
Ringkasan Berita:
- 50 rumah di Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu menghadapi risiko banjir.
- Hujan lebat pada siang hari Kamis menyebabkan ketinggian air yang meluap.
- Permukiman warga terdampak genangan.
lampung.co.id, Pringsewu – Sebanyak 50 rumah penduduk di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, terendam banjir pada hari Kamis siang (12/2/2026).
Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak siang, sehingga menyebabkan kenaikan debit air yang meluap ke permukiman penduduk.
Selain menggenangi beberapa rumah, genangan air juga menutupi beberapa titik jalan utama, seperti di depan Kampus UAP, SPBU Tambah Rejo, RS Mutiara Hati, hingga Jalan Raya Wates. Keadaan ini sempat mengganggu kegiatan dan lalu lintas di sekitar area tersebut.
Kepala Sektor Gadingrejo Iptu Sugianto menyampaikan, pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa genangan air tidak hanya menggenangi permukaan jalan, tetapi juga menyebar ke area pemukiman penduduk.
Di RW 01 dan RW 02 Pekon Wates Induk serta Dusun Sudodadi Pekon Wates Timur, ratusan rumah tergenang dengan ketinggian air yang berbeda-beda mulai dari 20 sentimeter hingga setinggi paha orang dewasa.
Arus lalu lintas sempat terhambat. Beberapa pengendara sepeda motor tampak mengurangi kecepatannya agar tidak mengalami mogok, sementara kendaraan roda empat harus lebih waspada saat melewati area genangan air.
"Berdasarkan data sementara, paling tidak 50 rumah penduduk terkena dampak banjir," ujar Sugianto pada malam Kamis.
Dari dua desa yang terkena dampak, sekitar 50 rumah mengalami banjir.
"Ketinggian air berbeda-beda tergantung situasi daerah," tambahnya.
Menurutnya, banjir disebabkan oleh beberapa hal, antara lain intensitas hujan yang tinggi, saluran irigasi yang tidak mampu menangani volume air, sampah yang menyumbat aliran sungai, serta sistem drainase yang belum efisien.
Mereka didampingi oleh anggotanya dan Babinsa Serda Yunaidi terlihat langsung turun ke lapangan.
Pengelolaan lalu lintas dilakukan di lokasi genangan sambil membantu mengangkat tumpukan sampah yang menghambat aliran air.
Beberapa warga tampak bekerja sama membuka saluran air dengan alat yang tersedia agar debit air segera berkurang.
Petugas juga melakukan pemeriksaan dan pencatatan rumah warga yang terkena dampak untuk memastikan kebutuhan mendesak dapat segera ditangani.
"Kami telah mengirimkan petugas untuk membantu pengaturan lalu lintas dan memastikan keselamatan masyarakat. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi yang relevan untuk tindakan lanjutan," kata Sugianto.
Selain mengganggu pergerakan, banjir juga menyebabkan sebagian warga harus memindahkan barang berharga ke area yang lebih tinggi guna mencegah kerusakan.
Hingga menjelang sore, hujan mulai berkurang dan tingkat air perlahan menurun di beberapa lokasi, meskipun masih terdapat genangan di beberapa bagian jalan.
Ia meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan hujan berikutnya serta tidak membuang sampah sembarangan yang bisa memperburuk kondisi saluran air.
Ia juga mengingatkan pengemudi untuk waspada saat melewati jalan yang terkena banjir.
"Keselamatan adalah prioritas utama. Jika genangan air cukup dalam, lebih baik mencari jalan lain," tegasnya.
Petugas memastikan pengawasan tetap dilakukan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya banjir berikutnya, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berisiko muncul dalam beberapa hari mendatang.
( lampung.co.id / Oky Indrajaya)