Kapan Waktu Tepat Membaca Niat Puasa Ramadan, Sebelum atau Sesudah Sahur? -->

Kapan Waktu Tepat Membaca Niat Puasa Ramadan, Sebelum atau Sesudah Sahur?

25 Feb 2026, Rabu, Februari 25, 2026
Kapan Waktu Tepat Membaca Niat Puasa Ramadan, Sebelum atau Sesudah Sahur?

-MEDAN.com - Saat berbuka puasa Ramadhan 1447 H atau Ramadhan 2026 telah tiba.

Berikut ini adalah waktu yang tepat untuk membaca niat puasa Ramadan.

Apakah dibaca sebelum atau setelah makan sahur? Selanjutnya, apakah niat cukup diucapkan sekali dalam bulan ini saja?

Sebelum menjalankan puasa Ramadan 1447 H, umat Islam perlu terlebih dahulu menyampaikan niat.

Niat adalah salah satu rukun dalam berpuasa. Rukun dalam ajaran Islam merupakan hal penting yang tidak boleh ditinggalkan.

Jika niat berpuasa tidak dilakukan, maka puasa tersebut tidak sah.

Ustaz Tajul Muluk, dai ahli ilmu fiqh, menyampaikan bahwa ibadah harus didasarkan pada niat.

Hal ini didasarkan pada hadis Nabi, Innamal A'malu Binniyat yang menyatakan bahwa sah atau tidaknya ibadah bergantung pada adanya niat atau tidak.

Kemudian, kapan waktu yang paling tepat untuk berniat berpuasa? Apakah dilakukan di malam hari, setelah makan sahur, atau pada pagi hari?

Aturan dalam membaca niat puasa untuk puasa sunnah dan puasa wajib, seperti yang dilakukan pada bulan Ramadan, memiliki perbedaan.

Ustaz Tajul Muluk menyampaikan bahwa niat berpuasa sunnah bisa dilakukan setelah bangun dari tidur.

Seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Pada pagi hari ketika tidak ada makanan, Nabi Muhammad SAW memutuskan untuk berpuasa dan berniat di pagi hari.

Berbeda dengan puasa sunnah, niat puasa Ramadhan tidak boleh dilakukan di pagi hari.

Muslim yang menjalankan puasa Ramadhan mengucapkan niat puasa di malam hari.

Namun jika puasa tersebut adalah puasa Ramadan, puasa wajib, maka para ulama sepakat bahwa harus dilakukan penginapan niat. Niat puasa tersebut harus diwujudkan pada malam hari," ujar Ustaz Tajul Muluk dalam video berita, dikutip pada Senin (12/4/2021).

Kemudian, Ustaz Tajul Muluk menjelaskan mengenai jumlah niat puasa Ramadan yang perlu diucapkan.

Apakah cukup sekali berniat untuk sebulan atau harus membaca niat setiap hari?

Terdapat dua pandangan. Niat puasa dilakukan sejak awal, yaitu seseorang berniat berpuasa sepanjang bulan Ramadan.

Banyak orang berpendapat bahwa niat puasa perlu diulang setiap malam.

Ustaz Tajul Muluk menyatakan bahwa umat Islam diperbolehkan mengikuti dua mazhab tersebut.

"Maka jika suatu hari nanti dia lupa. Dia terbangun terlambat, rencananya menunggu waktu sahur tapi melebihi batas. Nah ini berlaku bagi yang mengikuti mazhab pertama, maka dia diperbolehkan dan wajib melanjutkan puasa," katanya.

Tujuan dari ini adalah mempermudah orang untuk mempersiapkan niat. Ini sebenarnya seperti penutup, mengantisipasi mereka yang selalu mencari alasan, "wah saya tidak berpuasa karena lupa niat". Baiklah, niatnya sudah dibuat di awal," tambahnya.

Kemudian, mazhab kedua melakukan niat setiap malam.

Niat berpuasa dilakukan setiap malam karena ibadah puasa setiap hari memiliki perbedaan.

Maka sahnya hari pertama dengan niat pada hari pertama. Sahnya hari kedua dengan niat di hari kedua. Hal ini dianggap sebagai ibadah yang terpisah sehingga niatnya masing-masing terpisah.

Jika Anda lupa, berikut ini teks niat puasa Ramadan 1444 H.

Saya berniat berpuasa besok untuk melaksanakan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini kepada Allah Ta'ala.

Saya berniat berpuasa di bulan Ramadhan ini untuk menjalankan puasa fardhu sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Ta'ala

Saya berniat berpuasa besok untuk melaksanakan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala.

Selain niat puasa Ramadan, terdapat berbagai macam amalan berupa doa-doa lainnya.

Keutamaan Puasa Ramadan

Bulan Ramadan yang suci merupakan bulan yang istimewa dan mulia. Allah SWT telah menetapkan kewajiban bagi setiap umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa sekali dalam setahun.

Banyak keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya yang menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan.

Berikut ini keistimewaan puasa Ramadan yang berbeda dengan bulan-bulan spesial lainnya.

# Pahala 1.000 kali lipat

Pada bulan puasa Ramadan, keistimewaannya adalah Allah SWT akan menggandakan pahala amal baik hingga 1.000 kali lipat.

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Setiap amal yang dilakukan oleh putra Adam akan dikali sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman, kecuali puasa, karena puasa adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya. Orang yang berpuasa meninggalkan syahwat dan makanannya karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya. Dan bau mulut dari orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kayu gaharu.

Setiap perbuatan baik yang dilakukan manusia akan diganjar sepuluh kali lipat kebaikan serupa hingga tujuh ratus kali lipat.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang maksudnya), "Hanya amalan puasa. Amalan puasa ini adalah untuk-Ku."

Aku sendiri yang akan memberikan balasan. Karena dia telah meninggalkan hawa nafsu dan makanan demi-Ku.

Bagi mereka yang berpuasa, terdapat dua kegembiraan, yaitu kegembiraan saat berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu dengan Tuhan mereka.

Bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dibandingkan aroma minyak kasturi." (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

# Dilepaskan dari Api Neraka

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya Allah memiliki pembebasan dari neraka setiap hari selama bulan Ramadan, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang dia panjatkan, maka Allah akan mengabulkan doa tersebut.

Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa orang dari api neraka setiap hari selama bulan Ramadan, dan setiap muslim yang berdoa pasti akan dikabulkan permohonannya.

Hadis ini berasal dari HR. Al Bazaar, melalui Jabir bin Abdullah. Al Haitsami dalam Majma' Az Zawaid (10/149) menyatakan bahwa perawi hadis tersebut dapat dipercaya. Lihat Jaami'ul Ahadits, 9/224.

# Dikabulkan doa-doanya

Lanjutan dari hadis tersebut, selain terlepas dari api neraka, umat Islam yang berpuasa juga mengucapkan doa yang akan dikabulkan.

Rasulullah SAW bersabda,

Tiga orang yang tidak boleh ditolak undangannya, yaitu orang yang sedang berpuasa sampai dia berbuka, imam yang adil, dan undangan orang yang dizalimi.

Tiga orang yang doanya tidak akan ditolak: seseorang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang jujur, dan doa dari orang yang dizalimi. (HR. At Tirmidzi no. 3598. Tirmidzi menyatakan bahwa hadis ini termasuk hasan).

# Keberadaan Malam Kemuliaan Lailatul Qadar

Berikut keistimewaan puasa Ramadan yang tidak pernah terlewat yaitu malam Lailatul Qadar, di mana pahala bagi umat Islam akan menjadi berlipat ganda.

Malam kemuliaan lebih baik daripada seribu bulan

"Malam kemuliaan lebih baik daripada seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 3).

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Inilah janji yang diucapkan oleh Allah SWT, yang seharusnya membuat umat Islam kagum dan semangat. 2. Janji Allah SWT ini adalah sesuatu yang patut membuat umat Muslim merasa terkesan dan bersemangat. 3. Itulah janji dari Allah SWT yang mestinya membangkitkan rasa heran dan antusiasme bagi umat Islam. 4. Janji yang diberikan oleh Allah SWT ini layaknya menjadi sumber kekaguman dan motivasi bagi muslim. 5. Inilah janji dari Allah SWT yang seharusnya mendorong umat Islam untuk merasa kagum dan penuh semangat.

Ibadah pada malam Lailatul Qadar lebih unggul daripada ibadah yang dilakukan selama seribu bulan.

Allah SWT juga menyampaikan dalam surat Ad Dukhan: 3.

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkati. Sesungguhnya Kami adalah pemberi peringatan.

"Sesungguhnya Kami mengirimkannya pada malam yang penuh berkah, dan sesungguhnya Kami adalah yang memberi peringatan." (QS. Ad Dukhan: 3).

Dilansir dari muslim.or.id, Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah menjelaskan bahwa malam yang diberkahi dalam ayat ini merujuk pada malam Lailatul Qadr.

# Pembukaan pintu-pintu surga dan penutupan pintu neraka

Dari Abu Hurairah yang dirahmati oleh Allah, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

Jika datang bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka, serta dikunci setan-setan.

"Apabila memasuki bulan Ramadan, pintu-pintu rahmat terbuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dikunci dengan rantai." (HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079)

# Ibadah Umrah pada bulan Ramadan memiliki pahala

Jika seorang muslim ingin berumrah di bulan Ramadan, pahalanya setara dengan melakukan haji.

Rasulullah SAW bersabda,

Maka jika Ramadan adalah waktu yang kamu lakukan umrah, maka umrah di bulan Ramadan adalah haji.

"Jika bulan Ramadan tiba, lakukanlah umrah pada saat itu karena umrah di bulan Ramadan setara dengan melakukan haji." (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).

Dalam teks Muslim juga disebutkan,

Maka sesungguhnya umrah di dalamnya sama dengan haji.

"Perbuatan umrah di bulan Ramadan setara dengan melakukan haji." (HR. Muslim no. 1256)

# Dijanjikan Surga Ar Rayyan

Allah SWT akan membuka pintu surga yang khusus, khusus bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Salah satu surga yang disediakan oleh Allah SWT diberi nama Ar Rayyan.

Seperti hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pintu yang dikenal sebagai Ar-Rayyan.

Orang-orang yang berpuasa akan memasuki pintu itu pada hari kiamat. Tidak ada yang lain selain orang yang berpuasa yang dapat memasukinya.

Kelak orang-orang yang berpuasa akan dipanggil: 'Siapa saja yang berpuasa?' Maka mereka akan berdiri, sedangkan yang tidak berpuasa tidak akan masuk.

Jika seseorang yang berpuasa memasukinya, maka pintu itu akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang bisa memasukinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

(*/ -medan.com)

Baca berita MEDAN lainnya di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita terkini lainnya di Medan

TerPopuler