Inflasi Kuartal I-2026 Terancam Naik Akibat Kenaikan Harga Pangan dan Dampak MBG -->

Inflasi Kuartal I-2026 Terancam Naik Akibat Kenaikan Harga Pangan dan Dampak MBG

2 Feb 2026, Senin, Februari 02, 2026

Bengkalispos.com.CO.ID – JAKARTA.Tekanan inflasi pada kuartal pertama tahun 2026 diperkirakan cenderung naik, terutama menjelang bulan Ramadan, dengan pendorong utama berasal dari kenaikan harga komoditas pangan dan faktor-faktor non-demand lainnya.

Kepala Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, memprediksi inflasi akan mulai menunjukkan peningkatan sejak Januari 2026. Menurutnya, terdapat paling sedikit tiga faktor utama yang menyebabkan inflasi pada awal tahun ini.

"Inflasi bulan Januari diperkirakan mulai naik menjelang Ramadan. Penyebab utamanya adalah kenaikan harga bahan makanan yang dipengaruhi oleh musim, ditambah gangguan produksi akibat bencana dan cuaca buruk di beberapa daerah penghasil pangan," kata Bhima kepada Bengkalispos.com, Minggu (1/2/2026) malam.

Selain faktor cuaca dan musiman, Bhima menyoroti peran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pada 2026 memiliki anggaran sekitar empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kebutuhan pasokan pangan dalam jumlah besar untuk program tersebut dinilai memicu persaingan di tingkat pedagang pasar tradisional.

"Permintaan bahan pangan bagi MBG memicu persaingan pasokan di tingkat pedagang. Akibatnya, harga pangan yang diterima konsumen berpotensi meningkat karena adanya faktor tambahan dari MBG," ujar Bhima.

Faktor ketiga yang berkontribusi pada tekanan inflasi berasal dari kenaikan harga logam mulia. Dalam sebulan terakhir, harga emas mencatat kenaikan sekitar 10,6%, memperkuat trennya sebagai aset pelindung nilai di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian global.

Bhima mengestimasi inflasi pangan atauvolatile foodakan terus meningkat sepanjang kuartal pertama hingga awal kuartal kedua tahun 2026. Kondisi ini menyebabkan tekanan inflasi pada awal tahun bersifat lebih berkelanjutan dibandingkan pola musiman yang biasanya terjadi.

Oleh karena itu, Bhima menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap dampak program MBG terhadap tingkat inflasi, khususnya dari segi rantai pasok.

"Efek MBG terhadap inflasi harus terus dipantau, karena pembelian bahan baku umumnya dilakukan pada tingkat distributor pertama (D1). Hal ini berisiko memengaruhi struktur harga hingga ke tangan konsumen akhir," ujar Bhima.

TerPopuler