Kementerian Agama Pantau Hilal Ramadan di 96 Titik -->

Kementerian Agama Pantau Hilal Ramadan di 96 Titik

7 Feb 2026, Sabtu, Februari 07, 2026

Kementerian Agama akan melakukan pengawasan hilal (rukyatul hilal) awal bulan Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026 yang jatuh pada 17 Februari mendatang. Pemantauan hilal akan dilakukan di 96 titik lokasi diIndonesiadan hasilnya dibicarakan bersama dalam rapat isbat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyatakan sidangisbatyaitu sebuah forum yang menekankan kewaspadaan, ilmu pengetahuan, dan persatuan umat.

"Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilalPemerintah berusaha memastikan penentuan awalRamadan dilakukan secara ilmiah, jujur, dan melibatkan seluruh pihak yang terkait," ujar Abu Rokhmat, sebagaimana dilaporkanAntara, di Jakarta.

Sidang isbatakan diadakan pada hari yang sama di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain duta besar negara sahabat, ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

  • Ramadan Berlanjut, Siswa Muslim Dapat Membawa Makanan Pulang
  • Stimulus Pemerintah Meningkatkan Pengeluaran Saat Ramadan: WFA Sampai Diskon Harga Tiket Pesawat
  • Strategi Perusahaan Jasa Pengiriman Fokus pada Pertumbuhan Dua Digit Menjelang Bulan Puasa

Selanjutnya, Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, para ahli falak dari berbagai organisasi Islam, pemimpin lembaga masyarakat Islam, pondok pesantren, serta Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Penentuan Awal Bulan Ramadan Menggunakan Kriteria Penglihatan

Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak(konjungsi) menjelang bulan Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB.

Posisi bulan sabit pada saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berada di bawah garis horizon, dengan ketinggian antara -2° 24 menit 42 detik hingga -0° 58 menit 47 detik, serta sudut elongasi berkisar antara 0° 56 menit 23 detik hingga 1° 53 menit 36 detik.

Data ini memenuhi kriteria visibilitas yang berlaku (seperti MABIMS), sehingga hilal belum memenuhi syarat untuk terlihat secara teoretis.

Berdasarkan kriteria MABIMS, awal bulan hijriah ditentukan apabila hilal memiliki ketinggian paling sedikit 3 derajat dan jarak sudut antara dua benda langit mencapai 6,4 derajat.

Abu Rokhmad menyampaikan bahwa keputusan akhir tentang penentuan 1 Ramadan 1447 H akan diumumkan secara resmi setelah sidang selesai, melalui konferensi pers.

"Hasil perhitungan dan pengamatan bulan akan kami diskusikan bersama. Keputusan akhir akan disampaikan kepada masyarakat sebagai panduan bagi umat Islam di Indonesia," katanya.

Muhammadiyah Menetapkan 1 Ramadan Jatuh Pada 18 Februari 2026

Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan ini diambil berdasarkan perhitungan sebenarnya dari Majelis Tarjih dan Tajdid yang mengacu pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak menjelang Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 12.01.09 UTC.

TerPopuler