
-BALI.COM, NEGARA -Pemerintah Kabupaten Jembrana menerima tambahan dosis vaksin LSD dari Kementerian Pertanian.
Total terdapat 3.940 dosis yang disuntikkan dan ditujukan bagi populasi sapi khususnya di wilayah yang masuk dalam zona terinfeksi LSD.
Namun, angka tersebut masih jauh dari perkiraan jumlah populasi sapi dan kerbau yang terdapat di Gumi Makepung.
Diketahui, terdapat beberapa desa/lingkungan yang masuk dalam zona terinfeksi tersebut.
Berikut adalah Kelurahan Baler Bale Agung, Desa Baluk dan Banyubiru yang terletak di Kecamatan Negara, serta Desa Manistutu di Kecamatan Melaya.
Pada tahap awal dua minggu yang lalu, desa tersebut telah dimulai dengan vaksinasi terhadap ratusan ekor hewan. Mengingat Kementan menyediakan sekitar 500 dosis vaksin.
"Terima kasih atas tambahan vaksin, kita lakukan vaksinasi secara bertahap sesuai dengan penambahan pemberian dosisnya," ujar Kabid Peternakan, Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta saat dimintai konfirmasi, Minggu 1 Februari 2026.
Sugiarta menjelaskan bahwa vaksinasi dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan area tertentu. Sapi-sapi di desa-desa yang berada dalam zona terinfeksi menjadi fokus utama agar dapat mengurangi penyebaran virus.
"Kami lebih dahulu fokus pada daerah yang terinfeksi. Ini bertujuan untuk meminimalkan penyebaran LSD kepada sapi lain," tambahnya.
Meskipun vaksin tambahan telah disalurkan oleh Kementan, jumlahnya dianggap belum mencapai target atau masih jauh dari perkiraan total populasi yang ada di Jembrana. Mengingat jumlahnya mencapai 41 ribu ekor.
"Jika dibandingkan dengan jumlah perkiraan populasi, masih kurang. Kami tetap bekerja sama dengan Pemprov Bali serta Kementan agar vaksinasi dapat terus berlangsung ke depannya untuk mengurangi penyebaran ke daerah lain," tegasnya.
Kumpulan Artikel Jembrana