Gencatan Senjata Gaza Diterobos: 9 Tewas dalam Serangan Pagi dan 12 Ditangkap di Tepi Barat -->

Gencatan Senjata Gaza Diterobos: 9 Tewas dalam Serangan Pagi dan 12 Ditangkap di Tepi Barat

16 Feb 2026, Senin, Februari 16, 2026
Gencatan Senjata Gaza Diterobos: 9 Tewas dalam Serangan Pagi dan 12 Ditangkap di Tepi Barat
Ringkasan Berita:
  • Gencatan senjata di Gaza terus dilanggar oleh serangan udara Israel yang mengakibatkan kematian sembilan warga di Jabalia dan Khan Younis sejak pagi hari, Minggu (15/2/2026)
  • Telah tercatat lebih dari 1.600 pelanggaran yang terjadi, menyebabkan hampir 600 warga Palestina meninggal sejak perjanjian dimulai.
  • Selain memburuknya krisis kemanusiaan, pasukan Israel juga menahan 12 penduduk di Tepi Barat di tengah perasaan putus asa masyarakat.
 

NEWS.COM - Kondisi di Jalur Gaza semakin memperihatinkan setelah serangan udara Israel kembali menyebabkan kematian pada hari Minggu (15/2/2026).

Meskipun status "gencatan senjata" secara teknis masih berlaku, kekerasan di lapangan dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, menurut laporan Al Jazeera.

Mengutip laporan dari kantor berita Wafa, paling sedikit sembilan warga Palestina meninggal dalam serangan yang dimulai sejak pagi hari.

Serangan pertama mengenai sebuah tenda pengungsian di Jabalia, Gaza Utara.

Serangan udara lainnya juga mengarahkan fokusnya pada kerumunan penduduk di Khan Younis, yang menyebabkan lima korban jiwa.

Pasukan militer Israel mengklaim serangan itu dilakukan setelah mengamati pergerakan lima pejuang di kawasan utara.

Namun, penduduk setempat menegaskan bahwa para korban sedang melakukan kegiatan sehari-hari ketika serangan terjadi.

Berdasarkan data lapangan, hingga kini telah terjadi lebih dari 1.600 pelanggaran gencatan senjata, dengan hampir 600 warga Palestina meninggal sejak perjanjian tersebut berlangsung.

Warga Gaza Merasa Terabaikan

Rasa kecewa yang mendalam menghiasi warga Gaza yang merasa "dilupakan" oleh komunitas global.

Berdasarkan berbagai keterangan dari warga di lokasi, belum terjadi perubahan yang signifikan di lapangan.

Bantuan kemanusiaan masih sangat terbatas, serta sumber penghasilan masyarakat mengalami kegagalan total.

Kondisi tempat tinggal semakin memburuk.

Rumah-rumah pengungsian yang rusak akibat banjir selama musim dingin kini dinilai tidak layak ditempati dalam menghadapi musim panas berikutnya.

Selain itu, akses masuk dan keluar melalui perlintasan Rafah sangat terbatas, di mana hanya 20 orang yang diperbolehkan melewati setiap hari dengan pemeriksaan yang sangat ketat.

Kekacauan Menyebar ke Wilayah Barat

Perang tidak hanya terjadi di Gaza.

Di wilayah barat yang dikuasai, pasukan Israel dilaporkan menangkap paling sedikit 12 warga Palestina di kota Asira ash-Shamaliya dan Beit Furik, sebelah timur Nablus.

Dilaporkan dari sumber setempat, penangkapan terjadi setelah pasukan keamanan melakukan penggeledahan mendadak di rumah tersebut.

Enam orang ditangkap di setiap kota, memperpanjang daftar penduduk yang ditahan selama masa gencatan senjata yang seharusnya terjadi.

(news.com/Andari Wulan Nugrahani)

TerPopuler