John Tobing, Pembuat Lagu Darah Juang Meninggal di RSA UGM -->

John Tobing, Pembuat Lagu Darah Juang Meninggal di RSA UGM

27 Feb 2026, Jumat, Februari 27, 2026
John Tobing, Pembuat Lagu Darah Juang Meninggal di RSA UGM
Ringkasan Berita:
  • Berita duka datang dari Yogyakarta. John Tobing, pengarang lagu Darah Juang yang menjadi himne Gerakan Reformasi 1998, meninggal dunia di RSA UGM pada malam Rabu.
  • Semangat dan karyanya diingat oleh berbagai kalangan aktivis dari berbagai generasi.
 

bengkalispos.comBerita duka datang dari dunia aktivisme dan musik perjuangan Indonesia.

Pengarang lagu ikonik “Darah Juang”, Johnsony Marhasak Lumban Tobing atau dikenal sebagai John Tobing, meninggal dunia pada Rabu (25/02/2026) pukul 20.45 WIB di Rumah Sakit Akademik UGM.

Pergi nya seseorang yang dikenal sebagai maestro lagu perjuangan menyebabkan rasa sedih yang mendalam, khususnya bagi kalangan aktivis mahasiswa.

Seorang aktivis dari Yogyakarta, Baharuddin Kamba, mengonfirmasi berita tersebut dan mengatakan bahwa ia segera pergi ke rumah sakit setelah mendengar kabar duka.

"Kami sesama aktivis turut berduka atas kematian Bang John. Secara fisik dia telah pergi, namun karya dan semangatnya bagi sesama aktivis tidak pernah hilang," katanya.

Maestro Lagu Perjuangan Reformasi

John Tobing lahir pada tanggal 1 Desember tahun 1965 di Binjai, Sumatera Utara.

Ia adalah anak ketiga dari delapan bersaudara yang lahir dari pasangan Hakim Mangara Lumbantobing dan Adelina Sinaga.

Sebagai lulusan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada angkatan 1986, John dikenal giat terlibat dalam berbagai aktivitas mahasiswa sejak akhir tahun 1980-an.

Di kampus, dia terlibat dalam mendirikan Biro Pembelaan Hak Mahasiswa Filsafat (BPHMF) sebagai bentuk organisasi alternatif dari senat mahasiswa.

Nama semakin terkenal setelah mengarang lagu “Darah Juang”, yang kemudian menjadi lagu kebangsaan tidak resmi Gerakan Reformasi 1998.

Lagu tersebut sering terdengar dalam berbagai bentuk unjuk rasa mahasiswa di seluruh Indonesia.

Lahir dari Kegelisahan Zaman

"Karya Darah Juang" dibuat sekitar tahun 1991-1992 di sebuah rumah kontrakan yang berada di wilayah Pelem Kecut, Gejayan, Yogyakarta.

Lirik lagu tersebut muncul dari nada gitar akustik John di tengah ketidakstabilan kondisi sosial-politik pada masa itu.

Saat menulis lirik, John bekerja sama dengan beberapa temannya, seperti Dadang Juliantara, Web Warouw, dan Andi Munajat.

Liriknya pernah diubah bersama dengan aktivis lain, termasuk Budiman Sudjatmiko.

Lagu tersebut menyajikan gambaran tentang ironi sebuah negara yang kaya akan sumber daya alam, namun masyarakatnya masih jauh dari rasa adil dan kemakmuran.

Sampai saat ini, "Darah Juang" tetap menjadi lambang perlawanan terhadap ketidakadilan dan pemicu semangat solidaritas dalam gerakan mahasiswa.

Warisan Semangat Perjuangan

Selain aktif dalam gerakan mahasiswa, John juga terlibat dalam aksi solidaritas bagi para korban bendungan Kedung Ombo (1989–1991), peristiwa Kusumanegara Berdarah, hingga Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY) di mana ia pernah menjabat sebagai wakil ketua.

Bagi banyak aktivis, John Tobing bukan hanya seorang pencipta lagu, tetapi juga simbol ketangguhan dan keberanian dalam menyampaikan kebenaran.

Sekarang, sang pengarang telah pergi. Namun melodi dan lirik "Darah Juang" diyakini akan terus bertahan, dinyanyikan oleh berbagai generasi sebagai pengingat bahwa semangat perjuangan tidak pernah benar-benar hilang.

 

Kompas.com/bengkalispos.com

TerPopuler