat ini biasanya diiringi dengan doa sebagai bentuk ekspresi rasa syukur.
Doa tersebut mengandung harapan akan rasa aman, keyakinan, dan kesejahteraan. Tradisi ini menunjukkan hubungan spiritual yang dekat umat terhadap perayaan Ramadan.
Saat kita berhasil melihat bulan sabit Ramadhan, sebaiknya melakukan doa berikut ini:
Ya Allah, haturkanlah dia kepada kami dengan rasa aman dan iman, keselamatan dan keislaman, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, bulan purnama yang membawa kebaikan.
Maknanya: "Ya Allah, jadikanlah bulan Ramadhan ini membawa kedamaian, keyakinan, keselamatan, dan keislaman bagi kami. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah, wahai bulan yang memberi petunjuk dan kebaikan," (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).
Karena Doa merupakan amalan pertama yang sering dilakukan menjelang bulan Ramadan. Umat Islam meminta berkah dan kesempatan untuk melaksanakan ibadah dengan baik.
Semoga diberi kesehatan dan kekuatan selama bulan puasa. Doa merupakan bentuk persiapan rohani menyambut Ramadan.
Di antara doa yang dapat dibaca ketika menyambut kedatangan Ramadan:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ
Maknanya: "Ya Allah, berikanlah berkah kepada kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta bimbinglah kami sampai pada bulan Ramadan," (HR Ahmad).
Ya Allah, selamatkanlah aku menuju Ramadan dan selamatkanlah Ramadan untukku, serta terimalah ia dariku dengan diterima.
Maknanya: "Ya Allah, selamatkan aku sampai tiba bulan Ramadan, dan jadikan Ramadan sebagai kesempatan yang bermanfaat bagiku, serta terimalah puasa Ramadan dariku dengan sempurna," (Doa Yahya bin Abi Katsir dalam Hilyah).
4. Menyebarkan Ucapan Selamat Datang Ramadhan
Ucapan selamat Ramadan menjadi kebiasaan yang memperkuat persaudaraan. Umat Muslim saling memberikan kabar bahagia mengenai kedatangan bulan suci.
Tradisi ini juga memupuk rasa kebersamaan. Selain itu, berfungsi sebagai pengingat untuk meningkatkan ibadah secara bersama-sama.
Rasulullah saw bersabda:
Sudah tiba bulan yang mulia, kewajiban puasa diwajibkan atas kalian, pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dikunci. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang kehilangan kebaikannya, maka ia benar-benar telah kehilangan sesuatu yang besar.
Maknanya: "Sungguh telah tiba bagi kalian bulan yang mulia. Puasa diwajibkan bagi kalian, pada masa itu pintu-pintu surga terbuka, pintu-pintu neraka tertutup, dan setan-setan dikunci. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu malam. Siapa saja yang terhalang dari kebaikannya, maka ia terhalang dari kebaikan," (HR Ahmad dan An-Nasai).
5. Tambahan informasi dan pengetahuan mengenai Ramadan
Mengulang pemahaman tentang aturan puasa merupakan bagian penting dalam persiapan. Umat Islam umumnya mempelajari rukun, syarat, serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Studi tentang agama atau membaca karya-karya keagamaan sering dilakukan. Tujuannya adalah agar ibadah dilaksanakan sesuai petunjuk ajaran syariat.
6. Melengkapi Kebutuhan Financial
Persiapan keuangan dilakukan agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi. Selain itu, umat Muslim dapat lebih bebas dalam memberikan zakat dan sedekah.
Ramadan dianggap sebagai bulan yang penuh dengan kepedulian. Banyak orang meningkatkan sumbangan dan perhatian terhadap sesama selama masa ini.
Berapa Hari Lagi Menuju Ramadan 2026
Pemerintah memperkirakan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026 sesuai dengan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Kemenag RI.
Namun, kepastian dimulainya 1 Ramadan masih akan ditentukan setelah sidang isbat yang akan diadakan pada 17 Februari 2026.
Di mana jika mengacu pada prediksi tanggal 19 Februari, maka puasa versi pemerintah tinggal 10 hari lagi.
Selanjutnya, pelaksanaan shalat tarawih pertama akan ditentukan setelah rapat isbat.
Sebagai informasi, biasanya penentuan mulainya perubahan hari, waktu, bulan, dan tahun dalam perhitungan kalender Masehi baru terjadi setelah melewati pukul 12 malam.
Berbeda dengan perhitungan berdasarkan kalender Hijriah yang dimulai setelah waktu salat Magrib.
Oleh karena itu, pelaksanaan salat Tarawih pertama pada Bulan Puasa 2026 akan dilaksanakan setelah pengumuman sidang isbat dari pemerintah setelah salat Magrib pada tanggal 17 Februari 2026 mendatang.
Jadwal Cuti Lebaran 2026
Kamis, 19 Maret 2026: libur bersama Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
Kamis, 19 Maret 2026: Tahun Baru Saka 1948 diperingati sebagai Hari Suci Nyepi
Jumat, 20 Maret 2026: hari libur bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Minggu, 21 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Hari Minggu, 22 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah
Senin, 23 Maret 2026: hari libur bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Selasa, 24 Maret 2026: hari libur bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
(*)
Lihat artikel lain dari Priangan.com di Google News