
Ringkasan Berita:
- Pameran buku terbesar di kawasan Timur Tengah adalah Cairo International Book Fair.
- Dalam empat hari sejak dibuka, panitia mengungkapkan bahwa satu juta penduduk Mesir dan warga negara-negara Timur Tengah lainnya telah mengunjungi pameran tersebut.
- Pada kesempatan itu, Kemenag memperkenalkan sistem ELIPSKI (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam) sebagai kumpulan literatur keislaman dalam bentuk digital.
GAYO.COM -Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) hadir di Pameran Buku Internasional Kairo (CIBF) yang ke-57.
Acara ini diadakan dari tanggal 22 Januari hingga 3 Februari 2026 di Kairo, Mesir.
Pameran buku terbesar di kawasan Timur Tengah adalah Cairo International Book Fair.
Dalam empat hari sejak dibuka, panitia mengungkapkan bahwa satu juta penduduk Mesir dan warga negara-negara Timur Tengah lainnya telah mengunjungi pameran tersebut.
Acara tahunan ini dianggap penting sebagai wadah promosi literasi keagamaan global.
Pada kesempatan itu, Kemenag memperkenalkan sistem ELIPSKI (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam) sebagai kumpulan literatur keislaman dalam bentuk digital.
Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, Lubenah, menyatakan bahwa partisipasi Kemenag dalam pameran buku internasional tersebut merupakan bagian dari penguatan literasi keagamaan.
Menurutnya, literasi tidak hanya terkait dengan tersedianya bahan bacaan, tetapi juga bagaimana memahami dan menerapkan ajaran agama.
"Keagamaan tidak hanya berbicara tentang keberadaan buku, tetapi berkaitan dengan kualitas cara berpikir, memahami, dan menerapkan agama," ujar Lubenah di Kairo, dilaporkan dari situs Kemenag, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa literasi agama yang baik berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pemahaman agama yang seimbang dan sesuai dengan situasi saat ini, selanjutnya, bisa berkembang melalui akses terhadap bahan bacaan keislaman yang beragam dan sesuai dengan perkembangan masa kini.
"Inilah yang kami perkenalkan dalam forum literasi internasional seperti CIBF," katanya.
Berpeluang Membuka Kerja Sama
Lubenah menambahkan, partisipasi Kemenag dalam CIBF juga digunakan sebagai kesempatan untuk memperluas jaringan dengan berbagai pihak.
Menurutnya, kehadiran Indonesia dalam pameran buku tersebut memberikan kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan penerbit, lembaga penelitian, dan organisasi keagamaan dari berbagai negara.
"Kami berharap literasi keagamaan Islam Indonesia terkait dengan ekosistem literasi dunia," katanya.
Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam, Nur Rahmawati, menyampaikan bahwa koleksi ELIPSKI diperkenalkan dalam bentuk cetak maupun digital agar bisa diakses oleh pengunjung pameran.
"Pada stan pameran, kami memperkenalkan buku, kitab, serta bahan khotbah Jumat dengan tema tertentu yang selama ini menjadi bagian dari program literasi keagamaan Kementerian Agama," kata Nur.
Ia mengatakan, koleksi ELIPSKI yang dipamerkan mencakup warisan keislaman klasik serta karya-karya dengan topik-topik yang membahas isu modern.
Salah satu koleksi yang menarik perhatian pengunjung adalah topik Ekoteologi Islam.
"Topik ekoteologi mendapatkan tanggapan karena berkaitan dengan isu lingkungan yang menjadi perhatian internasional," katanya.
Berdasarkan pendapat Nur, tanggapan pengunjung terhadap kumpulan tersebut menunjukkan adanya minat terhadap konsep keislaman yang mengupas hubungan antara manusia dan lingkungan.
Ia menganggap, kumpulan ELIPSKI mampu menjadi salah satu referensi dalam wacana keislaman lintas negara.(*)