Fadhilah Puasa Hari Kesembilan Ramadhan 1447 H/2026 M, Ini Manfaatnya -->

Fadhilah Puasa Hari Kesembilan Ramadhan 1447 H/2026 M, Ini Manfaatnya

27 Feb 2026, Jumat, Februari 27, 2026
Fadhilah Puasa Hari Kesembilan Ramadhan 1447 H/2026 M, Ini Manfaatnya
Ringkasan Berita:
  • Masyarakat Muslim di Indonesia memasuki hari kesembilan bulan puasa Ramadhan 1447 H pada hari Jumat (27/2/2026).
  • Fadhilah Puasa Hari ke-9 Ramadhan 1447 H yaitu Allah SWT memberikan pahala kepada kalian sebagaimana pahala yang diberikan kepada seribu ulama, seribu orang yang i'tikaf, dan seribu orang yang menjaga hubungan persaudaraan.
  • Pahala melaksanakan ibadah pada hari ke-9 bulan Ramadhan sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

NEWS.COM -Masyarakat Muslim di Indonesia memasuki hari ke-9 puasa Ramadhan 1447 H pada hari Jumat (27/2/2026), setelah memulai puasa berdasarkan hasil sidang isbat yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia dalam kalender Hijriah, di mana Allah SWT membuka pintu kebaikan-Nya dengan luas dan memberikan kemuliaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya.

Dalam ajaran Islam, Allah SWT akan memberikan pahala yang berlipat ganda kepada orang-orang yang mampu mematuhi aturan dan adab dalam menjalankan puasa pada bulan Ramadhan.

Saat memasuki bulan suci ini, umat Islam dapat bersaing dalam meraih keistimewaan atau keutamaan puasa Ramadhan 1447 H.

Manfaat berpuasa pada hari kesembilan bulan Ramadhan 2026 adalah cara untuk meningkatkan semangat beribadah agar mencapai keutuhan.

Seorang muslim dan muslimah tidak hanya diasah secara fisik serta dibimbing secara spiritual melalui puasa, sehingga umat bisa mencapai tingkat ketakwaan yang merupakan puncak dari seluruh bentuk ibadah.

Mengacu pada perkataan Nabi Muhammad SAW yang menegaskan betapa besar nilai pengampunan di bulan suci ini. Seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadis shahih:

"Siapa saja yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala (dari Allah), maka dosa-dosanya yang lalu akan dihapuskan." (HR. Bukhari dan Muslim).

Jika umat Islam mengetahui keutamaan puasa pada hari ke-9 bulan Ramadhan 1447 H, diharapkan setiap Muslim pada tahun 2026 mampu menjalani sisa hari bulan Ramadhan dengan penuh ketulusan, serta memanfaatkan waktu luangnya sebagai kesempatan untuk berdzikir dan membaca Al-Qur'an.

Fadilah Puasa Pada Hari ke-9 Bulan Ramadhan 1447 H dan Pahalanya

Berdasarkan pemahaman dari Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah, mengenai keistimewaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.

Keistimewaan berpuasa pada hari ke-9 bulan Ramadhan 1447 H adalah bahwa Allah SWT memberikan pahala sebagaimana yang diberikan kepada seribu ulama, seribu orang yang i'tikaf, dan seribu orang yang menjaga hubungan persaudaraan.

Pahala melaksanakan ibadah pada hari ke-9 bulan Ramadhan seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Profesor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya dalam ceramahnya menjelaskan perkataan Nabi Muhammad SAW ketika umat Islam memasuki bulan Ramadhan 1447 H.

Saat matahari mulai terbit, Jibril memanggil semua malaikat, kembalilah, kembalilah.

Kemudian para malaikat bertanya, "Wahai Jibril, apa yang telah dilakukan oleh Allah untuk memenuhi kebutuhan orang-orang beriman dari umat Muhammad saw?"

Kemudian Jibril menjawab: "Di sini Allah memperhatikan orang-orang yang beriman, lalu Allah mengampuni mereka, memaafkan mereka, kecuali empat orang."

Kemudian ada seorang teman yang bertanya kepada Nabi, siapa saja keempat orang tersebut?

Nabi menjawab, "orang yang minum khamar, seseorang yang berdosa terhadap kedua orang tuanya, yang memutus tali persaudaraan, serta yang berselisih."

“Rasulullah kemudian menjelaskan: ‘Sesungguhnya surga telah bersiap-siap untuk Ramadhan sejak awal tahun hingga akhir tahun (sepanjang tahun), hingga ketika tiba hari pertama bulan Ramadhan, angin bertiup dari bawah Arasy yang menggoyang daun-daun di taman-taman surga, lalu para bidadari memperhatikan apa yang terjadi pada dedaunan itu, kemudian mereka berkata: ‘Wahai Tuhan, jadikanlah bagi kami pasangan-pasangan dari hamba-hamba-Mu pada bulan ini, yang sangat kami sukai dan mereka pun menyukai kami,’” kata Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Kemudian Rasulullah berkata: “Maka tidak ada yang diperoleh oleh seorang hamba yang berpuasa, kecuali akan dijodohkan oleh Allah dengan pasangan istri yang berasal dari bidadari itu di dalam sebuah tenda (rumah) yang terbuat dari mutiara indah sesuai apa yang telah Allah berikan, yaitu (bidadari-bidadari yang cantik, bersih putih, yang tersembunyi di dalam tenda-tenda, sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam QS. Al-Rahman [55]: 72)," tambahnya.

Bacaan Doa Pada Hari ke-9 Bulan Ramadhan 1447 H

Ya Allah! Berikanlah kepadaku sebagian dari rahmat-Mu yang luas,

Dan berilah aku petunjuk mengenai ajaran-ajaranMu yang terang,

Dan bimbinglah aku menuju kepada kerelaan-Mu yang penuh dengan kasih-Mu,

Hai Harapan Orang-Orang yang Rindu.

Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat terkenal dan disarankan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dibaca khususnya pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim meningkatkan ibadahnya sejak malam pertama:

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Pemaaf yang menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.

Latin:

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Pemurah yang mencintai pengampunan, maka maafkanlah aku.

Maknanya: "Ya Allah, Engkau Yang Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku."

Doa ini mencerminkan inti dari bulan Ramadan, yaitu memohon pengampunan. Ramadan bukan hanya bulan untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga bulan pembersihan diri.

Keistimewaan doa selama bulan Ramadan tidak hanya terbatas pada malam pertama. Hadis Nabi SAW menjelaskan betapa pentingnya berdoa dan beribadah sepanjang bulan tersebut.

Berdoa dengan penuh kepercayaan dan harapan kepada Tuhan akan mempererat hubungan seseorang dengan Sang Pencipta.

Allah sangat mendengarkan doa hamba yang memohon dengan hati yang tulus.

Seperti dalam hadis yang menyebutkan bahwa siapa saja yang menjalankan shalat malam pada bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan dihapus.

Hadits ini menggambarkan bahwa bulan Ramadan merupakan masa yang ideal untuk meminta pengampunan, memperbaiki diri, serta menyusun kembali kehidupan spiritual.

Nabi Muhammad SAW juga menyarankan untuk meningkatkan doa selama bulan Ramadan.

Dalam hadis yang sahih disebutkan bahwa seseorang yang menjalankan ibadah malam pada bulan Ramadan dengan keyakinan dan berharap mendapatkan pahala, maka dosa-dosanya yang lalu akan dihapuskan.

Hadis ini menyatakan bahwa bulan Ramadan merupakan masa paling ideal untuk berdoa dan meningkatkan memohon pengampunan.

Niat Puasa Ramadhan Tahun 1447 H

Dalam buku Panduan Puasa Ramadhan untuk Mendapatkan Ramadhan yang Penuh Berkah diterbitkan oleh Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada permintaan untuk mengucapkan niat puasa.

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, "Puasa seseorang tidak sah kecuali dengan niat. Niat terletak di dalam hati, tidak perlu diucapkan. Pendapat ini tidak ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama."

Namun, sebagian pihak menganggap bahwa niat puasa perlu diucapkan.

Berikut teks niat puasa Ramadhan:

Saya berniat berpuasa besok untuk melaksanakan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini kepada Allah Ta'ala.

Latin:

Aku berniat berpuasa pada malam ini untuk menunaikan fardhu puasa bulan Ramadhan tahun ini kepada Allah Ta'ala.

Maknanya: "Aku berniat berpuasa besok pagi untuk melaksanakan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."

(news.com/Muhammad Alvian Fakka)

TerPopuler